Jodoh Melisa

Jodoh Melisa
Episode 15


__ADS_3

"Hah apa?Mirna sedang mengandung anak dari Danu."ucap Rossa dalam hati yang diam-diam mengintip dan mendengar percakapan mereka.


"Temui aku di hotel,aku akan menunggu kedatangan mu,kita akan bicara nanti."tutur Mirna lalu berjalan menuju mobil nya.


Mata nya berkeliling,ia mencoba menghentikan langkah Mirna yang sudah pergi.Namun mulut nya tak bisa berkata apa-apa lagi.Pria itu kembali masuk ke dalam rumah sembari menghembuskan nafas kasar.Sedangkan Rossa sudah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah.


"Di mana Hana?kenapa dia tidak ada di kamar ?"tanya Danu heran kemudian mencari.


Ternyata Hana sedang duduk di meja makan bersama Rossa yang sedang menghidangkan bingkisan yang di bawa oleh Rossa.


"Hana!ternyata kau di sini."ucap Danu dengan nafas tak beraturan.


"Mas,aku sedang menikmati makanan yang di bawa oleh Rossa."tutur Hana tersenyum pada suami nya.


"Apakah kau juga ingin mencicipi nya?"tanya Rossa tersenyum simpul.


"Em...iya kalian makan lah dulu."ucap Danu seperti orang linglung."Hana,aku akan pergi dulu,aku ada sedikit urusan."ujar Danu sambil melirik Rossa.


"Apa kau sedang ada masalah?kenapa kau tampak seperti orang gelisah?"tanya Hana pada Danu.


"Tidak Hana,aku tidak apa-apa.Aku pergi dulu,jaga dirimu baik-baik.


Hana mengiyakan ucapan suami nya.Rossa hanya terdiam melihat sikap Danu yang seolah-olah seperti orang bingung.Ia bahkan tahu kemana Danu akan pergi.


"Kenapa kau terdiam Ros?tanya Hana.


"Oh...tidak apa-apa Han,ayo lanjutkan makan mu."jawab Rossa.

__ADS_1


Ditengah perjalanan Danu sesekali mengusap kepala sambil menyetir.Pria itu tampak berkeringat dingin mengingat ucapan Mirna bahwa ia sedang mengandung anak nya.Pukul empat sore,Danu baru sampai di salah satu hotel yang dijanjikan Mirna.Pria itu memarkir mobil nya lalu bergegas mendatangi Mirna.


Selang beberapa saat,Danu sampai di salah satu kamar.Sebelum masuk dan membuka pintu,ia melirik suasana terlebih dahulu agar memastikan tidak ada orang yang melihat nya.


"Akhirnya kau datang juga."sambut Mirna yang duduk sambil minum.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan?"tanya Danu dengan raut wajah kesal.


"Aku ingin kau menikahi ku secepatnya.Mana mungkin anak yang ku kandung hidup tanpa seorang ayah."ujar Mirna dengan santai.


Danu menyeringai,rahang nya menegang seketika.


"Aku tidak bisa menikah dengan mu.Hana sedang mengandung anak ku sekarang."jelas Danu berdiri di hadapan Mirna.


Seketika Mirna beranjak berdiri menghempaskan gelas yang berada di tangan nya.Wanita sangat marah mendengar jawaban dari Danu.


Danu merapatkan bibir nya,pria itu diam seribu bahasa.


"Danu,aku yakin kau sangat mencintaiku begitu pula sebaliknya.Aku telah bercerai,aku hamil dan sekarang aku di benci kedua orang tua ku.Lalu apa lagi yang harus aku lakukan?"tanya Mirna membelai pipi Danu dengan mengucurkan air mata.


"Aku tahu Mirna,ini semua karena kesalahan dan kebodohan ku."ucap Danu menghela nafas.


"Jika kau tidak mau menikah dengan ku mungkin aku akan mengakhiri hidup ku.Dan kau akan merasa bersalah seumur hidup."tutur Mirna memeluk Danu.


"Tenanglah Mirna,tenangkan dirimu kau tidak boleh berbicara seperti itu."ujar Danu mengusap rambut Mirna.


"Tolong jangan tinggalkan aku lagi."pinta Mirna.

__ADS_1


"Sabar lah dulu,aku akan memikirkan semua nya."ujar Danu menuntun Mirna duduk di atas kasur.


Dengan diiringi hujan deras tak terasa hari sudah malam.Hana duduk di ruang keluarga sambil memakan beberapa buah-buahan.Sedangkan Rossa sudah pulang dari sore.


"Kenapa mas Danu belum juga pulang?"batin Hana sambil melirik ke jam tangan yang melingkar.


"Bisakah kau menemani ku untuk malam ini?"pinta Mirna pada Danu yang sedang memeluk nya sambil tiduran.


"Mirna,aku tidak bisa.Hana mungkin sedang menungguku."ujar Danu.


"Apakah aku salah memintamu untuk menemani ku malam ini?"gerutu Mirna menoleh ke Danu.


"Baiklah,aku akan mencoba menghubungi Hana dulu agar dia tak menungguku."ucap Danu beranjak dari tempat tidur lalu mengambil ponsel nya.


Pria itu kemudian menghubungi Hana.Hana dengan sigap langsung mengangkat telepon dari suami nya.


"Hallo mas,dimana kau?kenapa belum pulang juga?"tanya Hana dengan nada cemas.


"Hana...maafkan aku,aku tidak bisa pulang hari ini.Aku pergi ke luar kota secara mendadak menemui klein ku tadi."ujar Danu berbisik.


"Benarkah?"tanya Hana menghela nafas.


"Aku harap kau tidak berpikiran buruk tentang ku.Aku sangat mencintai mu.Aku tutup telepon nya."jelas Danu menutup sambungan telepon.


"Baiklah kalau begitu."jawab Hana.


"Aku tidak boleh berpikir yang macam-macam."ucap Hana memejamkan mata sambil menghela nafas.

__ADS_1


__ADS_2