Jodoh Ku Seorang Mafia

Jodoh Ku Seorang Mafia
episode 52


__ADS_3

lilly mulai membuka matanya saat ia kebelet pengen buang air kecil , pipinya langsung memerah teringat kejadian semalam saat dirinya bercinta dengan jontan , ia melihat ke arah jonatan yang tengat tidur pulas sambil memeluknya , dengan pelan ia menyingkirkan tangan jonatan dari nya


Setelah berhasil menyingkirkan tangan jonatan , ia segera duduk , lalu ia ingin turun dari atas rankang


" aw" pekik lilly yang merasakan sakit di daerah kewanitaan nya


Jonatan yang mendengar lilly berteiak pun langsung terbangun


" kenapa sayang?" tanya jonatan dengan panik , ia langsung bangkit dari tidur nya dan mendekat ke arah lilly, lilly yang dengan cepat menutupi tubuh nya yang masih polos dengan selimut


" maaf ya aku membangun kan mu, aku mau ke kamar mandi, tapi" ucap lilly tak meneruskan ucapan nya


" tapi apa sayang" tanya jontan yang langsung turun dari ranjang tanpa menggunakan apa pun , lilly melihat jonatan tanpa menggunakan sehelai benang pun langsung menutup matanya


" kenapa harus tutup mata sayang, bukan nya semalam kau sudah melihat dan merasakan nya" ucap jonatan sambil tersenyum melihat lilly menutup matanya


" pakai celana mu jo" ucap lilly yang masih menutup matanya


" kenapa memang nya sayang , apa kau takut tergoda lagi dengan nya?" tanya jonatan menggoda lilly


" jo, aku bilang pakai celana mu , atau aku tendang burung mu itu" ancam lilly


" jangan di tendang dong sayang , di elus elus aja " ucap jonatan yang semakin menggoda lilly


" jo" teriak lilly


" baik lah sayang " ucap jonatan yang langsung memakai bokser nya


" sudah " ucap jonatan yang telah selesai memakai bokser nya


Lilly membuka tangn yang menutupi matanya , ia memastikan kalau jonatan sudah memakai celana nya


" tolong ambil kan aku handuk " pinta lilly sambil menunjuk handuk yang ada di lantai


Tanpa protes jonatan langsung mengambilkan handuk itu dan menyerahkan nya kepada lilly


" kau mau mandi sepagi ini sayang?" tanya jonatan yang melihat ke arah jam menunjukkan angka lima


" aku bukan mau mandi, tapi aku mau buang air kecil" ucap lilly yang membalutkan handuk itu ke tubuh nya


" mau aku bantu" tawar jonatan yang mengulurkan tangan nya ke arah lilly

__ADS_1


" tidak , aku bisa sendiri" ucap lilly yang berusaha turun dari atas anjang , namun sangking sakit nya ia tak bisa menopang tubuh nya sehingga ia terjatuh, namun dengan sigap jonatan menangkap nya , sehingga lilly tidak jadi jatuh


" masih menolak bantuan ku?" tanya jonatan sambil tersenyum


" cepat bantu aku ke kamar mandi, aku sudah tidak tahan lagi" ucap lilly dengan ketus


" baik lah tuan putri " ucap jonatan yang langsung menggendong lilly


" aaa jo, aku bisa jalan, kau cukup memapah ku saja " ucap lilly yang tidak mau di gendong


" sudah diam , aku akan menggendon mu sampai ke dalam kamar mandi " ucap jonatan yang berjalan maksuk ke dalam kamar mandi sambil menggendong lilly , setelah itu ia menduduk kan lilly di kloset


" keluar lah , aku bisa sendiri " ucap lilly mengusir jonatan


" aku akan menunggu si sana , jika sudah kau bisa panggil aku sayang" uap jonatan sambil menunjuk ke arah pintu


" hem" jawab lilly


Jonatan pun langsung berjalan ke arah pintu , sedangkan lily langsung membuang air kecil yang sedari tadi ia tahan, setelah selesai


" jo, bantu aku" pinta lilly


" sayang , mau kita mengulangi yang semalam di sini?" tanya jonatan sambil mengangkat sebelah alis nya


" maka brhenti lah memanggil aku dengan sebutan nama, kalau tidak aku akan melakukan nya kembali di sini" ancam jonatan


" ya ya suami ku, tolong bantu aku" ucap lilly yang sedikit takut dengan ancaman jonatan


Jonatan pun tersenyum , ia langsung mendekat ke arah lilly dan langsung menggendong lilly , ke arah bathtub


" eh kok ke sini, aku belum mau mandi?" tanya lilly


" aku lupa memberi tahu mu, kata orang untuk meringan kan rasa sakit setelah habis malam pertama adalah berendam air hangat" ucap jonatan yang langsung mengisi bathtub dengan air hangat


" tau dari siapa kau, apa jangan jangan kau sudah berpengalaman dalam hal itu" tanya lilly dengan tatapan menyelidik


" aku tau dari internet sayang , semalam aku mencari nya setelah kau tidur, kan aku sudah bilang kalau ini baru yang pertama kalinya aku melakukan nya" jelas jonatan


" kau tidak berbohongkan?" tanya lilly lagi


" astaga sayang , aku tidak berbohong , kalau kau tidak percaya ka bisa tanya kepada bagas dan lucky , mereka yang selalu menemani di setiap hari ku" ujar jonatan agar lilly percya kepada nya

__ADS_1


" ya nanti aku akan bertanya kepada mereka , awas saja jika kau berbohong , maka aku akan memotong burung mu itu, sekarang masukan aku ke bathtub " ucap lilly


' astaga , kenapa aku mempunyai isrti yang menakutkan seperti nya' batin jonatan yang takut dengan ancaman lilly


" baik lah sayang" ucap jonatan yang lengsung memasukkan lilly di bathtub


" keluar lah , aku ingin berendam" ucap lilly


"mau aku batu menggosok pinggung mu sayang" jonatan menawarkan diri


" tidak , keluar lah sana" ucap lilly mengusur jonnatan lagi


" hem baik lah , kalau sudah selesai segera panggil aku ya sayang " ucap jonatan


" hem" jawab lilly


jonatan pun keluar dari kamar mandi , ia kembali merebahkan tubuh nya di atas kasur , ia masih mrasa lelah akibat pertempuran nya dengan lilly semalam


Setelah satu jam lama nya lilly pun menyudahi berendam nya , badan nya sekarang sudah lebih baik dari yang tadi , ia segera membilas badan nya


" astaga , kenapa dengan tubuh ku, kenapa pada merah merah seperti ini?" ucap lilly terkejut saat melihat ke arah cermin , tubuh nya banyak sekali kemerahan , ia langsug segera menyudahi mandi nya


lilly langsung keluar dai kamar mandi dan mengahampiri jonatan yang tengah tertidur di atas ranjang


" jo, bangun jo" panggil lilly sambil menggoyang goyang lengan jonatan


" em, ada apa sayang?" tanya jonatan yang masih mengantuk


" coba kau lihat badan ku, kenapa pada merah merah seperti ini, perasaan aku tidak memiliki riwayat alergi" ucap lilly sambil menunjukkna beberapa tanda kemerahan yang ada di leher dan di dadanya


Jonatan langsung melihat leher dan dada lilly yang ada kemerahan nya, ia tersenyum saat melihat nya


" kenapa kau tersenyum , cepat panggi dokter , aku takut kenapa napa" ucap lilly yang panik


" hahaha, kau tenang saja sayang , kau tidak sakit apa apa , jadi tidak usah panggil dokter" ucap jonatan sambil tertawa


" maksud mu?" tanya lilly bingung


" kau tidak sakit sayang , ini adalah maha karya ku semalam , bagus kan?" tanaya jonatan sambil mengedipkan matanya ke arah lilly


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya, terimakasih🙏🥰


__ADS_2