Jodoh Pak Duda

Jodoh Pak Duda
Ana


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Ana tuan" jawab Ana singkat,Ana langsung berjalan kembali menuju pintu keluar di dapur itu yang menuju ke tempat penyucian pakaian dan kamar nya.


Harry tersenyum entah karena apa?Tapi dia senang mendengar kalau wanita didepannya ini seorang janda,ada daya tarik tersendiri didalam diri nya untuk mengenal Ana .


Harry pun menuju ke kamar nya,dia ingin menuntaskan hasrat nya yang dari tadi dia tahan. Baru kali ini dia bermain solo setelah istri nya meninggal,apalagi dia membayangkan wajah Ana yang cantik dan terlihat sangat menggoda nya. Harry membayangkan bagian tubuh Ana yang ada dibalik kain tipis tadi,seketika gairah nya semakin memuncak hingga akhirnya dia mendapatkan pelepasan yang nikmat.


Dengan nafas terengah-engah,Harry memejamkan mata nya. Ada rasa senang karena sudah sepuluh tahun hasrat dan gairah nya tak keluar ,tapi pertama kali nya malah bermain solo dengan membayangkan wajah dan tubuh wanita lain dan bukannya mendiang istrinya .


Setelah menuntaskan hasrat nya,Harry bisa tidur dengan lelap nya. Dia bahkan bermimpi bercinta dengan Ana,wanita yang baru sekali dia lihat.


Kriiing....kriiing....


Harry terbangun dengan suara ponsel nya, dia mengangkat ponselnya tanpa melihat nya . Dia merasa tubuhnya terasa lengket,karena ****** ***** miliknya sudah bertebaran didalam boxer yang dipakainya.


"Hhmmm.....Ada apa?" Tanya Harry,dia merasa kesal karena mengganggu tidur nya.


"Pak,pak Ferry ingin bertemu dengan anda. Mungkin Pak Ferry ingin menemui anda dengan nona Mabel " ucap Asisten Harry .


"Hhmmm....Aku akan menemui nya makan siang nanti" jawab Harry


Dengan malas Harry bangkit dari atas tempat tidur,dia mengingat bagaimana percintaan nya tadi malam dengan Ana. Mengingat Ana,Harry semakin bersemangat . Dia membersihkan tubuhnya dan kemudian dia berjalan keluar dari kamar nya menuju dapur,dia ingin melihat wajah Ana pagi ini sebelum bertemu dengan Mabel nanti.


Entah kenapa Harry tak bersemangat lagi untuk menikahi Mabel,dia malah lebih bersemangat untuk bertemu dan melihat wajah Ana.

__ADS_1


Jantung nya berdebar dengan kencang nya saat kaki Harry melangkah menuju dapur,dia ingin melihat wanita yang dia mimpi kan bercinta dengan nya semalaman. Wanita yang membuatnya berpikiran liar sehingga mendapatkan pelepasan yang luar biasa nikmat nya,hanya dengan membayangkan tubuhnya.


"eekkhm...."


Harry berdehem dengan sedikit keras,dia duduk di kursi makan yang berada disana. Dengan mata nya yang mengelilingi seluruh sudut dapur,tapi hanya ada Vivi dan Bik Berta.


"Anda ingin sarapan sekarang tuan muda?" tanya bik Berta dengan sopan.


"Ya....Aku ingin sarapan roti saja bik" jawab Harry,saat dia melihat bik Berta membawakan sepiring nasi goreng dengan telur ceplok diatas nya.


"Oh....Saya akan buat kan tuan ,saya pikir anda mau mencoba nasi goreng ini. Karena ini enak sekali menurut saya,bukan buatan saya seperti biasa nya" jelas bik Berta.


"Tapi jika anda ingin roti,maka saya akan buat kan" ucap bik Berta lagi sambil membawa piring yang berisi nasi goreng itu.


"Hah....Siapa yang masak? " Tanya Harry dengan nada penasaran,dia berharap yang masak adalah Ana. Entah kenapa dari tadi malam dia selalu memimpikan wanita itu?.


Wajah Harry seketika tersenyum,itu yang ingin dia dengar. Senyuman Harry membuat bik Berta terkejut,karena baru ini tuan muda nya senyum-senyum sendiri selama istri nya meninggal.


"Eh....Sini,mau dibawa kemana nasi goreng nya ?" ucap Harry saat melihat bik Berta ingin membawa piring nasi goreng itu.


"Tapi tuan kan mau roti" jawab bik Berta,Harry langsung menarik piring dari tangan Bik Berta dan menyuapi nasi goreng itu dalam mulut nya.


Seketika mata nya membulat sempurna,nasi goreng itu memang terbilang enak. Ana memang suka memasak,dia bahkan memperlajari mengenai masakan asing dari internet dan mencoba nya.


"Enak,ternyata ngak hanya wajah dan tubuhnya yang enak dipandang tapi masakannya juga enak" batin Harry,dia makan dengan lahap membuat Vivi dan Bik Berta terkejut.

__ADS_1


"Ah.....Dimana Ana sekarang ?" Tanya Harry sambil mengelap bibir nya yang berminyak.


"Ana?" tanya kedua nya dengan wajah terkejut,dari tadi mereka terkejut dengan sikap Harry.


Selama ini mereka ngak pernah mendengar tuan muda nya ini memanggil nama pembantu nya,bahkan dia ngak tau nama Vivi. Hanya menyebutnya wanita itu,tapi tiba-tiba Harry menyebut nama Ana membuat mereka semakin bingung.


"Ana lagi memberikan makan Andy,setelah Andy tidur baru Ana bekerja. Nyonya mengatakan nya seperti itu,dia boleh bekerja setelah anak nya tidur" jelas bik Berta.


"Andy? " tanya Harry dengan mengernyitkan dahi nya .


"Ya....Andy anak nya Ana" jawab bik Berta, Vivi terus memperhatikan wajah Harry yang berbeda dari biasanya sambil menahan sakit di bagian sensitif nya karena tadi malam dia di paksa oleh majikan Era karena majikannya itu mabuk .


Pagi ini Vivi lari dari kamar pria itu,waktu itu Era tidak bisa membantu nya karena bos nya Era menggendong tubuh Vivi dan mengancam Era dan suami nya akan dipecat jika menghalangi mereka. Vivi menyesal telah memilih menginap dirumah majikan Era,karena Era tinggal dikamar belakang tempat para pekerja.


"Suruh Ana menemui ku di kamar" ucap Harry dengan tegas membuat Vivi tersadar dari ingatan nya yang membuat nya kehilangan kesuciannya.


"Hah?Ah iya tuan,nanti saya suruh Ana menemui anda dikamar anda" jawab bik Berta dengan wajah terkejut.


Vivi juga terkejut,dia berjalan ke belakang dapur dan akan memberitahu Ana segera. Dia yakin pengamatannya benar,pak duda itu menyukai Ana. Bahkan dia hapal nama Ana sebentar saja saat bik Berta mengatakannya,dia yakin sekali.


"An....An....Kamu dipanggil Pak duda,tadi malam apa yang terjadi?" teriak Vivi dengan semangat sambil meringis sesekali menahan sakit dibagian inti nya.


Vivi yakin jika tadi malam Ana dan Harry sudah bertemu,atau bahkan melakukannya juga seperti dirinya yang dipaksa oleh bos nya Era. Tapi dia yakin kalau pak duda itu akan bertanggung jawab,tidak seperti bos nya Era yang sudah menikah . Mana mungkin dia bertanggung jawab,karena dia sudah punya istri. Walaupun belum punya anak ,tapi setidak nya dia sudah menikah.


"Tadi malam ?Oh.....Pak duda datang ke dapur mau ngambil minum terus minta mie goreng yang aku masak,memang nya kenapa?Apa perut nya sakit karena mie buatan ku?" jelas Ana dengan wajah khawatir.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2