
Pada hari itulah mereka berpisah.Seminggu setelah tinggal di luar negeri,Melisa terus saja diam membisu.Tak hanya itu,dia sering kali melamun.Rosa yang melihat itu,melakukan berbagai cara untuk menghibur Melisa.Melisa selalu menanyakan ayah nya pada Rosa.Rosa pun mengatakan berulang kali bahwa ayah nya akan menjemput nya nanti.
Sampai usia Melisa beranjak dewasa,Danu tak kunjung menjemput nya apalagi berkomunikasi.Dari situ lah Melisa memutuskan untuk pulang dengan memohon kepada Rosa.
Pagi ini Melisa mulai berkuliah di universitas yang sama dengan Tasya.Sebelum berangkat kuliah,keluarga tersebut sarapan pagi terlebih dahulu.Dengan wajah sinis Mirna terus saja melirik ke arah Melisa.
Di ruang makan nampak hening,semuanya hanya diam.Melihat suasana yang hening,Tasya membuka beberapa obrolan.
"Melisa....apa kau mau berangkat bersama ku?"tanya Tasya tersenyum.
"Tidak,aku bisa berangkat sendiri!"jawab santai Melisa sambil menguyah makanan.
Mendengar jawaban Melisa yang singkat dan padat,membuat Tasya meneguk air liur.
"Melisa,berbicara lah dengan sopan."sambung Mirna membuat mata Danu menoleh.
Sontak Melisa langsung berhenti makan.
"Apakah ada yang salah?aku sudah menolak dengan cara baik!lalu harus bagaimana lagi?"tanya Melisa.
"Kenapa kau meninggikan nada bicara mu kepada orang yang lebih tua darimu?"tanya Mirna jengkel.
__ADS_1
"Mirna sudahlah...."kata Danu.
"Ibu,tidak apa-apa jika Melisa tidak ingin berangkat bersama dengan ku.Mungkin lain kali dia mau."sambung Tasya.
"Seketika selera makan ku hilang,lebih baik aku pergi duluan!"ucap Melisa beranjak dari kursi nya lalu pergi.
"Mas....lihatlah sikap anak mu itu,tidak mempunyai sopan santun sama sekali!"ujar Mirna.
"Maklumi saja,mungkin dia belum terbiasa dengan kehadiran keluarga barunya."ucap Danu.
"Ibu...ayah,Tasya pergi ke kampus dulu!"seru Tasya langsung pergi.
Di ruang makan tinggal lah Mirna dan Danu saja.Raut wajah Mirna nampak kesal dengan sikap Melisa tadi.
Sore harinya,Melisa baru saja pulang.Hari pertama kuliah sangat menyenangkan karena teman sekelas nya menerima dengan baik.Ia juga mendapat teman baru yang bernama Sarah dan Bella.
Waktu terus berjalan,sampai pada dua tahun kemudian,Melisa dan Tasya hanya menunggu kelulusan kuliah nya yang tinggal beberapa bulan lagi.
Selama dua tahun ini,hubungan Melisa dan ibu tiri serta saudara tiri nya tidak pernah baik.Melisa sering kali menghabiskan aktivitas nya di luar rumah bersama dua orang yang sudah menjadi sahabat nya itu,Sarah dan Bella.
Siang hari ini,kebetulan Melisa libur dari kampus nya.Karena semalam tidur larut malam,Melisa pun kesiangan untuk bangun dari tidur nya.
__ADS_1
Terdengar bunyi ponsel Melisa yang berdering beberapa kali membuat ia terganggu dan terbangun.
"Aish....siapa yang menelpon ku!"ucap Melisa mengambil ponsel nya.
Dilihat nya yang menelpon adalah nomor baru.
"*Hallo,siapa ini?"tanya Melisa.
"Apa kau tidak mengenali suara ku lagi?"tanya Rosa*.
Sontak Melisa langsung beranjak dari tempat tidur nya Karena mendengar suara yang ia kenali itu adalah bibir Rosa.
"Hah,bibi!apa kabar?kemana saja bibi selama ini?satu tahun bibi tidak bisa dihubungi dan hilang kabar!"tanya Melisa terkejut.
"Hehe sayang maafkan bibi,bibi akan menjelaskan semuanya nanti kenapa bibi tidak ada kabar selama ini."jelas Rosa.
"Baiklah bibi,sekarang bibi dimana?"tanya Melisa.
"Apa kau bisa menjemput bibi di bandara sekarang juga?"tanya Rosa.
"Bisa -bisa,aku akan menjemput bibi sekarang juga.
__ADS_1
"Baiklah bibi akan menunggu mu."ujar Rosa.
Melisa langsung bergegas mandi dan bersiap-siap untuk menjemput bibi nya.Dia merasa senang dengan kedatangan Rosa.