
Sementara itu Rosa yang mendatangi di dalam kamar tersenyum tipis ketika melihat Melisa duduk menghadap ke jendela.
"Melisa sayang...."sapa Rosa mendekati.
Anak itu menoleh ke arah Rosa dengan tatapan datar.
"Mengapa raut wajah mu nampak kusut hari ini?"tanya Rosa mengelus rambut Melisa.
"Bibi kemana saja,aku sangat merindukan bibi."balas Melisa memeluk Rosa.
"Sayang maafkan bibi,bibi kemarin-kemarin ada beberapa urusan yang harus diselesaikan."kata Rosa."Sekarang kau tidak perlu risau,bibi akan selalu ada untuk mu."ujar Rosa.
"Berjanjilah,jika bibi tidak akan pernah meninggalkan ku!"pinta Melisa.
"Iya sayang,bibi janji bibi tidak akan meninggalkan mu sampai kapan pun,karena bibi sudah menganggap kau seperti anak sendiri."kata Rosa.
Melisa tersenyum lebar mendengar perkataan Rosa.
Hari berganti malam.Mirna belum juga pulang dari rumah Danu.Bahkan wanita itu menyediakan makan malam untuk Danu.
Di ruang makan sekarang hanya ada Danu dan Mirna.Sambil menyajikan makanan untuk Danu,mata Mirna terus saja mengarah ke arah tangga.
"Em....kenapa wanita itu tidak kunjung pulang juga?"tanya Mirna."Aku akan tetap disini jika wanita itu masih ada disini!"tegas Mirna.
__ADS_1
"Mirna sudahlah,mungkin Rosa akan menginap disini sebagai malam terakhir nya."balas Danu.
"Apa kata mu dia akan menginap disini?"tanya Mirna.
"Maklumi saja,lagipula kan mereka akan berangkat besok pagi."ujar Danu.
"Hem...baiklah kalau begitu,mengapa kita tidak makan malam bersama dengan mereka?hitung-hitung sebagai malam perpisahan."ucap Mirna.
Tiba-tiba Rosa dan Melisa datang menuruni anak tangga.
"Ah itu dia....kalian berdua makanlah,aku sudah menyiapkan makan malam untuk kalian."tegur Mirna.
Rosa hanya melirik Mirna dengan tatapan penuh kebencian.
Akhirnya,Rosa dan Melisa duduk berhadapan dengan Mirna dan Danu.
"Sayang Melisa,ayo makanlah nak....semua ini bibi yang masak."kata Mirna.
"Benarkah kau yang masak?aku rasa ini adalah masakan pembantu di rumah ini."ejek Rosa.
Mirna langsung melotot ke arah Rosa.Seperti orang yang ingin menerkam.Tapi lagi-lagi Danu menahan nya.
"Sudahlah,ayo semua kita makan."potong Danu mengalihkan situasi.
__ADS_1
Selama makan malam bersama,Melisa yang duduk berhadapan dengan Mirna tidak ada sama sekali mengeluarkan senyuman.Sedang Danu sambil makan sambil berdebat dengan pikiran nya sendiri.Bagaimana tidak,jadwal keberangkatan pesawat Rosa dan Melisa adalah besok siang.Tetapi Danu sampai ini belum juga berbicara kepada Melisa.
"Alasan apa yang harus ku pakai?"batin Danu sambil menatap Melisa yang sedang makan.
Rosa bukan tidak tahu ekspresi Danu.Dia tahu pasti Danu sedang memikirkan bagaimana alasan ya mengatakan kepasa Melisa.
"Aku ini seorang ayah,jadi aku harus berani dan tegas mengambil keputusan.Sekalipun itu berbohong!maafkan ayah sayang."batin Danu.
Makan malam pun selesai,Danu kemudian membuka suara.
"Melisa sayang,besok ikut ayah ya..."ujar Danu.
"Memang nya ayah mau kemana?"tanya Melisa.
"Em kita em....besok kita akan pergi berlibur nak...."jawab Danu.
"Benarkah?hore....hore....ayah baik sekali."ucap Melisa dengan girang.
"Jadi,malam ini bibi Rosa akan mengemasi semua pakaian mu."kata Danu tersenyum.
"Hore....bibi Rosa ikut juga...yey!"seru Melisa riang.
"Dasar anak kecil yang tidak tau apa-apa,mau saja di bohongi."batin Mirna ikut tersenyum senang.
__ADS_1