
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
"saya ingin melamar vera bu,ibu dan bayu akan ikut saya ke kota setelah kami menikah nanti" ucap Carlos.
"pak....anda jangan bicara ngak jelas,jangan suka janji-janji" bentak vera dengan kesal.
"Aku ngak janji,setelah ibu keluar dari rumah sakit maka aku akan menyiapkan pesta pernikahan kita" jawab carlos dengan jelas
"Aku ngak punya keluarga,hanya ada harry dan keluarga nya yang sudah aku anggap keluarga jadi mereka akan mewakili aku untuk menikahi mu . Aku juga seorang duda,aku ditinggalkan istri ku karena dia selingkuh dengan rekan bisnis ku. Aku harap kau setia ,tidak melakukan hal seperti itu " jelas Carlos dengan wajah yang sesekali terlihat kesal karena mengingat istri yang dia cintai dulu malah berselingkuh dengan rekan kerja nya.
Vera hanya bisa diam saja,dia tidak memperdulikan apa yang di katakan lelah carlos. Saat ini dia ingin merawat ibu nya,dia ingin ibu nya menginap lagi dirumah sakit hingga sembuh total walaupun dokter bilang ibu nya sudah bisa kembali pulang tapi vera meminta satu atau dua hari lagi ibu nya dirawat.
Sementara itu dirumah mama nya James, vivi sudah terlihat seperti putri yang sedang dilayani oleh pelayan nya. Dia terasa kurang nyaman karena perut nya yang masih terasa mual dan dipaksa makan oleh pelayan akibat disuruh mama nya James.
"Aku sudah kenyang, aku ngak mau lagi" ucap Vivi sambil merengek seperti anak kecil.
James masuk kedalam kamar miliknya ,dia melihat wajah Vivi yang cemberut dan menggemaskan dimata nya . Dengan perlahan dia mendekati Vivi ,kemudian dia memeluknya .
Vivi terkejut,dia melihat james yang sudah memeluk nya dari belakang . Vivi menghirup aroma minyak kayu putih yang menenangkan,dia berbalik dan memasukan wajah nya ke dada bidang milik james.
James tersenyum senang,dia sudah mengikuti saran dari papa nya. Memakai minyak kayu putih ditubuhnya dan tidak memakai parfum,karena memang dia ingin lebih dekat dengan Vivi.
Selama beberapa minggu ini James mengurus perceraiannya,dia melakukannya dengan cepat karena bantuan pengacara dari papa nya. Dua hari lalu james dinyatakan cerai dari Rasty,Rasty tidak bisa lagi mengatakan apa pun karena memang Rasty sudah kalah.
__ADS_1
Pengacara keluarga james memperlihatkan video bercinta Rasty dengan beberapa pria,dia akan menyebarkan video itu jika Rasty mempersulit gugatan cerai yang diajukan oleh james. Makanya semua nya berjalan lancar,Rasty tidak berani melakukan apa pun Lagi. Dia hanya bisa pasrah dengan semua nya,jika tidak. Mungkin dia akan kehilangan karir nya yang saat ini sudah berada dipuncak nya.
"ada apa?Kenapa menangis hhmmm ?" tanya james dengan lembut,vivi makin kesini makin manja dna cengeng.
Kalau kata mama nya James,mungkin bawaan bayi nya makanya dia terbilang manja. Perut Vivi masih belum begitu besar,makanya mama nya James memaksa vivi untuk makan banyak agar bayi nya sehat dan besar didalam.
"Aku sudah kenyang,tapi dipaksa untuk makan " jelas Vivi dengan isak tangis nya.
"ya sudah....ngak usah,kamu mau makan apa sayang?Biar kita beli ya?" tanya james,dia benar-benar ingin menarik perhatian vivi
Vivi memandang wajah James,dulu dia begitu membenci pria didepannya ini. Tapi lama kelamaan ,dia menyadari jika dia tidak bisa terus membenci pria ini. Apalagi bik Berta dan mama nya James selalu memberikan nasihat ,agar vivi menerima james karena james sudah merasa bersalah.
"Aku mau makan es cream,trus bakso bakar" jawab vivi dengan mata berbinar
cup
Wajah vivi memerah,dia merasa malu melakukan hal itu . Kemudian dia menjauhkan tubuhnya yang masih berada dipelukan james tapi james malah menarik nya, dia semakin mempererat pelukannya .
"Aku mencintai mu,mau kan kamu menikah dengan ku ?" ucap James,kini dia merenggangkan pelukannya dan menatap mata vivi dengan lembut.
Sebelum james masuk ke dalam kamar nya,mama nya mengatakan kalau pesta pernikahan untuk james dan vivi sudah dia siapkan . Dari mulai aula,gaun dan cateringan. Semuanya sudah di urus oleh mama nya,tinggal persetujuan dari Vivi dan undangan.
Makanya saat ini James menanyakan hal itu pada vivi,dia juga melamar vivi dengan mengeluarkan kotak beludru berwarna merah maron. Didalam nya terdapat dua cincin yang bermata kan berlian,membuat vivi terkejut tapi juga senang.
__ADS_1
"kau mau kan?aku ingin menikahi mu segera,kita akan pindah kerumah kita yang baru. Hadiah dari papa dan mama,rumah itu akan menjadi lembaran baru dari pernikahan kita sayang " jelas James membuat Vivi menganggukan kepalanya
Mata james melotot,dia kembali menatap vivi dengan intens. Dia tidak menyangka mendapatkan anggukan dari Vivi,mata nya masih meminta jawaban dari Vivi karena dia harus mendengar suara vivi secara langsung
"kau mau menikah dengan ku kan ?" tanya james, mata nya masih menatap lekat mata vivi.
"iya....aku mau " jawab Vivi dengan pelan,dia merasa malu .
"yes....besok kita menikah ya " jawab James dengan senang,dia berteriak dan mengangkat tubuh Vivi ke atas karena sangking senang nya.
Besok nya,Vivi terkejut karena ternyata ucapan james tidak main-main. Semua nya sudah disiapkan dikamar nya,gaun pengantin dan kotak make up. Dia membuka mata nya dan melihat James masih berada dikamar nya,dia merasa senang melihatnya.
"Aku sarapan saja dulu,aku sudah menyuruh bik Berta untuk membawakan sarapan untuk mu. Setelah itu kamu akan dibantu oleh dua orang pelayan untuk mandi,kemudian kita bersiap pergi ke hotel"jelas James sambil meletakan nampan berisi susu ibu hamil dan burger karena memang Vivi lebih senang makan burger saat hamil ini.
Vivi mengangguk,dia melihat nampan yang dibawa james. Dia tau kalau james akan makan bersama nya juga dikamar ini,dia merasa senang karena ditemani sarapan.
Sesekali james menyuapi bubur ayam miliknya pada vivi,karena vivi terus menatap makanan nya. Dia yakin jika Vivi berselera melihat nya makan,maka mulai hari ini James akan makan didepan Vivi dan menyuapi nya .
Setelah sarapan,orang suruhan james pun mulai membantu Vivi bersiap. Di aula hotel sudah banyak keluarga besar james juga rekan bisnisnya berdatangan dan menunggu mereka,james menggandeng tangan vivi menuju mobil .
Mereka sudah siap dan berangkat menuju hotel,dengan wajah senang dan saling bergandengan tangan. James terus menatap ke arah Vivi,sesekali dia melabuhkan ciumannya disana.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ