
Sesampainya di rumah sakit,Danu melihat Mirna yang sudah terbaring lemas di brankar.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Danu.
"Dia mencoba bunuh diri dengan menyayat leher nya.Untung saja dia masih bisa diselamatkan."ucap penjaga.
Danu menoleh Mirna,sedang Mirna hanya menatap langit-langit ruangan.
"Bisakah saya bicara berdua dengan nya?"tanya Danu.
"Baiklah silahkan!"jawab nya.
Danu mendekati Mirna dan mencoba bertanya mengapa ia melakukan percobaan bunuh diri.
"Mirna.....kenapa kau melakukan ini?"tanya Danu.
Mirna mengalihkan tatapan nya ke Danu.
"Danu.....aku mohon jangan pergi dari sisi ku.Aku sama sekali tidak membunuh Hana.Jadi tolong bebaskan aku!"lirih Mirna dengan mata berkaca-kaca.
"Itukah alasan mu untuk bunuh diri?"tanya lagi Danu.
"Kau punya anak dariku Danu,apa kau tega jika melihat Tasya menangis karena ia tahu bahwa ibunya di penjara?"tanya balik Mirna.
Danu terdiam seketika mengingat Tasya anak nya.Dia juga berfikir bagaimana dengan nasib Tasya nanti.
"Bagaimana Danu?jika kau bebaskan aku dan tutup masalah nya maka kita akan hidup damai.Tapi jika tidak biarkan aku mati saja!"kecam Mirna mau melepas infus di tangan nya.
"Mirna.....Mirna....apa yang kau lakukan!hentikan!"pinta Danu mencoba menenangkan Mirna.
"Tidak Danu.....lebih baik aku mati saja dari pada harus membusuk di penjara!"kata Mirna.
__ADS_1
"Dengarkan lah Mirna.....tenangkan dulu dirimu,tahan jangan emosi dulu."pinta Danu.
Mirna yang menangis akhirnya bisa di tenangkan oleh Danu.
"Baiklah.....aku akan membebaskan mu dan akan menutup kasus nya."ujar Danu mengambil keputusan.
Mirna yang mendengar itu langsung menunjukkan ekspresi senang campur sedih.
"Benarkah?"tanya Mirna tersenyum.
"Iya aku serius...tapi tolong jangan lukai dirimu.Dengar aku akan menyuruh polisi untuk menutup kasus kematian Hana dan akan memberitahu bahwa Hana meninggal karena bunuh diri."jelas Danu.
"Terimakasih Danu.....terimakasih....kau sangat pengertian sekali."puji Mirna.
______________________________
Menjelang sore,Danu pulang menuju rumah nya.
"Iya.....aku memutuskan untuk tidak memenjarakan nya dan menutup kasus nya."ucap Danu yang sedang duduk.
"Danu apa kau serius?apa kau tidak salah?"tanya Rosa.
"Bukan kah kau tahu sendiri bahwa dia lah yang membunuh Hana?"tanya lagi Rosa.
"Mau bagaimana lagi,dia sempat melakukan percobaan bunuh diri tadi.lagi pula sepertinya ucapan nya jujur."kata Danu.
"Dan bisa saja Hana bunuh diri pada malam itu."ujar Danu.
Rosa tersenyum palsu."Entah apa yang ada di pikiran mu saat ini!"balas Rosa lalu pergi menuju kamar Melisa.
Ternyata percakapan keduanya didengar oleh Melisa yang sejak tadi berdiri mendengarkan.Mata Melisa berkaca-kaca dan hati nya sangat hancur mendengar perkataan meraka.Gadis kecil itu sangat yakin jika ibu nya meninggal bukan lah karena bunuh diri.
__ADS_1
Mendengar ucapan Danu,hati Rosa mulai membara.Bagaimana tidak,rencana nya gagal ketika Danu membebaskan Mirna.
"Mirna awas saja kau,semua rencana ku untuk menjadi pengganti Hana malah gagal total."batin Rosa menggerutu.
Hari demi hari berlalu,kasus Hana sudah di tutup dan Mirna pun sudah di bebaskan.Beberapa hari ini Danu lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.Danu selalu mengunjungi rumah Miran dan anak nya Tasya.
Sementara itu Melisa hanya di temani oleh Rosa yang kerap kali datang ke rumah nya.
Semenjak kematian ibunya,Melisa sangat jarang sekali berkomunikasi dengan orang termasuk Rosa dan Danu.
"Duduk kah...."ujar Mirna menyuguhkan secangkir kopi.
"Dimana Tasya ?"tanya Danu.
"Tasya sedang tidur siang di kamar nya."jawab Mirna.
"Oh!"balas Danu lalu menyeruput kopi.
"Jadi kapan kita akan menikah?"tanya Mirna tersenyum.
Danu terdiam dan langsung meletakkan kopi nya.
"Ada apa?mau alasan apa lagi?"tanya lagi Mirna."Kita harus segera menikah agar semua orang tau bahwa kita suami istri."ujar Mirna.
"Iya aku tahu,tapi bagaimana dengan putri ku Melisa?apakah dia mau menerima ibu sambung nya?"ucap Danu.
"Tidak usah di khawatirkan,pasti dia mau menerima ku.Di coba saja atau tidak ajak aku untuk bertemu dengan nya biar lebih akrab."kata Mirna merayu.
"Kalau itu mau mu baiklah!besok aku akan mengajak mu dan Tasya ke rumah ku."ujar Danu.
"Tidak ada pilihan lain,aku harus menyatukan dua putri ku dari orang yang berbeda."batin Danu.
__ADS_1