Jodoh Melisa

Jodoh Melisa
Episode 29


__ADS_3

Rosa memberikan sebotol obat kepada Hana.


"Hana ini obat untuk mu,kata dokter kau harus rutin meminum nya."ujar Rosa.


"Terimakasih Ros,aku sangat membutuhkan obat ini."ucap Hana mengambil nya.


Siang ini Mirna duduk terpaku di ruang keluarga rumah nya.Dia termenung sembari berperang dengan pikiran nya sendiri.


"Aku sangat merindukan anak ku Erik,kapan aku bisa hidup bersama dengan nya?"batin Mirna.


"Ini semua gara-gara Danu,selama ini aku telah di bodohi oleh lelaki itu.Baiklah,kau akan merasa menyesal kali ini Danu.Aku akan melakukan segalanya."batin Mirna geram


"Aku akan membunuh mu Hana.Dengan begitu Danu akan merasa sangat kehilangan."batin Mirna.


Setelah di usir oleh Hana,Danu tidak punya tujuan lagi dia be


tinggal sementara di rumah teman nya bernama Willi.Pria itu sengaja tak ingin pulang ke rumah Mirna karena masalah yang di hadapi nya sekarang membuat dirinya ingin menyendiri.Mirna beberapa kali menghubungi ponsel Danu namun tidak di angkat!.


___________________


"Karena kau sedang sakit maka biarkan aku yang merawat Melisa sementara."ucap Rosa menyuguhkan Hana secangkir teh hangat di ruang santai.


"Baiklah,terimakasih Rosa!"ucap Hana tersenyum.


"Jadi kapan kau akan mengurus surat cerai nya?"tanya Rosa.


"Besok pagi aku akan pergi mengurus nya!"jawab Hana menyeruput segelas minuman.


"Benarkah?baguslah!lebih cepat lebih baik."balas Rosa girang.

__ADS_1


Hana terheran melihat respon Rosa.


"Maksudmu?"tanya Hana.


"Aaah...tidak,maksudku lebih cepat lebih baik agar kau tidak merasakan penderitaan lagi."jelas Rosa.


Malam telah tiba,Hana sekarang duduk termenung seorang diri di dalam kamar sambil meratapi nasib nya.Seketika terdengar suara orang membuka pintu yang ternyata adalah Melisa.


"Melisa...."ucap Hana sedikit kaget."Kenapa kau belum tidur jam segini?"tanya Hana.


Melisa berdiri di depan Hana sambil menatap nya dengan penuh kesedihan.


"Ada apa sayang...kenapa wajah mu cemberut?"tanya Hana.


"Ibu kemana ayah?kenapa tidak kelihatan dari tadi?"tanya Melisa.


Hana yang mendengar itu langsung merangkul Melisa.


"Sayang...ayah mu sekarang sedang pergi berkerja di luar kota.Ayah mu pasti kembali lagi."ucap Hana mengelus Melisa.


"Benarkah ucapan ibu?aku sangat merindukan ayah."ujar Melisa.


"Sabar sayang,yang penting kau sekarang masih ada ibu pengantin ayah mu."balas Hana tersenyum.


_________


Sedangkan malam ini Mirna memiliki rencana jahat untuk menyingkirkan Hana.Ia berniat untuk pergi terlebih dahulu mengintai rumah Hana.Baru saja hendak pergi,tiba-tiba Tasya datang merengek memanggil ibu nya.


"Ibu....ibu mau kemana?"tanya Tasya dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Tas....Tasya!"ucap Mirna terkejut.


Tasya mendekati ibu nya,lalu memeluknya.


"Ibu jangan pergi,aku ingin malam ini ibu menemani ku tidur!"pinta Tasya.


"Tasya,kan ada bibi yang menemani mu tidur."ujar Mirna.


"Tapi aku malam ini ingin tidur bersama ibu."seru Tasya.


Mirna mau tidak mau pun harus menuruti permintaan anak nya.Jadi malam ini Mirna gagal atas rencana nya.


Sesudah menidurkan Melisa,Hana keluar dari kamar anak nya.


Kembali melangkah menuju kamar nya.Hana tiba-tiba memegangi kepalanya yang terasa sakit dan pandangan nya mulai kabur dan wajah nya memucat.Untung saja salah satu pembantu melihat nya.


"Haa....buk...buk!"kaget pembantu itu melihat Hana yang hampir jatuh ke lantai.


"Kepala ku sakit sekali!ah.....aw!"lirih Hana mempercepat langkah nya.


"Aku butuh obat,aku harus segera minum obat!"lirih Hana.


Pembantu itu pun membantu Hana menuju kamar dan membaringkan nya ke tempat tidur.


"Tolong ambilkan obat ku!"perintah Hana.


Pembantu itu dengan sigap memberikan Hana obat dan segelas air putih.Hana dengan cepat langsung menelan obat tersebut.


"Tolong jangan beritahu Melisa jika aku sakit."pinta Hana.

__ADS_1


"Baik buk saya tidak akan memberitahu Melisa."ucapnya menganggukkan kepala lalu permisi.


__ADS_2