
Sampai keesokan harinya,semua barang sudah siap.Rosa dan Melisa sudah rapi duduk di ruang keluarga sambil menunggu Danu yang masih bersiap-siap.
"Bibi aku ingin menyusul ayah ke kamar dulu."kata Melisa.
"Baiklah Melisa....bibi akan disini dulu."ucap Rosa tersenyum.Melisa pun pergi menuju kamar ayah nya.
Di kamar Danu yang hendak menyisir rambut tiba-tiba menerima telepon dari Mirna.
Mirna menanyakan kepada Danu apakah dia sudah berangkat ke bandara atau belum.Wanita itu lagi-lagi juga membahas masalah pernikahan nya nanti.
Tanpa Danu sadari,Melisa sedang berdiri mengintip Danu sambil mendengar percakapan nya.
"Sebentar lagi aku akan berangkat mengantar Melisa!kau tenang saja tidak usah khawatir!lagipula ini sekaligus perpisahan yang terakhir kali dengan putriku!"ujar Danu.
"Ah aku tidak sabar akhirnya kita bisa menikah juga nanti."ucap Mirna.
Mendengar hal itu,mata Melisa langsung berkaca-kaca.Yang awal nya semangat akan jalan-jalan kini menjadi orang lesu.Dirinya yang masih anak kecil pun bisa menyimpulkan bahwa ayah nya akan menikah lagi tanpa sepengetahuan dirinya.
Danu pun mengakhiri telepon nya.Ia membalikan badan dan melihat Melisa yang sedang berdiri di depan pintu.Pria itu pun langsung terkejut dengan kedatangan Melisa.
"Astaga Melisa kau disini?sejak kapan nak?"tanya Danu.
"Argh....apa kau mendengar percakapan ayah?"tanya Danu takur Melisa tahu.
__ADS_1
"Tidak aku tidak mendengar sama sekali karena aku baru saja disini."jawab Melisa berbohong.
"Ah baiklah,syukurlah !"kata Danu memeluk Melisa.
"Ayo sayang kita keluar...."ujar Danu.
"Ayah,sebenarnya kita mau pergi ke mana?"tanya Melisa.
"Kita akan liburan yang jauh sayang dengan waktu yang lama!"jawab Danu tersenyum.Danu pun langsung mengendong anak nya dan menghampiri Rossa.
"Ayo kita berangkat!"seru Danu membuat Rosa beranjak dari tempat duduk.
Akhirnya mereka pun berangkat menuju bandara.Dari lamanya perjalanan,Melisa dari awal hanya diam seperti orang tidak bersemangat.
Rosa yang memperhatikan Melisa sejak awal langsung menanyai nya.
Melisa hanya membalas nya dengan senyuman.
Rosa dan Danu pun saling berpandangan.
"Apa iya Melisa mendengar percakapan ku tadi?"batin Danu bertanya-tanya.
Selang beberapa saat sampailah mereka di bandara.Sisa setengah jam lagi,pesawat yang di tumpangi akan landing.Di lobby bandara,Danu memberikan kode kepada Rosa dengan lirikan mata.
__ADS_1
Pria itu mencari cara atau alasan untuk pergi meninggalkan Melisa.Ponsel Danu berdering,ia segera mengangkat nya.Salah satu sekertaris Danu menelpon dengan mengatakan ada pertemuan penting hari ini dengan salah satu rekan bisnis.Padahal bohong,Danu sengaja memanipulasi semuanya di depan Melisa termasuk orang yang menelpon.
"Aduh....sayang...Melisa....maafkan ayah,ayah tidak bisa pergi berlibur hari ini.Karena sekretaris ayah baru saja menelpon dan mengatakan ada pertemuan penting."jelas Danu.
"Lalu bagaimana ayah?"tanya Melisa cemberut.
"Em....begini saja nak,kau pergi saja terlebih dahulu dengan bibi Rosa.Nanti ayah akan menyusul mu kembali."ujar Danu dengan berat hati.
"Tidak ayah,ayah sudah berjanji.Kalau begitu kita pergi lain waktu saja!"kata Melisa.
"Melisa sayang,ayo kita pergi,ayah mu bisa menyusul nanti."sambung Rosa.
"Tidak....tidak...."bantah Melisa menangis."Ayah berbohong,ayah sengaja kan ayah ingin meninggalkan ku!"kata Melisa."Ayah mau menikah lagi!"
"Melisa....kenapa kau berbicara seperti itu nak?ada beberapa hal yang harus ayah lakukan!"ujar Danu menyangkal.Namun Melisa tetap saja merengek dan menangis.
Dengan sigap tanpa pengetahuan orang sekeliling,Rosa langsung menancapkan jarum suntik yang membuat Melisa tak sadarkan diri.
Seketika Melisa kesakitan dan pingsan.Danu yang kaget langsung bertanya kepada Rosa.
"Rosa kau apakan anak ku?"tanya Danu.
"Tenang saja,ini hanya obat untuk tidak sadarkan diri sementara.Dan kau cepatlah pergi,sebentar lagi kami akan berangkat."ucap Rosa.
__ADS_1
"Hah,iya baiklah aku akan pergi!nak....maafkan ayah!"seru Danu mencium dan memeluk Melisa untuk terakhir kalinya.
"Rosa tolong jaga kan dia dengan sepenuh hati!hubungi aku jika sudah sampai!"ucap Danu melangkah pelan dengan menahan air mata.