
❤❤❤❤❤❤❤❤
Vera mengangkat ponsel nya,dia terkejut mendengar kalau ibu nya pingsan dan sekarang sedang dibawa kerumah sakit . Anak nya yang bernama bayu yang menelpon nya,bayu bisa menelpon nomor mama nya karena memang dia di ajar kan oleh sang nenek. Bahkan bayu lebih pintar dari ibu nya,Bayu memang masih berusia empat tahun tapi sudah tau cara menelpon orang lain jika nomor nya sudah disimpan diponsel itu.
Vera mengatakan pada bik Marni mengenai kabar ibu nya yang dibawa kerumah sakit terdekat,dia juga ingin minta ijin pada ibu Karina tapi ibu Karina masih sibuk berfoto bersama keluarga nya membuat nya merasa bingung.
"minum lah dulu,setelah ini kamu bisa pergi . Nanti bibik yang bilang sama ibu" ucap bik Marni dan vera menganggukan kepala nya
Vera berdiri dan melihat ibu Marsya, dia mengatakan pada ibu Marsya mengenai kabar dari ibu nya. Ibu Marsya menyuruh vera memakai supir nya agar bisa cepat sampai disana,tapi vera memilih naik bus saja. Karena perjalanan kesana tidak lah cepat,butuh waktu lima jam untuk sampai di pinggiran kota tempat tinggal anak dan ibu nya.
Ibu Marsya pun memberikan uang sebagai pegangan untuk vera,Vera menerima nya dan menangis memeluk ibu Marsya yang sangat baik pada nya selama ini. Dia jadi merasa bersalah karena mencoba merayu putra mereka,tapi dia berjanji akan mengabdi pada keluarga Harry dengan baik .
Vera berlari keluar dengan air mata dipipi nya,sesekali dia menghapus jejak air mata itu . Carlos melihat keadaan vera yang cukup kacau,dia mengikuti vera tanpa permisi pada Harry dan Ana.
Vera berjalan agak jauh menuju halte,dia akan ke terminal lebih dulu dan membeli tiket bus menuju desa nya berada. Dia berdoa semoga ibu nya baik-baik saja,dia masih terlihat menangis saat keluar dari hotel dan berjalan ke depan hotel itu.
tin...tin...
Klakson mobil dibelakang vera membuat Vera menepi ke pinggir,dia masih terus berjalan tanpa menyadari siapa yang punya mobil dan berjalan disamping nya.
"hei....mau kemana?kenapa terburu-buru begitu ?" tanya Carlos dengan sedikit berteriak
Vera melihat carlos dan tidak memperdulikan nya,dia terus berjalan menuju halte yang tinggal beberapa meter lagi. Carlos merasa kesal,dia memberhentikan mobilnya dipinggiran jalan kemudian keluar dan menarik tangan Vera dengan cukup kuat sehingga tubuh Vera masuk kedalam pelukannya.
__ADS_1
"hei....kau dengar aku?ada apa?apa terjadi sesuatu dengan anak mu?" tanya Carlos dengan rasa penasaran nya,dia menangkup wajah vera dengan kedua tangannya . Menatap mata yang dimiliki oleh Vera dengan lembut,mata yang sudah sembab karena air mata yang terus keluar dari tadi.
"ini masalah saya,sebaiknya anda tidak usah menghiraukan nya." jelas vera,dia menepis tangan carlos dan hendak berjalan lagi. Dia ingin segera sampai di desa nya ,agar bisa melihat keadaan ibu nya dengan baik.
"Aku antar" ucap Carlos dan menarik tangan Vera menuju mobil nya,dia membuka pintu mobilnya dengan cepat dan mendorong tubuh mungil vera dengan pelan.
"Ngak usah tuan,saya bisa ke terminal sendiri. Anda kembali saja ke pesta tuan harry" ucap Vera yang ingin membuka pintu mobil tapi ternyata sudah dikunci oleh carlos
Carlos menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang,dia belum tau mau kemana karena vera masih terlihat kesal.
"hah....anda bisa antar saya ke terminal saja,terima kasih sebelum nya " ucap Vera,dia mencoba menghubungi nomor ibu nya tapi ternyata sudah tidak aktif lagi.
Vera merasa bingung,dia tidak ingin sesuatu terjadi pada ibu nya hingga akhirnya dia memilih menelpon nomor tetangga nya. Karena dulu sebelum ibu nya punya ponsel,Vera sering menghubungi sang ibu dengan ponsel temannya yang merupakan tetangga nya.
Wajah vera terlihat sedih,khawatir dan bingung. Air mata nya kembali keluar ,carlos merasa kasihan pada wanita didepannya ini. Tapi dia masih ingin mendengar kan apa yang terjadi pada ibu nya vera,dia dengar vera mengatakan mengenai ibu nya.
"ibu mu hanya pingsan saja,kata dokter terlalu kecapean. Mungkin karena bayu sudah mulai lasak" jawab tetangga vera
"Aku akan kesana sekarang,biarkan ibu dirawat dulu sampai aku datang ya sell. Maaf merepotkan mu " ucap Vera dnegan nafas lega ,karena ibu nya baik-baik saja tapi dia masih khawatir kalau belum melihat ibu nya secara langsung
"berapa nomor nya? apa dia punya ponsel android ?" tanya Carlos yang tau apa yang dirasakan oleh Vera
Selly,teman satu sekolah vera dulu. Dia sudah memiliki suami dan anak,suaminya merupakan staf desa. Makanya dia bisa termasuk lumayan hidup nya dan tidak perlu bekerja lagi, vera hanya menganggukan kepala nya.
__ADS_1
"masukan nomor nya disini,setelah itu panghil lah dengan panggilan video . Kau harus emping keadaan Ibu mu yang baik-baik saja ,agar kau bisa tenang " ucap Carlos sambil memberikan ponsel nya pada vera
Vera sedikit ragu menerima nya,apa yang dikatakan oleh carlos ada benar nya juga tapi dia tidak ingin berhutang banyak pada pria ini. Tapi dia juga perlu tau bagaimana kondisi ibu nya,walaupun dia tau kalau ibu nya sudah baik-baik saja.
Dengan sedikit malu,dia mengambil ponsel milik carlos. Dia memindahkan nomor selly dan kembali menghubungi nya ,selly mengangkat panggilan video itu.
"vera?Apa ini kamu ?" tanya selly dengan terkejut,karena selly pernah menyuruh vera untuk mengganti ponsel nya dengan yang lebih baik agar bisa melakukan panggilan video seperti ini.
"hhmm....aku ingin lihat ibu ku,bisa kah sell?" tanya vera dengan nada khawatir
Selly mengarahkan kamera ponsel nya ke arah tempat tidur pasien,terlihat ibu vera sedang tidur dan memeluk tubuh bayu yang juga ikut tidur diruangan ibu nya.
Carlos melirik ruangan ibu nya vera,dia merasa kasihan melihat ibu vera tidur di tempat tidur kecil dengan tubuh kecil anak vera di atas tubuh nya.
"ibu mu lagi tidur,mungkin ibu mu kan dirawat sampai besok pagi " jelas sally dengan sopan
"terima kasih ya sell,kamu pulang saja . Aku sudah berangkat kok ni" ucap Vera dengan lembut.
"eekkhm....bisakah saya minta tolong pada anda nona?" tanya Carlos dari samping, vera tadinya ingin mematikan panggilan nya Tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu karena carlos tiba-tiba menarik ponsel nya. Membuat Vera mengernyitkan dahi nya,dia bingung karena Carlos ingin minta tolong pada selly.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘
__ADS_1