
Beberapa hari setelah kepergian Hana,Danu pergi ke kantor polisi untuk mendatangi Mirna.Sesampainya di sana,Danu duduk berhadapan menatap wajah Mirna dengan wajah tanpa ekspresi.
"Danu.....tolong bebaskan aku dari sini!aku mohon!"pinta Mirna.
"Apa kau tau apa yang kau lakukan itu tidak bisa di maafkan!"kata Danu.
"Danu tolong percaya aku,bukan aku yang membunuh nya!"ucap Mirna.
"Masih bisa kah kau mengelak dari semua ini?"tanya Danu.
"Kali ini aku berkata dengan benar bahwa bukan aku yang membunuh nya.Malam itu,aku berinisiatif datang ke rumah mu untuk mencari mu sekaligus melenyapkan Hana.Tapi ketika aku membuka pintu kamar Hana,aku melihat Hana sudah terbaring lemas bersimbah darah di tempat tidur nya."jelas Mira dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar penjelasan Mirna,Danu terdiam sejenak.Menunjukan orang yang merasa bingung.
"Ayolah aku sudah berkata jujur,tolong keluarkan aku dari sini!"rengek Mirna."Kasihan Tasya anak pasti dia akan mencari ku!"ucap Mirna.
"Aku masih ragu atas perkataan mu.Jadi tinggal lah disini,tempat ini sangat pantas untukmu!"ucap Danu.
"Bisa saja jika Hana meninggal karena dia bunuh diri.Mungkin saja ia tak sanggup berpisah darimu!"ketus Minta.
Danu hanya menatap Mirna dengan penuh murka lalu pergi begitu saja.
"Danu......Danu.....Danu....tunggu!tolong temui Tasya dan bilang aku akan menemui nya."teriak Mirna namun tak dihiraukan.
Danu memutuskan untuk pergi menemui Tasya anak nya.Di tengah perjalanan,sambil menyetir Danu terus berperang melawan pikiran nya.Bagaimana bisa sedangkan sebelum Hana meninggal Hana menelpon dirinya untuk meminta pertolongan.
__ADS_1
Tapi di sisi lain dari sudut mata Mirna,Mirna seperti nya berkata jujur.
Tidak lama kemudian sampailah Danu di rumah Mirna.Ia masuk kedalam rumah tersebut.Melihat Tasya duduk di ruang keluarga dengan wajah yang sangat murung.
"Hallo Tasya ini ayah!"seru Danu membuka jas nya.
"Ayah....."teriak Tasya memeluk ayah nya.
"Maaf pak,akhir-akhir ini Tasya sangat sulit untuk di beri makan.Saya takut kesehatan nya menurun."sambung pengasuh nya.
"Benarkah?Tasya kenapa begitu sayang.Kau harus makan nanti sakit loh!"ujar Danu.
"Ayah......ibu dimana?aku ingin bertemu ibu!"rengek Tasya.
"Oh ibu....ibu mu sedang ada pekerjaan di luar kota untuk beberapa hari."kata Danu berbohong.
"Mungkin mendadak makanya ibu mu tidak sempat."jawab Danu.
"Ayah di sini saja temani Tasya."pinta Tasya.
"Emm....Tasya untuk saat ini ayah belum bisa menemani Tasya.Jadi sementara waktu,Tasya disini dulu bersama bibi.Ayah janji ayah akan datang lagi besok!"ujar Danu berjanji.
"Baiklah kalau begitu,tapi ayah janji untuk datang lagi menemui Tasya."pinta Tasya.
"Iya sayang ayah...."balas Danu mencium anak nya.
__ADS_1
Sore menjelang malam,sepulang dari makam Hana,Danu berniat untuk membersihkan diri.Baru saja ingin melangkah menuju anak tangga,Dabu di panggil oleh Melisa.
"Ayah....."panggil Melisa.
"Melisa.....sayang....ada apa nak?"tanya Danu.
"Ayah darimana?"tanya Melisa.
"Ayah habis dari makam ibu mu tadi."kata Danu tersenyum.
"Melisa....."panggil Rosa Melisa pun menoleh.
"Ternyata disini kau,aku pikir kemana."ucap Rosa.
Rosa memandang Danu dengan pandangan yang tak enak,seperti orang yang sedang gelisah.
"Rosa....mau kemana kau?"tanya Danu.
"Danu.....oh aku ingin pulang karena hari sudah mulai gelap."ujar Rosa dengan gelagat yang tak seperti biasanya.
"Bibi.....bibi jangan pulang.....Melisa nanti sama siapa?"tanya Melisa.
"Melisa,bibi harus pulang dulu karena bibi sudah beberapa hari tidak pulang."ungkap Rosa.
"Besok bibi kesini lagi kok,jadi tenang saja!"ucap Rosa.
__ADS_1
"Yasudah,bibi pamit pulang dulu ya!"ujar Rosa lalu pergi.
"Kenapa dia seperti orang canggung?"batin Danu menatap Rosa.