
Selepas makan,Danu berniat mengantarkan Mirna pulang.Di tengah perjalanan pulang,wajah Mirna nampak masam.
"Ada apa dengan wajah mu?"tanya Danu.
"Masih bertanya juga?hah,mengapa wanita itu bisa ada di rumah mu?"ujar Mirna.
"Kau jangan salah paham,Rosa hanya mengurus Melisa untuk saat ini."balas Danu.
"Halah,aku tidak ingin melihat nya lagi."seru Mirna.
"Bisa saja dia menjadi penghalang untuk aku mendapatkan Danu ."batin Mirna.
Sesampainya di rumah,Mirna menyuruh Danu untuk mampir terlebih dahulu.
Di situ Danu juga mengiyakan ucapan Mirna untuk mampir.Tasya menyambut ayah nya dengan senang hati.Berteriak lalu memeluk nya.
"Ayah...."teriak Tasya.
"Tasya...."balas Danu mengendong anak nya.
"Hari ini ayah tidur disini kan?"tanya Tasya.
"Hah....ayah...ayah hari ini..."langsung di potong Mirna.
"Sudahlah,Tasya ingin kau menginap disini malam ini."sambung Mirna.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Melisa di rumah?"bisik Danu kepada Mirna.
"Dia akan baik-baik saja.Lagi pula ada wanita itu yang menjaga nya."balas Mirna.
"Baiklah sayang,malam ini ayah akan menginap disini."ujar Danu membuat hati Tasya senang.
"Nanti aku akan menghubungi Rosa dulu!"ucap Danu.
Hari sudah malam,Rosa terus saja mondar mandir tidak karuan.Dirinya seperti orang gelisah karena menunggu Danu yang tak kunjung pulang.
"Kurang ajar,kenapa Danu belum pulang juga?kemana dia pergi bersama wanita itu?"tanya Rosa.
Ponsel nya tiba-tiba bergetar,ia segera mengangkat panggilan yang masuk.Di telpon,Danu mengatakan bahwa malam ini dia tidak pulang ke rumah dan meminta Rosa untuk menemani Melisa di rumah.
Mendengar perkataan Rosa,dirinya mulai merasa kesal.Lirikan mata nya menoleh ke arah Melisa yang sedang duduk main boneka.
"Tenang sayang,sebentar lagi aku akan menjadi ibu mu yang paling baik untuk mu."batin Rosa tersenyum.
Sementara itu Mirna dan Danu juga Tasya makan malam bersama di ruang makan layaknya keluarga bahagia.Danu sendiri selain menyayangi Melisa,ia juga sangat menyayangi Tasya.
Selepas makan mereka bersantai di ruang keluarga.Sedang Tasya lebih dulu di antar ke kamar karena sudah mengantuk.
Di ruang keluarga Mirna membahas kembali kapan Danu akan menikahi dirinya.
Danu yang sedang menyeruput secangkir teh langsung meletakan nya kembali ke meja.
__ADS_1
"Bagaimana kapan kita akan melaksanakan pernikahan?aku mau pernikahan kita diadakan dengan sangat mewah!"kata Mirna tersenyum.
"Apa kau tidak lihat perilaku Melisa kepada kau tadi?"tanya Danu.
"Dia hanya belum terbiasa dengan ku.Lihat saja nanti dia pasti akan terbiasa dengan ku!"balas Mirna.
"Beri aku waktu seminggu untuk menyakinkan Melisa!"pinta Danu.
"Hem....baiklah kalau begitu,jika kau mengingkari nya,aku akan memberitahukan kepada semua media bahwa kau dan aku sebenarnya selingkuh dari Hana sampai menghasilkan anak!"seru Mirna.
"Aku tunggu di kamar!"ujar Mirna lalu pergi.
"Hah,wanita licik!kalau bukan karena anak,mana mau aku menikahi mu!"batin Danu."Oh tuhan....aku benar-benar menyesal sekarang!"kata Danu.
Sekarang Rosa sedang bersama Melisa di kamar.Dengan penuh kelembutan,sedikit demi sedikit Rosa mengambil perhatian dari Melisa.Sikap nya menunjukan seperti ibu yang sayang kepada anak.
"Tidurlah sayang....ayah mu ada sedikit urusan!"kata Rosa mengelus jidat Melisa.
"Bibi apakah kau akan meninggalkan ku juga?"tanya Melisa.
"Hah,meninggalkan mana mungkin sayang!"jawab Rosa.
"Ayah selalu sibuk dengan urusan nya,jadi aku hanya ingin bersama bibi saja."kata Melisa.
Rosa mulai tersenyum girang karena Melisa berkata seperti itu.Rosa kemudian menghasut Melisa agar ayah nya tidak menikah lagi dengan wanita yang di bawanya tadi siang.
__ADS_1
"Melisa,bagaimana jika ayah mu menikah lagi dengan wanita yang di bawanya tadi siang?mungkin kita akan jarang bertemu nanti."ujar Rosa.
"Tidak,aku hanya ingin bibi saja!"balas Melisa ingatan nya tertuju pada saat malam kejadian ibu nya di bunuh.