
nisa tak menghiraukan bentakan tama , ia masih mau membantu tama berdiri , saat tama berhasil berdiri karena ia bantu tiba tiba tama langsung mendorong nisa
Sehingga nisa langsung tersungkur di lantai , nisa meringis menahan sakit akibat tubuh nya langsung terhempas di lantai
" sudah ku bilang aku tidak butuh bantuan mu" ucap tama yang langsung berjalan dengan tertatih tatih keluar dari kamar lilly
" ya tuhan , kenapa mas tama jadi seperti ini sekarang hiks hiks" ucap nisa lirih menangis sambil melihat tama yang meninggalkan kamar lilly
**
Di kamar tama jonatan merebahkan tubuh lilly di atas kasur , namun lilly tidak mau melepaskan pelukan nya dari jonatan
" jangan tinggalkan aku, aku takut" ucap lilly yang memeluk erat jonatan
" tidak sayang , aku tidak akan meninggalkan kamu , aku akan menjaga kamu di sini" ucap jonatan yang mengelus kepala lilly
Tak lama lilly pun tertidur di pelukan jonatan , setelah memastikan lilly tertidur , jonatan langsung melepaskan pelukan lilly dari nya dan membenarkan posisi lily tidur , agar lilly merasa nyaman tidur nya
Setelah memastikan lilly benar benar tidur, jonatan langsung mengambil handphone dan langsung menghubungi bagas
" hal_"
" hancurkan perusahaan tama sanjaya " ucap jonatan yang langsung memutuskan sambungan telfon nya tanpa menunggu jawaban dari bagas
Lalu ia menelfon lucky
" hal-"
" kau suruh anak buah kita mengawasi tama sanjaya , jika dia berani menyakiti istri ku maka seret dia langsung ke markas" ucap jonatan yang langsung memutuskan sambungan telfon nya tanpa menunggu jawaban dari lucky
" kau salah mencari lawan tama , kau hanya tikus yang masuk ke sarang kobra " ucap jonatan sambil tersenyum sinis nya
Jonatan langsung merebahkan tubuh nya di samping lilly dan ikut lilly memejamkan matanya
**
tama langsung keluar dari rumah paman hans tanpa membawa apa apa, ia hanya membawa mobil nya saja
__ADS_1
setelah kepergian tama , tak lama paman hans pun pulang ke rumah nya karena ia ingin tau ke adaan nisa anak nya yang katanya tadi sakit
Ia terkejut saat melihat pintu rumah nya rusak , ia langsung panik dan memasuki umah nya sambil mencari anak dan istri nya
" sayang, nisa" panggil paman hans
" aku di sini" jawab bibik fitri yang baru ke luar dari kamar nya
" sayang kau tidak apa apa?" tanya paman han yang panik , ia pikir rumah nya kemalingan
" aku baik baik saja ' jawab bik fitri yang masih kesal dengan tama tadi
" terus itu pintu bisa rusak kenapa?' tanya paman hans yang penasaran
" itu tadi jonatan yang mendobrak nya" jawab bik fitri
" loh , kenapa Jonatan mendobrak pintu rumah kita?" tanya paman hans semakin bingung
" jonatan ingin menolong lilly yang hendak di perkosa oleh tama " jawab bik fitri
" itu lah kenyataan nya mas" ucap bik fitri
" kurang ajar , terus bagai mana dengan lilly?" tanya paman hans yang menghawatirkan lilly
" lilly tidak apa apa mas , untung saja jonatan datang lebih cepat , kalau tidak , mungkin lilly sudah benar benar di perkosa oleh tama" jelas bik fitri
" bajingan si tama itu, di mana dia sekarang, aku ingin menghajar nya" paman hans penuh emosi sambil melepaskan jas nya dan menggulung kemejanya sampai ke siku
" entah lah , aku tadi melihat dia ada di kamar lilly bersama tama" jawab bik fitri
paman hans langsung menuju ke kamar lily ia ingin memberi pelajaran untuk tama yang telah berani melecehkan keponakan nya
Sesampai nya di kamar lilly hanya ada nisa yang sedang duduk di lantai sambil menangis paman hans dan bibi Fitri langsung mendekati nisa
" nisa, kenapa kamu menangis , mana tama?" tanya paman hans yang tak melihat ke beradaan nisa di kamar itu
" nisa, ada apa , apa yang terjadi, mana tama ?" tanya bibi fitri yang langsung memeluk nisa yang sedang menangis
__ADS_1
" ibu, mas tama sudah pergi hiks hiks" nusa menangis di pelukan sang ibu
" pergi kemana dia , ayah ingin memberi nya pelajaran kepada bajingan itu" ucap paman hans dengan emosi
" nisa, pergi kemana tama nak?" taya bibik fitri dengan lembut
" aku gak tau bu, dia langsung pergi begitu saja" ucap nisa yang tidak mengatakan kalau dirinya sudah di dorong sampai ia terjatuh
" sudah biarkan saja dia pergi dari rumah ini , dan untuk kau nisa , segera lah urus surat perceraian mu dengan tama , ayah tidak akan sudi punya menantu seperti dia " tegas paman hans kepada nisa
" tapi yah-"
" tidak ada tapi tapian nisa , untuk apa kamu mempertahan kan dia yang sudah jelas jelas dia ingin melecehkan saudara mu, dan tidak mecintai kamu" ucap paman hans yang melihat sikap tama selama manjadi menantu nya
" ya nisa, ibu setuju dengan ayah mu, ibu tidak mau kamu tersakiti terus saat hidup bersama tama , ibu ingin melihat anak ibu hidup bahagia , bukan hidup menderita seperti ini" ucap bibik fitri yang melihat kesedihan nisa selama menjadi istri tama
" tapi bu, apa kata orang nanti , kalau aku harus bercerai dengan mas tama , sedangkan kami baru menikah beberapa hari" ujar nisa yang tidak mau menjadi bahan pembicaraan orang orang
"kamu tidak usah memikirkan tentang ucapan orang lain nisa, yang di pentingkan sekarang adalah kebahagiaan mu" jelas paman hans
" ya nisa , jangan kamu pikirkan apa kata orang , yang harus kam pikirkan saat ini adalah kebahagiaan mu, dan masa depan mu" ujar bibik fitri
" baik lah ayah , ibu, kali ini aku akan mengikuti semua saran kalian , semoga saja ini yang terbaik untuk kedepan nya" ucap nisa yang kali ini ingin menuruti kedua orang tuanya
" kamu tenang saja , nanti biar ayah yang mengurus semuanya, kamu hanya mendatangi persidangan nya saja" ucap paman hans
" ya yah " jawab nisa lesu , jujur nisa sebenar nye masih ingin mempertahankan pernikahan nya dengan tama , namun kejadian tama yang ingin meperkosa lilly dan dukungan kedua orang tuanya membuat nya yakin untuk melepas kan tama yang sedari dulu memang tidak mencintai nya, tama hanya membutuh kan kepuasan dari dirinya saja
" sekarang , kamu kembali ke kamar mu" perintah paman hans
Nisa pun kembali ke kamar nya di bantu oleh bibik fitri , tubuh nya sebenar nya masih lemah , ditambah ia tadi di dorong oleh tama , sehingga membuat tubuh nya semakin lemah, belum lagi luka di hari nya yang di berikan oleh tama dengan bertubi tubi , membuat fisik dan batin nisa terasa sakit
.
.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya , terimakasih🙏🥰
__ADS_1