
lilly keluar dari kama nya dengan wajah yang cemberut, karena pagi ini ia harus memakai sal , untuk menutupi hasil karya jonatan semalam
" udah dong sayang , jangan cemberut terus , nanti paman dan bibi kira aku ngapa ngapain kamu" tegur jonatan yang melihat lilly cemberut saja
" kenyataan nya memang kamu ngapa ngapain aku kan semalem" jawab lilly ketus
" hehehe, iya sih" ucap jonatan sambil menggaruk leher nya yang tidak gatal
Sesampai nya di meja makan di sana sudah ada paman hans , bibi fitri, nisa dan tama sedang menunggu mereka
" selamat pagi paman bibik" sapa lilly yang langsung duduk di kursi di ikuti oleh jonatan yang duduk di samping nya
" pagi sayang, loh , kamu kenapa pakai sal, kamu sakit ly?" tanya bibik fitri yang terkejut saat melihat lilly menggunakan sal
Mata lilly langsung menoleh ke arah jonatan saat mendapat pertanyaan dari bibik nya, ia meminta bantuan jonatan untuk menjawab nya
"lilly malu bik , memperlihatkan hasil katya ku" jawab jonatan satai sambil melihat ke arah lilly
Semua melihat ke arah lilly sambil tersenyum , hanya tama yang melihat ke arah lilly dengan tatapan amarah
' astaga , ni orang gak ada urat malu nya apa ' batin lilly kesal , ia langsung menginjak kaki jonatan , untuk meluapkan kekesalan nya
" aw, sakit sayang, kenapa kaki aku di injak?"ucap jonatan kesakitan
" tidak usah malu ly, itu adalah tanda kepemilikan dari pasangan kita , itu hal wajar kok bagi pasangan suami istri , apa lagi pengantin baru seperti kalian " ucap paman hans sambil tersenyum
" kalau kamu mau menutupi nya saat di luar rumah , kamu pakai aja foundation , untuk menutupinya" ucap nisa yang memberi saran
" emang bisa?" tanya lilly
" bisa , coba aja kalau gak percaya " jawab nisa
Tama yang merasa tidak tahan mendengar pembicaraan mereka pun langsung bangkit dari duduk nya
" maaf ayah , ibu , semuanya, aku tidak bisa ikut sarapan dengan kalian , aku ada meeting penting pagi ini" ucap tama
" bukan nya nanti siang meeting nya?" tanya nisa yang tau kerena tama tadi mengatakan kalau dirinya ada meeting di siang hari
__ADS_1
" meeting nya di majukan , di pagi hari, aku berangkat dulu, permisi , assalamualaikum" ucap tama yang langsung pergi dari meja makan
" wallaikumsalam" jawab mereka semua
Nisa pun yang melihat suami nya pergi dari meja makan langsung beranjak dari duduk nya dan menyusul suaminya, ia ingin mengantar suaminya pergi bekerja
" biarkan saja mereka , ayo kita lanjut kan sarapan nya" ucap paman hans
Meraka pun melanjutkan sarapan nya , setelah selesai lilly membantu bibik fitri membereskan meja makan , paman hans sudah berangkat ke kantor nya
Sedangkan jonatan ada di kamar lilly ia juga sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor. Setelah selesai membantu bik fitri , lilly pun kembali ke kamar nya untuk membantu menyiapkan keperluan suami nya
" mas" panggil lilly saat memasuki kamar nya
" mas , mas emang aku jualan mas apa" cibir jonatan
" kau gak suka aku panggil mas?" tanya lilly yang mendekati ke arah jonatan yang sedang memasang jam tangan nya
" gak," jawab singkat
" terus aku harus panggil kamu apa ?" tanya lilly yang males melayani jonatan berdebat
" panggil aku sayang , atau hubby "
" kata nya kemarin ter serah aku , asal jangan panggil kamu nama?" tanya lilly yang kesal
" tapi aku pengan di panggil hubby sayang " pinta jonatan dengan suara manja nya
Sumpah demi apa ini jonatan alexsander yang terkenal kejam di dunia bisnis bisa semanja ini, kalau rekan bisnis nya taau karyawan nya yang melihat seorang jonatan bersikap mana seerti ini, mungkin semuanya akan tertawa sangking lucu nya
" baik lah bubby " ucap lilly sambil tersenyum , menahan geli nya, ia merasa geli dengan panggilan hubby yang menurut nya sangat alay
" ah rasa nya aku tidak mau ke kantor hari ini, aku ingin berdua bersama mu ,membuat penerus Alexsander" ucap jontaan yang langsung memeluk lilly
Lilly langsung melepaskan pelukan nya, sebelum ia di makan oleh singakelaparan ini
" NO!!! Kamu harus ke kantor, kemarin kamu sudah gak ke kantor " ucap lilly yang tak mengizinkan jonatan tidak pergi ke kantor nya
__ADS_1
" aku gak ke kantor satu tahun aja gak papa sayang, di kantor kan ada bagas yang menghendel perusahaan " jawab jonata santai
" kasihan bagas , kalau harus terus terusan menghendel perusahaan kamu , kamu tu sebagai CEO seharus nya memberikan contoh yang baik untuk kariyawan ya" omel lilly
" oh baik lah sayang, aku akan ke kantor demi istri tercinta, oh ya , saat aku pergi ke kantor nanti , kalau kamu ada di kamar tolong kunci pintu kamar nya ya , dan kalau kamu di luar kamar , usahakan amu jangan sendirian ya sayang" pinta jonatan ia takut kalau tama akan berbuat negat saat dirinya tidak ada di samping lilly
" ya, akan ku ingat pesan kamu" jawab lilly yang mengerti maksud suami nya
Jonatan langsung melangkah menuju ke arah meja rias lilly , ia mengambil sebuah gelang ,lalu ia membawa nya ke arah lilly
" kamu pakek hgelang ini, kalau ada apa apa , atau kamu dalam ke adaan bahaya tekan tombol ini , nanti aku akan datang menolong mu " ucap jonatan yang memasangkan gelang ciptaan nya kepada lilly
" wah cantik sekali gelang ini" puji lilly yang melihat gelang pemberian jonatan sangat lah indah
" tapi lebih cantikan diri mu sayang" goda jonatan sambil tersenyum
" sudah , jangan menggoda ku, cepat pergi lah bekerja " ucap lilly yang tau kalau jonatan sedang mengulur waktu untuk beangkat ke kantor
" em baik lah sayang" jawab jonatan dengan lesu , ia sebenar nya tidak mau jauh jauh dari istri nya, nnamun jika ia membawa lilly ke kantor , maka ia tidak akan bisa ke markas nya, rencanaya ia setelah ke kantor ia mau ke markas untuk mengeksekusi surya
" yang semangat dong , masa lesu begitu"
" beri aku semangat mangka nya" ucap jonatan
" semangat bekerja hubby ku sayang" ucap lilly sambil mengangkat kangan nya menyemangati jonatan
Jonatan langsung menarik tangan lilly dan langsung mencium bibir lilly , jonatan jiga menahan lekuk leher lilly untuk memperdalam ciuman nya
lilly kini sudah terbiasa dengan serang dadakan jonatan , ia berusaha mengimbangi ciuman jonatan , setelah melihat lilly seperti kehabisan nafas jonatan pun langsung melepaskan ciuman nya , ia tersenyum sambil mengelap bibir lilly dengan mengginakan jempol nya
" kau mau membunuh kau" ucap lilly sambil mengos ngosan ,, karena kehabisan nafas saat di cium jonatan tadi
" gak lah sayang , udah ya kaku berangkat dulu ke kantor, kamu hati hati di rumah ya" ucap jonatan pamit pergi ke kantor
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen , vote nya ya , terimakasih🙏🥰