Jodoh Melisa

Jodoh Melisa
Episode 37


__ADS_3

Sedangkan Melisa sedang duduk mengiris buah sambil menatap Melisa yang sedang duduk bermain boneka.


"Mengapa Danu membebaskan Mirna?hah,ataukah Danu setelah ini akan menikah dengan Mirna.Tidak,itu tidak akan pernah terjadi.Aku yang selalu ada untuk nya dan Melisa bagaimana bisa dia memilih Mirna?"batin Rosa.


Tak terasa tangan Rosa teriris pisau dan mengeluarkan sedikit darah.


"Argh....sakit sekali!"kejut Rosa membuat Melisa menoleh nya.


"Bibi apa kau baik-baik saja?"tanya Melisa.


"Ah.....Melisa bibi baik-baik saja sayang!"balas Melisa.


"Tapi tangan bibi mengeluarkan darah!"kata Melisa.


"Sayang ini hanya luka kecil kok!"ujar Rosa mengelus rambut nya.


"Hati anak nya sudah ku ambil tinggal ayah nya saja yang belum."batin Melisa tersenyum.


Sore menjelang malam,Rosa berpamitan kepada Melisa dan Danu untuk pulang terlebih dahulu.


"Danu....seharian aku sudah menjaga Melisa.Sekarang aku mau pulang dulu!"kata Rosa tersenyum.


"Terima kasih Ros,karena kau sudah mau menemani sekaligus mengurus Melisa."ucap Danu.

__ADS_1


"Iya sama-sama Danu.Sayang besok bibi akan datang lagi kesini!"ujar Rosa.


Melisa hanya menganggukkan kepala nya.


Wanita itu pun melangkah pergi dari rumah Danu.Tak terasa hari sudah malam.Danu menemani anak nya untuk tidur malam ini.Sebelum tidur,Danu sempat mengobrol kepada anak nya meskipun Melisa adalah anak pendiam.


"Melisa.....putri ayah....kau sangat cantik seperti ibu mu nak!"puji Danu membuat Melisa tersenyum.


"Apa ayah sangat mencintai ibu?"tanya Melisa.


"Jelas sayang,andaikan ibu mu masih hidup pasti ayah akan memperbaiki semuanya."kata Danu,pikiran nya tertuju pada satu pertanyaan.


"Melisa ayah ingin bertanya padamu."ujar Danu.


"Apa ayah?"tanya balik Melisa.


"Melisa terbangun malam itu karena Melisa merasa tidak ada orang di samping ."jawab Melisa.


"Benarkah?lalu apalagi yang kau ingat?"tanya Danu.


"Melisa mencoba memanggil bibi,namun bibi tidak ada.Lalu Melisa pergi ke kamar ibu."jelas Melisa pembicaraan nya dipotong.


"Cukup sayang!ayo tidur sudah malam!"ujar Danu mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Sambil mengelus rambut Melisa,ia berperang dengan isi kepala nya sendiri.


"Lalu dimana Rosa saat itu?tidak mungkin anak kecil seusia Melisa berbohong."batin Danu.


Keesokan hari nya,Danu bersiap-siap untuk pergi ke kantor.Yah,semenjak kematian Hana,Danu lah yang mengambil alih semuanya.


Pagi ini terlihat Rosa sedang menyiapkan sarapan untuk Melisa dan dirinya.


"Argh.....kau mengejutkan ku!"ucap Danu membenahi dasi nya.


"Danu ayo silahkan sarapan,kebetulan aku membawakan kalian makanan dari rumah ku."ujar Rosa tersenyum.


"Kenapa sikap nya sangat baik sekali terhadap aku dan Melisa?"batin Danu bertanya-tanya.


"Benarkah?em tapi maaf,aku tidak sempat sarapan dan aku harus buru-buru pergi."ucap Danu.


Raut wajah Rosa seketika berubah.


"Sayang,kau sarapan lah dulu bersama bibi Rosa.Ayah akan pergi dulu."ujar Danu mencium anak nya yang duduk di meja makan.


Pria itu pun melangkah pergi dengan begitu saja.


Rosa sedikit murka karena masakan yang ia buat tidak di makan oleh Danu.

__ADS_1


"Susah sekali cari muka dihadapan Danu."batin Rosa.


"Hehe....Melisa,ayo makan sayang!"seru Rosa.


__ADS_2