
Selepas mandi,Danu pergi ke kamar Hana untuk menenangkan pikiran nya.
Dia berdiri di kamar tersebut sambil menatap sudut-sudut ruangan yang sudah dibersihkan.Sengaja ia tak menepati kamar tersebut karena ia tak sanggup jika harus mengingat masa lalu nya dengan Hana.
Raut wajah nya mulai sedih ketika ia melihat foto dirinya bersama anak istrinya.Pria itu mengambil foto tersebut lalu mengusap nya.
"Ternyata kau masih menyimpan foto kita bertiga Han....."ucap Danu.
"Maafkan aku sayang,andaikan saja waktu itu aku datang dengan cepat pasti kau masih hidup sampai sekarang."kata Danu menyesal.
Sementara itu,Rosa berbaring di tempat tidur nya sambil menatap langit-langit kamar nya.
"Kenapa ketika aku berada di rumah itu aku malah merasa seperti tuan rumah?"tanya Rosa tersenyum.
"Lagian tidak ada yang tahu juga jika akulah yang membunuh Hana."ucap Rosa."Mulai sekarang aku akan lebih leluasa melihat Danu setiap harinya."ujar Rosa menutup matanya mulai tidur.
Keesokan paginya,Danu menghampiri anak nya yang sedang duduk sarapan di ruang makan bersama Rosa.
"Selamat pagi putri ayah!"sapa Danu mengelus kepala anaknya.
"Pagi ayah....."balas Melisa.
__ADS_1
"Rosa....sejak kapan kau ada disini?"tanya Danu.
"Sudah dari tadi aku disini.Oh ya Danu silahkan sarapan,aku sudah menyiapkan nya."ujar Rosa tersenyum.
"Em baiklah...."balas Danu yang merasa heran.
Selepas sarapan,Danu kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap akan pergi.
Selang beberapa saat,Danu turun dari tangga dan melihat Melisa yang sedang bermain di temani oleh Rosa di ruang keluarga.
Pria itu berhenti sejenak sambil menatap Rosa.
Em....em...Danu berdehem membuat Rosa kaget dan menoleh nya.
"Rosa aku ingin bicara sebentar."ujar Danu.
"Baiklah apa itu?"tanya Rosa.
Danu mendekati Rosa dan duduk di sebelah nya.Sedang Melisa sedang asik main di lantai.
"Akhir-akhir ini kau lebih sering menghabiskan waktu mu disini untuk menemani Melisa.Apakah kau tidak keberatan.?"tanya Danu.
__ADS_1
"Danu,buat apa aku keberatan?semenjak Hana meninggal aku sudah menganggap Melisa sebagai anak ku.Kasihan Melisa dia masih kecil masih ingin mendapatkan sosok ibu."jelas Rosa dengan wajah sedih.
"Iya kau benar Ros.Melisa masih terlalu kecil."balas Danu.
"Bahkan aku rela memberikan dan menghabiskan seluruh waktu ku untuk Melisa."kata Rosa mencari muka.
"Oh ya aku ingin bertanya kepadamu,malam saat kejadian Hana meninggal dimana kau berada?aku tidak melihat mu?"tanya Danu.
Mendengar pertanyaan itu,wajah Rosa yang sedih berubah menjadi canggung.
"Aku.....ah aku saat kejadian aku sama sekali tidak tahu karena aku sendiri sedang mengambil minum ke dapur karena haus."bohong Rosa.
Tiba-tiba ponsel Danu berdering.Ia segera mengambil ponsel nya dari dalam saku lalu mengangkat nya.
Ternyata yang menghubungi nya adalah dari pihak kepolisian ya ng mengatakan bahwa Mirna mencoba bunuh diri dan sekarang di lari kan ke rumah sakit.Mendengar hal itu,Danu langsung beranjak berdiri dan terkejut.
"Danu ada apa?"tanya Rosa.
"Rosa....aku ada urusan sebentar.Aku titip Melisa ya!"ucap Danu.
Pria itu tanpa menjawab pertanyaan dari Rosa langsung bergegas pergi begitu saja.
__ADS_1