
Hana duduk di sofa sambil melibatkan tangan nya.Sorot mata nya menatap Danu dengan tatapan datar.
"Hana....apa kau sudah baikan?"tanya Danu mendekat.
"Cukup duduk di depan ku saja."pinta Hana.
Danu dengan wajah bingung langsung duduk di hadapan Hana.
"Seperti yang kau tahu,aku sedang berada di dalam suasana kesedihan atas kepergian ayah ku."ucap Hana.
"Iya aku mengerti Han!"balas Danu.
"Rasanya sudah lama kita tidak mengobrol berdua bukan?"tanya Hana tersenyum.
"Maafkan aku Hana,aku bisa menjelaskan semua nya tentang kejadian kemarin."ucap Danu menundukkan kepala nya.
"Kenapa begitu padaku?sebenarnya aku melakukan kesalahan apa?"tanya Hana menghela nafas dengan mata berkaca-berkaca.
__ADS_1
"Dulu kau menyakinkan aku,sekarang kau yang menghancurkan aku!"ucap Hana dengan air mata bercucuran.
"Apa kekurangan ku selama ini?kau berselingkuh dan aku memaafkan nya dengan harapan kau bisa berubah kembali.Dan kau berjanji tidak akan mengulangi nya tapi apa?kau....kau berselingkuh kembali dengan orang yang sama hingga mempunyai anak!"cibir Hana.
"Hana....Hana maafkan aku sekali lagi,aku juga tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini."ucap Danu sujud memohon dibawah kaki Hana.
"Gampang sekali kau meminta maaf?lalu bagaimana dengan nasib Melisa jika dia tahu ayah nya berselingkuh dan mempunyai anak selain dia?"tanya Hana.
"Hana....aku mohon tolong maafkan aku sekali lagi,beri aku kesempatan!"ujar Danu.
"Selama ini aku sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk mu.Aku menutupi kejelekan mu kepada ayah agar ayah mengira kau suami yang tepat untuk ku,tapi inikah semua balasan mu padaku?"gerutu Hana menangis.
"Apa maksudmu?"tanya Danu beranjak berdiri.
"Kau adalah luka dalam hidup ku!"jawab Hana.
"Aku pernah terlalu perduli dan percaya kepada kau,tapi kau sedikitpun tidak menghargai ku.Kau terus saja berbohong.Jadi aku ingin mengakhiri pernikahan ini dengan bercerai.Mari kita bercerai saja!"lontar Hana.
__ADS_1
Danu sontak terkejut mendengar ucapan istrinya.Dan memohon kembali kepada Hana agar ia tidak menceraikan nya.Namun Hana tidak menghiraukan permohonan nya.
"Hana....apa kau sudah gila bagaimana bisa kita bercerai?pikirkan anak kita yang masih kecil.Bagaimana bisa dia hidup tanpa seorang ayah?"tanya Danu.
"Bagaimana?"tanya balik Hana tersenyum."Semua tidak akan terjadi apabila kau tidak berselingkuh!"ketus Hana beranjak berdiri.
"Jangan berlindung di belakang anak atas kesalahan mu sendiri."ucap Hana geram."Aku menyesal telah menikah dan membuang waktu untuk laki-laki seperti mu."hina Hana.
"Hana....Apa kau benar-benar ingin bercerai dariku?"tanya lagi Danu dengan tatapan pilu.
"Tapi tenang saja,aku tidak akan membencimu atas apa yang kau lakukan padaku."ujar Hana berbohong."Apapun yang terjadi biarlah menjadi kenangan antara aku dan kau.Luka di hatiku cukup dalam kali ini."celoteh Hana melangkah kan kaki menuju keluar.
Danu seperti orang lemas tak bisa berkata apa-apa.Kedua bola mata nya berkaca-kaca mendengar keputusan Hana.
"Oh ya satu lagi!"seru Hana berhenti sejenak.
"Aku akan mengurus surat cerai kita dengan cepat,dan Melisa biarkan ikut bersama ku karena dia tidak pantas jika hidup bersama bajingan seperti mu."ucap Hana lalu pergi.
__ADS_1
"Hana....Hana...."panggil Danu namun tak dihiraukan.
Tubuhnya seketika terasa sangat lemas,kedua lutut Danu jatuh ke lantai.Sambil mengepal tangan,Danu menangis atas penyesalan nya.