
❤❤❤❤❤❤❤❤
Papa James mengernyitkan dahi nya, dia baru tau ada wanita yang tidak ingin di tanggung jawab kan. Padahal kesuciannya sudah diambil oleh anak nya,sedangkan Rasty. Saat wanita itu mengaku hamil anak nya James,dia sudah tidak perawan saat melakukannya dengan James.
"Mama akan memaksanya untuk bertanggung jawab,dia pria dan harus melakukan hal itu" ucap mama James dengan tegas.
"Ngak usah nyonya,aku akan menanggung semua nya sendiri. Lagi pula aku juga ngak hamil kok,mungkin ini hanya masuk angin saja" jelas Vivi dengan senyuman dibibir nya.
"Kalau kau hamil,kau harus menikah dengan putra ku" ucap mama James sambil menatap wajah Vivi dengan lembut,dia menggenggam tangan Vivi dengan erat .
Vivi menggelengkan kepala nya,dia yakin dia ngak hamil. Dia berusaha menguatkan hati nya,dia tidak ingin jadi istri kedua James. Dia pasti akan merasa sangat malu jika harus berhadapan dengan bibi dan paman nya dikampung,mereka sangat membenci Vivi karena seorang anak yatim piatu. Mereka takut jika Vivi akan meminta hak ayah nya dari warisan yang diberikan nenek nya dulu, padahal Vivi hanya ingin merasakan kehangatan keluarga.
"Aku ngak hamil,kalau pun aku hamil. Aku akan membesarkan nya sendiri,kalian ngak perlu khawatir " jawab Vivi yang kembali tersenyum.
"katakan....berapa yang kau ingin kan?untuk menggugurkan anak itu,jika memang kau hamil. Saya rasa kehamilan mu masih sangat muda,jadi tidak masalah jika harus digugurkan" ucap papa James, dia ingin menguji perasaan wanita didepan nya itu.
Tatapan pria paruh baya itu membuat Vivi kesal,dia juga balik menatap papa nya James dengan tajam. Dia tidak menyangka akan dianggap menginginkan uang mereka ,tapi dia tau kalau kebanyakan orang kaya selalu melakukan semua nya dengan uang. Uang bisa membayar semua nya
Vivi tersenyum tipis,dia masih menatap tajam pada papa nya James. Begitu juga dengan mama nya James karena suami nya itu mengatakan hal yang tidak masuk akal,bukannya mencoba merayu Vivi malah menawarkan uang . Membuat wanita itu merasa terhina,dia yakin Vivi merasa seperti itu.
__ADS_1
"Maaf tuan besar,saya tidak butuh uang anda. Lagi pula jika saya hamil,saya ngak akan mengganggu keluarga anda dan anak saya akan menjadi urusan saya. Saya akan membesarkan nya sendiri,seperti yang saya bilang tadi. Anda ngak perlu khawatir,saya ngak akan mengatakan siapa ayah nya. Mungkin saya akan menikah nanti, jika ada yang menerima saya dan anak saya " jelas Vivi dengan tegas.
"Jadi kau akan mempertahankan anak itu? " tanya papa James dengan tatapan tajam nya ,tapi Vivi tidak takut sama sekali. Vivi menganggukan kepala nya,dia memang akan mempertahankan anak nya jika memang dia benar-benar hamil.
"kalau begitu,kau harus menikah dengan anak ku. Aku ngak mau cucu ku diakui sebagai anak orang lain,lagi pula kami belum memiliki cucu dan untuk urusan pelakor. Kau tidak akan jadi pelakor,karena memang rumah tangga James dan istri nya tidak harmonis. Istri nya hanya mementingkan dirinya sendiri,dia tidak pernah memperhatikan suami nya dengan baik. Hanya butuh status dan nama besar keluarga kami agar dia bisa menjadi terkenal dikarir nya,kami ngak butuh wanita seperti itu " jelas papa James dengan tegas ,dia tidak perduli jika sang anak merasa malu.
Vivi menatap ke arah James yang sudah menundukan wajah nya seolah dia merasa malu ,Vivi menjadi merasa bersalah juga sedih. Dia tidak menyangka kehidupan orang kaya akan begitu,hati nya merasa luluh. Entah karena bawaan bayi atau apa,tapi dia yakin dia ngak hamil.
"Ibu Vivi"
Perawat yang baru keluar dari ruangan memanggil nama Vivi,semua nya menatap ke arah perawat itu dan mengangguk bersamaan. Kemudian Vivi diapit oleh Bik Berta juga mama nya James berjalan masuk kedalam ruangan itu,begitu juga dengan James dan papa nya.
Vivi menatap ke arah James,dia menjadi semakin kasihan dengan James karena ternyata di tipu oleh istri nya. Berarti benar apa yang dikatakan oleh papa nya James, mungkin dia bisa mulai memberikan kasih sayang pada pria yang kurang kasih sayang dari istri nya itu.
"Ini bukan Rasty,tapi menantu ku yang lain. Mereka akan menikah dalam waktu dekat,sedangkan Rasty. James sudah bercerai dengan wanita ular itu " ucap mama James dengan tegas,dia sudah menelpon pengacaranya saat James nya menelpon tadi.
Mama James menelpon saat menuju ke rumah sakit,dia meminta pengacara keluarga nya mengurus semua nya mengenai perceraian Rasty dan harus segera selesai dalam bulan ini karena James akan menikah lagi setelah semua nya selesai.
"Ah....benarkah?selamat bu,akhirnya Tuan muda dapat hidup bahagia dan tidak di manfaatkan oleh wanita ular itu lagi " ucap dokter wanita paruh baya itu,dia sangat mengerti bagaimana keluarga James.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu silahkan naik ke atas ranjang nona muda" perintah sang dokter sambil melihat ke arah Vivi,karena hanya Vivi yang terlihat muda .
Vivi mengangguk dan naik ke atas ranjang pasien,perawat yang tadi memanggil segera menaikan pakaian Vivi dan mengoleskan gel ke atas perutnya. Kemudian dokter paruh baya tadi meletakan alat berbentuk lonjong diatas gel itu,dia memutar nya dengan lembut hingga terdengar suara serak dari komputer yang tak jauh dari nya.
"Nona....anda Dengar suara nya ?itu janin anda,dia sehat dan kuat" jelas dokter wanita itu dengan lembut.
Vivi terkejut,dia menatap layar komputer saat dokter wanita didepannya menunjukan gerakan kecil di komputer itu. Masih sebesar kacang,tiba-tiba air mata nya mengalir dari mata nya . Begitu juga dengan semua tangan ada disana,mereka ikut menangis haru.
Ke dua orang tua James merasa senang karena akhirnya mereka bisa menjadi kakek dan nenek,sedangkan James yang memang menyukai anak-anak dan sangat menginginkan anak. Lebih senang,dia mendekati Vivi dan mengecup kening Vivi.
Mata mereka bertemu,James menghapus air mata di pipi Vivi dengan lembut. Kemudian mengelus perut Vivi yang masih rata dan sudah ditutup dengan baju nya, dia mengecup perut Vivi.
cup
"Sehat ya sayang....papa akan jaga kamu dan mama mulai saat ini,jadi biarkan papa dekat dengan kalian " ucap James sambil mengelus perut Vivi dnegan sayang.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1