Jodoh Melisa

Jodoh Melisa
Episode 32


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu,aku senang mendengar nya."kata Hana tersenyum.


Selang beberapa saat,Hana pergi ke kamar nya.Sedang Rosa sedang menidurkan Melisa.


Di kamar,Hana tampak termenung sambil menatap foto Melisa dan Danu.Sesekali ia mengeluarkan air mata lalu mengusap nya.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Hana yang tidak bisa tidur tiba-tiba mulai merasakan sakit hingga dirinya berteriak di tempat tidur.Badan nya menjadi lemas seperti orang lumpuh.


"Obat dimana obat ku?"tanya Hana menangis.


"Aduh...kepala ku sakit sekali!"kata Hana menjerit memegangi kepalanya.


Dia beranjak dari tempat tidur bangun dengan sekuat mungkin.Mengambil obat di atas meja namun obat tersebut rupanya sudah habis.Lalu Hana mencoba menghubungi Danu untuk meminta bantuan.Danu yang terkejut dengan sigap mengatakan bahwa dia akan segera ke sana.


Setelah menghubungi Danu,ia yang tidak tahan lagi langsung berjalan sekuat mungkin untuk membuka pintu.Namun badan nya yang sudah lemas membuat dia jatuh kelantai.


Kebetulan Rosa sedang ada di dapur untuk minum karena tenggorokan nya terasa kering.Ia melirik ke lantai atas dan mendengar suara kegaduhan.Sontak langsung membuat dirinya bergegas menaiki anak tangga menuju kamar Hana.


"Hana....ada apa dengan dia?"tanya Rosa.


Sedangkan Mirna dari tadi sedang mengawasi rumah Hana untuk mencari celah agar bisa masuk.Melihat penjaga rumah yang sedang tertidur,dengan waspada Mirna bergegas masuk ke halaman rumah Hana dengan pakaian yang tertutup agar tidak ada yang mengenalinya.


Ketika Rosa membuka pintu,ia terkejut melihat Hana sudah terkapar di lantai dengan wajah pucat nya.


"Han...Hana astaga apa yang terjadi?"tanya Rosa panik.


"Han....Han tolong ambilkan aku obat,aku butuh obat sekarang!"lirih Hana kesakitan.


"Baiklah,baiklah aku akan mengambilkan mu obat.Tapi sebelum itu aku akan memindahkan mu ke tempat tidur dulu."ujar Rosa mencoba membantu Hana berdiri menuju tempat tidur.


Setelah membaringkan Hana di tempat tidur,Rosa mengambil obat yang ada di atas meja.Namun obat tersebut sudah habis.


"Aish sial!obat nya sudah habis."ucap Rosa.


"Aku juga lupa untuk membawanya tadi."batin Rosa.

__ADS_1


Rosa menoleh ke Hana yang menangis di tempat tidur memohon kepada Rosa untuk meminta obat.


Pikiran Rosa seketika berubah ketika melihat Hana yang tak berdaya.Dia melipatkan tangan sambil tersenyum misterius kepada Hana.


"Apakah kau sangat kesakitan?"tanya Rosa.


"Jangan khawatir aku akan menjaga putri mu dan suami mu."ucap Rosa tersenyum.


Rahangnya menegang dan bibir nya mulai bergetar mendengar perkataan Rosa.


"Apa maksudmu.....?"lirih Hana dengan wajah pucat.


"Obat yang kau minum setiap hari setiap saat bukanlah obat sembarangan.Aku sudah menukar nya!"ketus Rosa.


Hana sontak terkejut mendengar pernyataan dari Rosa.Ia bahkan tidak menyangka jika orang yang sudah dianggap nya keluarga ternyata menusuknya dari belakang.


"Apa!kenapa kau melakukan semua itu padaku?"tanya Hana.


"Karena aku tergiur dengan semuanya."jelas Rosa.


Hana kesakitan namun tidak dihiraukan oleh Rosa.Belum puas,Rosa menutupi wajah Hana dengan bantal hingga Hana tidak bisa bernapas.


"Mati kau....mati kau!"ketus Rosa menyeringai.


Melihat Hana yang sudah tidak bergerak,Rosa yang kehilangan kendali langsung panik.


"Hah....apa yang ku lakukan!bagaimana ini?"kata Rosa.


Demi menghilangkan jejak,Rosa memecahkan gelas lalu menancapkan serpihan nya ke leher Hana agar nanti semua orang mengira bahwa Hana mati bunuh diri.Keluarlah darah segar dari Hana.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju kamar.Rosa yang belum sempat pergi langsung bersembunyi di dalam lemari.


Entah bagaimana caranya Mirna bisa masuk ke dalam rumah Hana.Ia berdiri sejenak di depan pintu kamar.


"Sepertinya ini kamar nya,aku yakin pasti mereka berdua sedang tidur bersama.Aku akan membunuh kalian!"batin Mirna kemudian masuk pelan-pelan.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya ia ketika melihat pemandangan yang mengerikan dari dalam kamar.Ekspresinya tampak tegang sekaligus tercengang.


Sementara itu Melisa terbangun dari tidur nya karena menyadari Rosa tidak berada di samping nya.Dia pun memutuskan untuk ke kamar ibunya.


"Hana.....Hana....apa yang terjadi?"tanya Mirna bingung.


Dengan bergetar di tambah keringat dingin,Mirna mendekati Hana dan mencabut serpihan tersebut dari lehernya.Tangan nya pun ikut kotor terkena darah.


"Ibu....ibu...."panggil Melisa yang sudah berdiri di depan pintu.Melisa menatap ibu nya yang sudah penuh darah dengan mata berkaca-kaca.Ia juga mental Mirna yang sedang memegang serpihan kaca.


Mirna kaget dan langsung membalikkan badanya.Disitu juga tiba-tiba Danu datang di temani oleh Willi.Dengan nafas tak beraturan Danu bicara terhadap anak nya dulu.


Mirna hanya diam tidak bisa berkata apa-apa.


"Melisa....sayang.....kau disini ternyata!"tanya Danu yang belum sadar jika di hadapan nya ada Mirna.


Mirna hanya diam tidak bisa berkata apa-apa.Danu pun memalingkan pandangan nya dan sangat terkejut.


"Mirna sedang apa kau disini?"tanya Danu lalu melihat ke arah Hana.


"Hana....kenapa banyak darah disini?"tanya Danu memeriksa denyut nadi nya.


"Hana....Hana....Hana...."jerit Danu menangis.


"Mirna apa yang kau lakukan!kau membunuh Hana!"gerutu Danu memegang dagu Mirna.


"Tidak-tidak Danu,aku tidak melakukan apa pun.Bukan aku!"sangkal Mirna.


"Aku tidak percaya dengan ucapan mu!jelas-jelas kau berada disini!"geram Danu mendorong Mirna ke lantai.


Pria itu dengan kepanikan nya langsung mengangkat Hana dengan maksud membawa nya ke rumah sakit.


"Willi tolong jaga kan Melisa dulu."pinta Danu.


"Baiklah!"balas Danu.

__ADS_1


Mirna yang melihat itu langsung beranjak berdiri dan pergi dari kamar tersebut.Sedang Rosa dari tadi menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak ketahuan.Ketika suasana di dalam kamar sudah sepi,Rosa barulah keluar dengan waspada.


__ADS_2