Jodoh Melisa

Jodoh Melisa
Episode 6


__ADS_3

Pembuluh darah tampak tegang di leher nya,Mirna yang berdiri teras kolam renang sambil melipatkan kedua tangan di dada langsung memulai pembicaraan ketika Danu berada di belakang nya.


"Kenapa bisa seperti ini,apakah kau benar-benar lupa dengan perjanjian kita?"tanya Mirna dengan mata berkeliling.


"Mirna,aku sungguh tidak tahu jika Melisa akan kembali pulang."ujar Danu.


"Benarkah?kemana Rosa,sehingga dia membiarkan nya.Bukankah dia di bayar dan di tugaskan untuk mengurus Melisa agar tidak pernah kembali lagi kesini."celetuk Mirna.


"Aku benar-benar tidak tahu,aku saja sangat terkejut melihat kedatangan nya."ucap Danu.


"Cukup!bukankah sebelum kita menikah kau sudah mengatakan bahwa kau akan mengirimkan putri mu ke luar negeri dan memastikan dia tidak akan pernah kembali lagi kesini."mulutnya melengkung membentuk senyuman.


"Baiklah,aku akan mencoba berbicara dengan nya untuk menyuruh nya kembali ke luar negeri."papar Danu menghembuskan nafas kasar lalu pergi meninggalkan Mirna.


Dia memejamkan mata nya dan tertawa ringan mendengar celotehan Danu.Kemudian wanita setengah tua itu masuk kembali ke dalam rumah.


Sedangkan Melisa terlihat membaringkan diri di tempat tidur dengan penuh senyuman.


"Argh....akhir nya aku bisa tidur di kamar ini.Tapi seperti nya jika di lihat,ibu tiri tidak menyukai kehadiran ku."tebak Melisa.Akhirnya gadis itu tertidur pulas karena merasa kelelahan.


Malam hari nya,Mirna berjalan menghampiri beberapa pembantu yang sedang menyiapkan makan malam.Rumah seluas istana itu sangatlah mewah,tidak heran jika memiliki banyak pembantu.Ia memerintahkan pembantu nya untuk memanggil Melisa untuk makan malam bersama.

__ADS_1


Tak lama kemudian di meja makan sudah terdapat Danu,Mirna dan Tasya yang sudah duduk untuk makan malam bersama.Sedangkan Erik sangat jarang sekali berada di rumah.Maklum,karena Erik adalah anak laki-laki.


"Dimana Melisa?apakah dia tidak ikut makan malam bersama kita?"tanya Tasya pada kedua orangtuanya.


"Mungkin Melisa sedang beristirahat karena merasa kelelahan."seru Danu.


"Tunggu saja,Melisa akan turun sebentar lagi."sambung Mirna dengan arah mata tertuju ke Danu.


"Apakah kalian mencari ku?"tanya Melisa tiba-tiba datang berdiri di anak tangga dengan senyum simpul.


Semua pandangan langsung tertuju ke arah Melisa.Melisa kemudian berjalan menuju meja makan dan menarik kursi untuk duduk menikmati makan malam bersama keluarga.


"Ayo kita makan malam bersama,sudah tiga belas tahun lamanya aku tidak menikmati makan malam bersama dengan yang namanya keluarga."ujar Melisa membuat Mirna memalsukan senyuman.


"Ayah,bukan kah perkataan ku ini benar?"papar Melisa


mengerutkan kening.


"Sudah cukup,mari lanjutkan makan malam ini bersama agar kau bisa merasakan kenikmatan makan bersama keluarga."papar Mirna menyuap makanan sambil melirik Melisa.


Mereka kemudian makan malam bersama.Selang beberapa saat, makan malam pun selesai.Melisa meninggalkan ruang makan terlebih dahulu dengan di susul oleh Tasya.

__ADS_1


"Aku akan ke kamar terlebih dahulu!"tutur Melisa beranjak pergi.


"Mau kemana kau?"tanya Mirna melihat Tasya juga beranjak berdiri.


"Aku akan menyusul Melisa ayah ibu."lirih Tasya.


Baru saja akan membuka pintu kamar,tiba-tiba Melisa di panggil oleh Tasya.


"Melisa tunggu!"pinta Tasya yang berada di belakang nya.


Tangan yang memegang gagang pintu terhenti sejenak.Mendengar namanya di panggil,ia langsung membalikan badan nya.


"Apa,ada apa?"wajah datar mengiringi pertanyaan nya.


"Apakah kau ingin melanjutkan kuliah mu di sini?"tanya lagi Tasya."Kalau iya sebaiknya kau melanjutkan kuliah mu di universitas yang sama dengan ku.Kebetulan sebentar lagi aku juga akan lulus."terpampang senyuman di wajah nya.


"Sepertinya atau kenyataan nya kau lebih tua dari ku rupanya.Haruskah aku memanggil mu kakak?"tanya Melisa menatap wajah nya.


"Iya,aku memang lebih tua dari mu.Aku sedikit tahu tentangmu meskipun ayah tidak pernah berbicara tentang mu."tutur Tasya dengan wajah polos nya.


"Benarkah?ayah memang tidak pernah berbicara tentang ku,tapi aku tahu jika hati ayah hanya untuk ku."jelas Melisa tersenyum menyeringai lalu masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Senyuman di bibirnya terlihat memudar seketika,kemudian Tasya pergi begitu saja.


__ADS_2