Jodoh Pak Duda

Jodoh Pak Duda
Tidur bersama


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Cup


Wajah mereka sangat dekat sehingga Harry dapat mengecup bibir Ana dengan cepat,bola mata Ana membulat sempurna seolah ingin keluar dari tempat nya.


"Kenapa anda ada disini?" tanya Ana dengan suara pelan karena dia merasakan tangan Harry sudah melingkar dipinggang nya, membuat tubuh nya tegang.


"Aku rindu pada mu" jawab Harry dengan santai sambil memejamkan mata nya,dia menghirup aroma tubuh Ana yang sudah dipenuhi keringat karena diruangan itu cukup panas. Hanya ada kipas angin,itu pun berjalan. Sesekali angin kipas itu mengenai mereka ,sehingga keringat pun kembali membasahi kening dan leher Ana.


"Rindu? Dasar duda gila" Batin Ana dengan kesal.


"Tuan.... Saya berkeringat dan bau,sebaiknya anda keluar saja jangan disini " ucap Ana ,dia merasa tegang karena tangan Harry masih berada di pinggang nya,malahan mulai meraba ke bagian bo kong nya.


"Aku merindukan mu,bisakah kau diam dulu. Aku ingin tidur" Ucap Harry yang masih memejamkan mata nya,tangannya sudah menelusup masuk ke bagian celana belakang milik Ana membuat Ana merasa risih.


Harry mengelus belahan bo kong milik Ana dengan pelan,membuat tubuh Ana bergetar tak lama terdengar suara hembusan nafas yang berasal dari Harry. Ana melirik ke arah Harry yang sudah tertidur pulas,dia juga melirik ke Andy yang sudah berjalan mendekati nya.


"Bunda..... Siapa itu?" Tanya Andy dengan mata yang menatap ke arah Harry.


"Ngghhh....Ini tuan muda,bos kita disini . Andy ngantuk?" tanya Ana lembut,Andy mengangguk dan mengucek kedua mata nya karena memang sebelum menyetrika. Ana sudah memberikan makan siang pada Andy,makanya saat ini Andy sudah mengantuk.


Ana meletakan setrikaan nya karena amanat dia sudah selesai menggosok saat Harry duduk disamping nya,hanya tinggal memasukan ke dalam kamar masing-masing dan itu tugas nya Vivi.

__ADS_1


Dengan perlahan Ana merebahkan tubuh Harry ke atas alas setrikaan yang berupa ambal,dia tidak mungkin membangunkan Harry karena tidur Harry terlihat sangat nyenyak. Kalau mengangkat nya juga ngak mungkin,karena tubuh Harry yang cukup besar.


Ana berdiri dan berjalan ke arah dapur bersama dengan Andi, dia akan membuatkan susu agar Andi bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan.


Ana membawa Andi ke dalam kamar nya dan merebahkan tubuh Andi,kemudian memberikan susu. Tak lama Andi tertidur,Ana pun keluar dan kembali ke ruangan cucian. Disana masih terlihat Harry tertidur,dia merasa tidak enak meninggalkan Harry begitu saja.


"An....Sudah selesai? Aku akan..." teriak Vivi saat masuk ke dalam ruangan itu ,tapi langsung berhenti saat melihat Harry ada disana .


"Eh....pak duda kenapa ada disini?" tanya Vivi dengan suara pelan,Ana hanya mengendikan bahu nya saja.


"Tiba-tiba pak duda masuk dan memeluk ku,trus tidur seperti ini" jelas Ana dengan bingung .


Vivi hanya mengangguk ,kemudian mengangkat keranjang yang berisi pakaian untuk dia susun didalam lemari. Dia tersenyum, yakin kalau Harry menyukai Ana. Mungkin Ana pun merasakan hal yang sama tapi mereka tidak mengetahui maksud ucapan mereka sendiri,jadi biarkan berjalan apa ada nya.


Waktu makan siang tiba,Ana yang tadi nya hanya menjaga dan menemani Harry malah ikut tertidur tak jauh dari Harry. Dia tidak ingin ada yang memergoki mereka sedang berduaan didalam ruangan itu,walaupun ruangan itu terbuka tapi ngak menjamin orang yang melihat nya akan percaya.


Harry terbangun saat merasakan gerah ,apalagi tubuh nya terasa lengket. Dia melihat sekeliling nya dan melihat Ana yang tertidur di sudut ruangan itu dengan bersandar di dinding,kemudian dia mengingat apa yang dia lakukan .


Rasanya sangat nyaman tidur bersama dengan Ana,dia merasa bisa tidur dengan nyenyak. Seketika dia tersenyum lebar,dia menatap wajah cantik Ana yang sedang tertidur. Kemudian bangkit dan menggendong tubuh Ana,membawa nya keluar dari ruangan itu.


Harry ingin membawa Ana ke dalam kamar nya,karena dia pikir ibu nya sudah pergi ke rumah mertua nya tapi ternyata dia salah. Saat menggendong tubuh Ana yang masih terlelap,bertepatan saat itu juga kedua ibu nya keluar dari dalam kamar .


Mereka saling tertatapan, kemudian Harry memajukan bibir nya dan menggerakan bibir nya tanpa suara agar kedua ibu nya tidak bersuara. Mereka pun mengangguk membuat Harry tersenyum dan melanjutkan jalan nya menuju kamar,mereka bahkan membukakan pintu kamar Harry begitu saja.

__ADS_1


Harry masuk dan merebahkan tubuh Ana di atas tempat tidur milik nya,kemudian dia melihat kedua ibu nya masih berdiri didepan pintu menunggu nya. Dia tau kalau mereka butuh penjelasan ,karena membawa wanita ke dalam kamar nya saat wanita itu masih tidur.


Harry berjalan mendekati pintu,kemudian mendorong kedua ibu nya keluar dari kamar nya. Dia akan menjelaskan kalau tadi dia ketiduran di ruangan cucian,karena dia yakin kalau kedua ibu nya pasti curiga pada nya.


"Kenapa kau menggendong Ana?Kalian habis ngapain?" tanya ibu Karina dengan nada penasaran.


"Ngak ada,tadi aku ketiduran di ruang cucian. Pas bangun aku liat Ana tidur di sudut ruangan,aku kasihan dan bawa dia kesini " jelas Harry.


"Ngapain kamu ke ruang cucian?" Tanya ibu Marsya dengan tatapan bingung.


"Hah? He...he...tadi aku ngak bisa tidur jadi aku nyari orang untuk buatin aku susu dan cemilan,didapur ngak ada orang jadi aku cari di ruang cucian. Eh ada Ana disana ,maksud nya mau minta buatin tapi dia lagi nyetrika. Jadi aku tungguin sampe aku ketiduran disana " jelas Harry sambil cengengesan membuat mata kedua ibu itu mengerjab berkali-kali,sudah lama dia tidak melihat wajah Harry yang seperti ini.


"Kau ini,jangan macam-macam dengan Ana. Dia masih polos walaupun sudah menjadi janda dan memiliki anak,bukan berarti dia seliar dirimu" ucap ibu Karina dengan tegas.


"Liar? Apa ibu pernah liat aku liar selama ini?" tanya Harry dengan memicingkan sebelah mata nya ,karena ucapan sang ibu yang membuat nya kesal.


"Memang ngak sih,tapi seperti nya saat ini kau semakin liar bila bersama dengan Ana" Jawab ibu Karina.


Kedua ibu itu menatap ke arah Harry dengan tatapan berbeda,Harry memang sangat berbeda saat ini dari pada dulu waktu dia bersama dengan Sarah. Dengan Sarah,Harry terlihat tegas dan berwibawa. Tidak pernah melepaskan tawa nya saat bersama,hanya dengan Sarah saja dia bisa tertawa lepas.


"Dengar nak,kalau kau menyukai nya. Kau bisa menikahi nya dan menerima anak nya ,tapi jika kau tidak menyukai nya mending jauhi dia" ucap ibu Karina dengan tegas.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2