
"Hana,apakah kau u masih marah dengan ku?"tanya Danu pada Hana yang baru saja menyuguhkan secangkir kopi.
"Tidak mas!aku sudah melupakan hal itu.Aku hanya sedikit merasa tidak enak badan dari kemarin."tutur Hana tersenyum simpul.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang,ayo kita pergi ke Dokter sekarang!"ajak Danu cemas.
"Tidak usah mas,aku akan pergi ke kamar untuk istirahat sebentar!"ujar Hana menolak ajakan Danu.
"Sudahlah Hana,aku tidak ingin kau kenapa-kenapa!ayo kita pergi sekarang."jelas Danu beranjak dari tempat duduk nya.Kali ini Hana tak bisa menolak tawaran suami nya itu.Mereka kemudian pergi ke rumah sakit.Dengan raut wajah cemas,Danu terus saja menyetir sambil menatap wajah istri nya.
"Hana,kau nampak pucat sekali!"tutur Danu melirik Hana.
Hana hanya membalas ucapan Danu dengan tersenyum.Tak lama kemudian setelah mengendarai mobil,akhirnya mereka sampai di rumah sakit.Sampainya di ruangan Dokter,Hana langsung di periksa.Betapa terkejut nya Danu dan Hana yang mendengar pernyataan Dokter setelah memeriksa Hana.
"Bagaimana Dok,istri saya sakit apa?"tanya Danu dengan raut wajah cemas yang duduk di hadapan Dokter.
__ADS_1
"Istri anda tidak sakit apa-apa.Selamat ya pak!istri bapak sedang mengandung."tutur Dokter tersebut tersenyum pada Danu dan Hana.
Danu dan Hana terperangah seolah-olah tak percaya atas ucapan Dokter yang bernama Eni tersebut."Apa Dokter serius?"tanya kembali Danu yang kaget.
"Iya pak,istri anda sedang memasuki usia kehamilan minggu ke dua."jelas Dokter Eni.
Sudah hampir dua tahun menikah namun tak di karuniai seorang anak sangat membuat Danu dan Hana hampa.Kini betapa bahagia nya pasangan suami istri itu karena penantian nya tidak sia-sia selama ini dalam menunggu buah hati nya.Dengan mata berkaca-kaca,Hana memeluk Danu di hadapan Dokter.Danu pun memeluk nya kembali.
"Mas,penantian kita dalam menunggu tidak sia-sia!"tutur Hana meneteskan air mata.
"Iya,akhirnya sekarang kau mengandung juga."ujar Danu mengusap rambut istri nya.
"Iya Hana,kita akan membesarkan anak kita bersama-sama nanti."ucap Danu.
Selang beberapa saat,mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.Sesampai nya di rumah,Danu terus saja menuntun Hana masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Mas,besok lebih baik kita pergi berkunjung ke rumah orang tua ku untuk memberitahu berita baik ini."pinta Hana yang berhenti di ruang keluarga.
"Kenapa tidak di beritahu sekarang?kita bisa menghubungi mereka lewat telepon."tawar Danu.
"Biarlah ini menjadi kejutan untuk mereka,akhirnya aku bisa memberikan orang tua ku cucu."ucap Hana menghela nafas.
"Oh iya,benar juga.Ayo sekarang,aku akan mengantar mu ke kamar untuk beristirahat."pinta Danu lalu menaiki anak tangga menuju kamar bersama Hana.
Sampai nya di kamar,Hana segera membaringkan tubuh nya ke tempat tidur dan Danu langsung menyelimuti istri nya.
"Kalau kau butuh sesuatu bilang,aku akan selalu ada untuk mu!"ucap Danu yang duduk di samping istri nya.
"Baik mas!"lirih Hana."Mas!"panggil Hana memegang pergelangan tangan Danu.
"Iya sayang ada apa?"tanya Danu kemudian mengelus rambut Hana.
__ADS_1
"Aku minta tolong,tolong jangan pernah mengkhianati aku lagi."pinta Hana dengan raut wajah sendu.
"Hana,aku janji aku tidak akan pernah mengkhianati mu lagi.Aku akan membuat mu dan anak kita hidup bahagia kelak."ucap Danu sambil mengelus perut Hana.