
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Vivi membuka gaun pengantinnya dengan lembut,dia membelakangi james yang masih berdiri didepan pintu. Mata james membulat sempurna saat melihat punggung vivi yang halus dan menggoda,vivi tidak memakai brra. Mungkin karena ada cup didepan gaun nya untuk menampung dua bongkahan kenyal miliknya,cup yang disediakan yang bersatu dengan gaun.
James terus melihat apa yang akan dilakukan oleh vivi,dia melihat gaun milik vivi yang sudah jatuh dilantai. James merasa susah untuk menelan saliva nya karena melihat Pantat vivi yang masih memakai underware seksi,kemudian vivi membalikan tubuhnya menghadap ke arah james.
Vivi mengira james sudah masuk kedalam kamar mandi,tapi ternyata james masih berdiri terpaku di depan pintu. Seketika vivi menyilangkan kedua tangannya didada nya,dia ingin menutupi kedua bongkahan kenyal miliknya yang masih menantang.
"ke...kenapa kak james masih disana ?aku pikir sudah masuk kedalam kamar mandi " tanya vivi yang ingin mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.
James berjalan mendekati Vivi, vivi mundur perlahan sambil tetap menutupi tubuh bagian depan nya. Kemudian dia tersenyum dan menggendong tubuh Vivi,membuat vivi refleks mengalungkan tangannya ke leher milik james.
"aah....kenapa menggendong ku?" tanya vivi,dia merasa malu karena dada nya sudah terlihat dengan nyata,bahkan wajah James sudah turun dan mendekati pu ting susu milik vivi yang sudah mengeras. Dia mengeluarkan lidah nya dan menyentuh pu ting susu itu dengan sekali usapan lidah nya
Seketika jantung vivi berdetak tak menentu,walaupun dia pernah melakukan nya selalu dengan james tapi saat itu dia terpaksa melakukannya karena dipaksa. Lebih tepat nya diperkosa,tubuh vivi menegang dan bergetar. Dia ketakutan dan kembali mengingat malam dimana james memaksanya,seketika air mata nya luruh begitu saja .
James menyadari nya,air mata vivi jatuh menetes di wajah James membuat james menjauhkan sedikit tubuh nya. Dia menghapus air mata yang mengalir di pipi Vivi kemudian dia mengecup kening Vivi,membuat vivi tenang.
cup
__ADS_1
"maaf....aku terlalu tergoda dengan tubuh mu " ucap james sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Vivi.
"Tidur lah....aku tidak akan menyentuh mu,aku janji. Aku akan tidur di sofa kalau kau merasa kurang nyaman untuk tidur berdua " jelas James dengan lembut.
Dari tadi james sudah menahan hasrat nya ,dia ingin melampiaskan nya pada sang istri tapi seperti nya vivi masih trauma dengan apa yang dia lakukan dulu .
James berdiri dan menanggalkan pakaiannya hingga polos didepan Vivi tanpa malu sedikit pun,vivi menatap ba ta ngan milik james yang sudah mengeras dan besar. Terlihat gagah dan berurat membuat daerah sensitif milik Vivi berdenyut dan gatal,seolah ingin digaruk dengan bagian inti james yang terlihat menantang.
James berjalan menuju kamar mandi,dia harus menuntaskan gairah nafsu nya yang sudah dari tadi dia tahan dengan pijatan tangannya sendiri karena tidak mungkin dia melampiaskan pada orang lain.
Mata vivi terus mengikuti gerakan tubuh James, wajah nya sudah memerah karena malu. Tapi dia juga kasihan pada james,entah kenapa kaki nya menuruni tempat tidur dan mengikuti james yang sudah menutup pintu kamar mandi.
James berdiri di bawah guyuran shower dengan air dingin ,dia membayangkan tubuh Vivi sambil memijat dan mengurut ba ta ngan miliknya yang sudah sangat mengeras . Memejamkan mata nya menikmati sentuhan yang dia bayangkan kalau vivi lah yang melakukan gerakan pada bagian inti nya itu,tapi seketika dia terkejut merasakan sentuhan di punggung nya.
"vi...." panggil james dengan lembut,mata nya sudah berkabut gairah.
"ssstttt" jawab Vivi sambil meletakan jari telunjuk nya di bibir.
James berusaha menahan hasrat nya,dia menatap mata vivi dan senyuman dibibir nya. Memperhatikan tubuh Vivi yang menunduk ,mensejajarkan wajah nya dengan bagian inti milik james.
__ADS_1
Vivo menggenggam ba ta ngan itu,kemudian mengurut dan memijat nya perlahan. James mengerang pelan,mata nya terpejam dan menikmati permainan tangan vivi.
Saat james memejamkan mata nya,vivi memasuki ba ta ngan milik james kedalam mulut nya. Ba ta ngan yang panjang , mengeras dan berurat,membuat mulut vivi tidak bisa memasukan semua nya.
James membuka mata nya, menatap ke arah Vivi yang masih dibawanya. Dia merasakan bagian inti nya sudah basah dan tersenyum saat menyadari kalau vivi memperlakukan miliknya dengan baik,vivi terus mengulum dan menjilati nya seperti es cream.
Melihat hal itu,james mengangkat tubuh Vivi. Mendudukkannya di wastefel ,kemudian meraup bibir vivi dan mellumat nya. Bibir atas bawah nya terus di llumat dan diberikan gigitan kecil oleh james,membuat vivi melenguh pelan. Dia memejamkan matanya saat merasakan james dengan rakus nya meraup bibir nya,tangan james pun sudah meremas salah satu gundukan kenyal milik vivi yang sudah terbuka.
James melepaskan ciumannya,kini dia menjelajahi leher jenjang milik vivi. Memberikan tanda cinta nya disana,kemudian meraup ujung dada vivi yang berwarna pink. Memberikan gigitan dan hisapan kecil dari mulut nya,menjilati dan memberikan remasan pada gundukan yang lainnya.
Sesekali terdengar suara de sa han dari mulut vivi,kemudian james membuka kedua kaki milik vivi. Dia menyibakan underware milik vivi yang sudah basah,membenamkan wajah nya diantara kedua kaki nya. Vivi memberikan akses masuk ,lidah james sudah mengabsen bagian sensitif milik Vivi. Bahkan salah satu jari milik james sudah masuk kedalam liyang surgawi milik vivi,memberikan sensasi yang menggiurkan untuk vivi.
Tubuh vivi menegang,dia seperti sulit untuk bernafas dan memejamkan mata nya hingga seketika dia merasakan sesuatu hendak mendesak dibawah nya. Dorongan yang cukup kuat membuat tubuh nya gemetar,dia melihat james sudah memasukan ba ta ngan miliknya dan menatap ke arah Vivi dengan lembut.
James tersenyum saat dia melihat vivi juga menikmati pergerakan pinggul nya,dia melakukannya dengan pelan karena memang dokter sendiri yang bilang pada nya untuk melakukannya dengan pelan jika Vivi menginginkannya. Dia menatap wajah Vivi yang terpejam,kemudian james meraup bibir vivi dengan lembut.
"Hhmmm.....sssshhhh....aah"
De sa han kedua nya masih bersahut-sahutan saat mereka akan mencapai puncak nya bersama,tubuh kedua nya bergetar dan saling menjepit saat pelepasan itu terjadi. James masih mellumat bibir atas dan bawah vivi,dia begitu menikmati permainan mereka saat ini hingga akhirnya dia menyandarkan kepala nya di tubuh Vivi dan memeluknya.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππππ