
lilly saat ini sedang duduk di taman belakang rumah paman dan bibik nya, kebetulan ia hari ini di rumah hanya dengan para art paman dan bibik nya saja , karena bibik fitri dan nisa saat ini sedang pergi ke rumah sakit karena sedari tadi nisa terus muntah muntah tak jelas
Lilly yang merasa lelah akibat di gempur habis habisan oleh jonatan semalam ia memilih tidak ikut , karena ia ingin beristirahat di rumah
Lilly duduk di taman seorang diri sambil mendengarkan musik dari handphone nya kerana ia merasa bosan berada di kamar terus
" sendirian aja?" tanya seseorang yang langsung duduk di samping lilly
lilly pun terkejut saat tama langsung duduk di samping nya , reflek lilly langsung berdiri dari duduk nya , ia merasa tidak nyaman berada di dekat tama
" mau apa kau ke sini, istri mu sedang di bawa ke rumah sakit oleh bibik" ujar lilly yang memberitahu kalau nisa di bawa ke rumah sakit
" aku sudah tau , maka dari itu aku memilih pulang ke rumah , aku ingin berbicara dengan mu , mumpung tidak ada siapa sapa di rumah ini" ucap tama yang duduk santai di kursi taman
ya , tama sudah tau , kalau nisa di bawa ke rumah sakit oleh mertuanya ,karena ia di kabari oleh nisa tadi , saat tama bertanya dengan siapa dia ke rumah sakit , dan jawaban nisa hanya dengan sang ibu, itu membuat tama sangat senang , ia beralasan ke pada nisa , dia tidak bisa ikut mengantarnya ke rumah sakit , karena ada meeting penting , padahal tidak ada meeting sama sekali untuk hari ini. Ia sengaja memberikan alasan itu karena ia ingin menemui lilly dan berbicara dengan lilly, ia ingin memohon agar hubungan nya dengan lilly tetep berlanjut.
" kau gila!! Istri mu masuk rumah sakit dan kau malah menemui perempuan lain , di mana otak mu tama " ucap lilly geram kerena tidak ada perduli nya dengan nisa istri nya
" kau bukan wanita lain , kau wanita yang aku cintai sampai detik ini" tegas tama sambil menatap lilly
" tama , sadar lah , hubungan kita sudah berakhir, kau sudah menikah dengan nisa, dan aku sudah menikah dengan jonatan " jelas lilly menyadarkan tama
" aku menikahi nisa karena terpaksa , karena desakan dari orang tua ku dan juga kamu, aku tidak perduli kamu sudah menikah dengan jonatan , aku yakin , kamu tidak mencintai nya kan , kau hanya mencintai aku kan lilly?" tanya tama dengan percaya dirinya
" aku perjelas ya tama , dengarkan ucapan ku baik baik, sejak aku melihat mu menghiyanati ku dengan nisa , sejak itu lah rasa cinta ku ke pada mu musnah , dan saat ini aku sudah jauh cinta dengan suami ku jonatan" jelas lilly
" tidak lilly, kau pasti berbohong kau masih mencintai ku kan lilly " ucap tama yang tak percaya dengan perkataan lilly , ia langsung berdiri di hadapan lilly
__ADS_1
" untuk apa alu berbohong dengan mu , tidak ada untung nya , sudah lah tama , kita sudah memiliki keluarga masing masing , sebaik nya kita lupakan saja masa lalu kita , kita bangun rumah tangga kita masing masing ," ujar lilly dengan lembut ia berharap kalau tama menerima kenyataan nya kalau dia dan dirinya tidak lah berjodoh
Tama langsung memegang ke dua tangan lilly , ia menatap mata lilly dengan penuh cinta
" lepaskan tangan ku tama" ucap lilly yang memberontak minta tangan nya di lepaskan dari genggaman tangan tama
" tidak lilly aku tidak akan melepaskan kamu , aku ingin membangun rumah tangga dengan mu dan bahagia dengan mu lilly , bukan dengan orang lain " ucap tama yang menggenggam erat tangan lilly
" aku mohon tama lepas kan tangan ku, kalau ada yang melihat kita nanti orang itu akan salah paham , aku mohon tama lepaskan aku" ucap lilly yang mulai ketakutan
" tidak lilly , ini adalah momen yang paling pas untuk aku bisa memiliki kamu lagi" ucap tama dengan tatapan mesum nya
" lepas kan aku tama " bentak lilly , namun tama tak mau melepaskan lilly ia mendekatkan wajah nya ia ingin mencium lilly
Bug...
" aaa, lilly ,kau kemana kau, kau tidak bisa kabar dari ku" ucap tama yang menahan rasa sakit nya akibat tendangan maut lilly tadi
Lilly berlari menuju ke arah pintu depan , namun pintu itu sudah di kunci oleh tama
" ah sial , kenapa pintunya terkunci" ucap lilly kesal
ia mulai panik, ia takut tertangkap oleh tama , seketika ia teringat dengan gelang pemberian jonatan , ia langsung memencet tombol yang ada di gelang itu
'jo, tolong aku' batin lilly yang berlari menuju ke arah kamat nya dan ia langsung mengunci kamar nya rapat rapat
Tama terus mengejar lilly dengan menahan rasa sakit nya, ia tidak mau ke hilangan lilly lagi, ini adalah kesempatan emas bagi nya untuk mendapatkan lilly kembali, ia semakin terobsesi terhadap lilly , sehingga membuat akal sehat nya menghilang, yang ia pikirkan cara mendapatkan lilly
__ADS_1
Tok...
Tok....
Tok.....
" lilly sayang , buka pintunya , atau aku dobrak " ucap tama yang saat ini sudah ada di hadapan pintu kamar lilly
Lilly yang mendengar tama sudah ada di depan pintu kamar nya pun menjadi semkin panik ,ia takut kalau tama benar benar mendobrak pintu kamar nya
" duh , aku harus bagai mana ini , mana hendphone aku ketinggalan di taman lagi" ucap lilly yang mengingat handphone nya tertinggal di kursi taman
Brak....
Di tempat lain jonatan sedang mengemudikan mobil nya , ia baru pergi dari markas nya, ia rencananya mau langsung pulang, karena ia merasa sangat rindu dengan sang istri
namun saat sedang asih menikmati perjalanan nya tiba tiba gelang yang ia kenakan berbunyi , pertanda lilly dalam bahaya , dengan panik jonatan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi , ia harus cepat sampai di rumah , ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan lilly istri nya
" sial , siapa yang berani mengusik istri ku, sayang, bertahan lah aku akan datang menyelamatkan mu " ucap Jonatan yang sedang fokus ,mengemudi sambil memikirkan lilly
Sebenar nya ia sudah merasa kan kalau lily di rumah paman dan bibik nya tidak lah aman , ia takut kalau tama atau para musuh musuh nya yang saat ini tengah mengincar lilly
dan ia juga takut kalau tama akan berbuat nekat kepada lilly , karena ia melihat tama sekarang seolah olah tidak rela kalau lilly di miliki laki laki lain
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya terimakasih🙏🥰