Jodoh Melisa

Jodoh Melisa
Episode 44


__ADS_3

Sedangkan Mirna yang telah sampai di rumah Danu,terlihat gaduh memanggil beberapa kali nama Danu.Suasana rumah yang nampak sepi membuat Mirna semakin kesal.


"Kemana pergi nya Danu!"


Terdengar suara langkah mendekati dirinya yaitu Melisa.


Sorot mata Mirna langsung mengarah kepada Melisa yang berdiri di belakang nya.


"Heh,dimana ayah mu?"tanya Mirna.


Melisa hanya menatap Mirna sambil menggelengkan kepala nya.Anak kecil itu sangat irit berbicara kepada siapapun.


"Mana mungkin kau tidak tahu kemana ayah mu pergi!"ucap Mirna membungkuk memegang bahu Melisa.


Melisa lagi-lagi hanya diam sambil menahan amarah nya.Ia lalu pergi meninggal Mirna seorang diri di ruang keluarga.


"Permisi ada yang bisa saya bantu?"tanya salah satu pembantu.


"Dimana Danu?kemana dia pergi?"tanya Mirna.


"Maaf buk,tadi pak Danu pergi terburu-buru entah kemana."jawab nya.


"Baiklah,aku akan menunggu nya disini.Tolong buatkan aku jus jeruk!"perintah Mirna.


Selang beberapa menit,terdengar suara klakson mobil dari arah luar.Mirna pun mengira bahwa itu adalah Danu.

__ADS_1


Kali ini Danu tidak pulang ke rumah seorang diri.Ia pulang bersama Rosa.


"Sepertinya Mirna ada di sini!"kata Danu melirik mobil Mirna yang terparkir.


Rosa menoleh lalu tersenyum.Keduanya masuk ke dalam rumah.


Ketika di dalam rumah,Mirna yang beranjak dari tempat duduk pun sedikit bingung melihat Danu pulang bersama Rosa.


"Mirna....kau disini ternyata?"seru Danu.


"Danu...Danu kenapa engkau bisa pulang bersama wanita ini?"tanya Mirna.


Rosa menatap Mirna dengan penuh senyuman sombong.


"Darimana kau,sedang apa kau bersama wanita ini?"tanya Mirna geram.


"Diam kau!"bentak Mirna.


"Aku tidak sedang berbicara dengan mu!"bentak Mirna matanya melotot.


"Mirna...Mirna...sudahlah,kami hanya kebetulan bertemu tadi."jelas Danu.


"Apa aku harus percaya dengan omongan mu itu?"tanya Mirna.


"Ini hanya sepele Mirna,tolong jangan di perpanjang."ujar Danu.

__ADS_1


Mirna kembali duduk dengan melipat tangan nya.


"Danu,aku ke atas dulu ya....pasti Melisa akan senang jika bertemu dengan ku."sindir Rosa pada Mirna.


Mirna langsung menatap sinis Rosa yang berbicara seperti itu.


Tinggal lah Mirna dan Danu di ruang keluarga tersebut.


"Lihatlah bagaimana wanita itu bersikap di depan ku!"kata Mirna.


"Perasaan dia baik-baik saja bersikap kepadamu.Hanya kau saja yang posesif."kata Danu duduk di samping Mirna.


"Aku mau mulai sekarang kau harus menyingkirkan dia!"pinta Mirna.


"Tenang saja,besok dia akan pergi jauh dari sini bersama Melisa."ujar Danu.


"Apa kata mu?apa aku tidak salah dengar?"tanya Mirna belum paham.


"Aku menyuruh Rosa untuk tinggal di luar negeri bersama Melisa.Bukankah itu yang kau mau?"lirik Danu.


"Benarkah....baguslah kalau begitu!kita akan segera melaksanakan pernikahan!"ujar Mirna tersenyum.


"Tapi mengapa Rosa mau tinggal bersama di luar negeri?"tanya Mirna.


"Sudahlah tidak usah di tanyakan,yang terpenting sekarang kita akan melaksanakan pernikahan dan aku tidak akan lupa mengirimkan uang untuk kebutuhan hidup putri ku di sana."kata Danu.

__ADS_1


"Baiklah,sebentar lagi aku akan menjadi penguasa di rumah ini.Dan kedua anak ku Erik dan Tasya akan ku pastikan menjadi ahli waris."batin Mirna.


__ADS_2