
Keesokan hari nya,jam delapan pagi Hana belum juga bangun dari tidur nya.Rosa yang mengetuk pintu kamar Hana berulang kali,membuat Hana terbangun.
Tok.....tok....tok....
"Iya tunggu sebentar....."lirih Hana belum sadar sepenuhnya.
Dia beranjak dari tempat tidur dan melirik ke arah jam yang melingkar di dinding.
"Astaga aku kesiangan hari ini."ucap Hana memegangi kepala mya dengan satu tangan.
Hana pun membuka kan pintu untuk Rosa.
"Rosa..."ujar Hana.
"Hana...apa kau baik-baik saja?"tanya Rosa.
"Ah iya aku baik-baik saja,aku hanya sedikit pusing."jawab Hana.
"Aku kira tadi kau kenapa jam segini belum bangun.Oh ya hari ini aku yang akan menjaga Melisa.Dan kau jangan lupa minum obat mu sebelum pergi."ungkap Rosa.
"Iya Ros.Kalau begitu aku mandi dulu,nanti aku akan turun ke bawah."kata Hana.
"Emm baiklah.."balas Rosa pergi.
Selang beberapa saat setelah mandi,Hana duduk berdandan di meja rias nya.Menatap wajah nya yang makin hari makin pucat,kelopak mata terkulai dan bibir kering dan pecah-pecah.Ia menatap dengan tatapan penuh kesedihan.
Dia mengambil ponsel menghubungi mantan suami nya.
__ADS_1
"Hallo...."seru Hana.
"Hana....kau....kau..."ujar Danu.
"Kita akan bertemu di pengadilan nanti.Em..apa kau sangat merasa senang sekarang?karena telah ku ceraikan?"tanya Hana.
"Jujur Han....aku tidak ingin bercerai dari mu.Aku sangat merasa terpukul sekarang.Tolong maafkan aku dan beri satu kesempatan lagi."pinta Danu.
"Tidak.....gugatan perceraian sudah menjadi keputusan ku."ucap Hana.
"Hana....tolonglah Han....aku sangat merasa menyesal sekali."mohon Danu.
"Aku tidak mau berdebat,jadi aku tutup telepon nya."kata Hana menutup telepon.
"Han..Han...hallo!"panggil Danu.
Sedangkan Melisa saat ini sedang duduk sarapan di ruang makan di temani oleh Rosa.Hana yang baru saja menuruni anak tangga langsung menghampiri putri nya.
"Pagi sayang...."seru Hana mengecup kening Melisa lalu duduk di hadapan nya.
Melisa membalas senyuman kepada Hana.
"Apa dia makan dengan lahap ?"tanya Hana pada Rosa.
"Iya,makanya sangat lahap hari ini karena aku membawakan nya bubur dari rumahku."balas Rosa.
"Terima kasih Ros.....kau memang sahabat ku yang baik."ucap Hana sambil sarapan.
__ADS_1
Selang beberapa saat setelah sarapan Hana berpamitan kepada anak nya jika dia ingin pergi sebentar karena asa urusan.Baru saja beranjak berdiri,badan nya tiba-tiba lemas dan hampir saja jatuh namun Rosa menahanya.Wanita itu memegang kepala nya dengan satu tangan seperti orang hilang kesadaran.
"Ah....kepala ku sakit sekali...."ucap Hana menahan sakit.
"Kau kenapa Han..."cemas Rosa.
"Kepala ku sakit sekali Ros....bahkan aku tidak kuat untuk berdiri."lirih Hana.
"Ibu....ibu...."seru Melisa mengerutkan dahi.
"Melisa....."lirih Hana kemudian pingsan.Rosa berteriak memanggil semua pembantu.
Semua pembantu dan supir di rumah itu pun datang menghampiri.
Melisa pun semakin cemas melihat ibu nya jatuh pingsan.
"Bagaimana ini?"tanya Rosa panik.
"Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja."ucap supir.
"Kalau aku bawa ke rumah sakit yang ada Dokter akan mengetahui semuanya.Sebaiknya tidak usah saja."batin Rosa berpikir sejenak.
"Iya buk sebaiknya di bawa ke rumah sakit saja."sambung salah satu pembantu.
"Tidak,tidak usah!ini hanya pingsan biasa.Sepertinya Hana belum meminum obatnya."kata Rosa.
Pembantu dan supir saling memandang satu sama lain mendengar perkataan Rosa.Rosa pun menyuruh supir untuk membawa Hana ke kamarnya.
__ADS_1