Jodoh Pak Duda

Jodoh Pak Duda
Siapa nama mu?


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Ana sedang membuat mie goreng,karena perut nya sangat lapar jadi dia membuat dua mie goreng. Biasanya dia membuat nya dengan Vivi,tapi karena Vivi sedang pergi kerumah temannya makanya dia membuat nya sendiri.


Harry berjalan mendekati meja dapur karena Ana sudah meletakan mie goreng buatannya diatas meja,dia ingin memakan nya segera dan kembali ke kamar nya tapi tiba-tiba dia terkejut melihat kehadiran pria didepannya.


Wajah Ana terlihat pucat,dia menatap mata Harry dengan tatapan takut. Berusaha meneliti wajah itu hingga akhirnya dia membulatkan mata nya dan menunduk,dia tau kalau pria didepan nya ini adalah pak duda yang di bicarakan oleh Vivi.


Vivi memiliki alasan yang sama seperti dirinya,dia tidak berani menggoda dna mendekati pak duda . Bukan hanya usia mereka yang berbeda jauh,tapi status sosial mereka juga berbeda sangat jauh makanya dia lebih memilih menghindari pak duda.


Lagi pula seperti nya pak duda tidak menyukai nya dan hanya menganggapnya sebagai pembantu dirumah itu,dia berbicara sekedar nya saja . Itu pun jika dia ingin meminta dibuatkan makanan atau pun minuman,selebih nya tidak ada pembicaraan sama sekali.


Siapa Vivi dan dari mana asalnya ? Harry tidak pernah ingin tau,bagi nya Vivi adalah seorang pembantu yang membantu ibu nya dirumah itu. Dia tidak tau dan tidak mau tau mengenai Vivi,karena wanita itu ngak ada hubungan dengan dirinya.


"Ma....Maaf pak duda eh,maksud saya tuan muda. Apa anda butuh sesuatu?" ucap Ana dengan gugup,dia memang ngak pernah bertemu dengan Harry. Ini pertama kali nya dia bertemu dengan Harry, dia mengenali siapa Harry dari foto nya yang terpajang dengan besar diruang tamu rumah itu.


"Pak duda?" tanya Harry sambil mengernyitkan dahi nya,dia menatap tajam pada Ana tapi kemudian Ana menundukan kepala nya karena takut.


"Ma...Maaf tuan muda,saya...saya salah bicara " ucap Ana sambil menggenggam kedua tangannya dengan erat.


"Hah....Sudah lah,aku hanya ingin mengambil minuman dingin saja. Lanjut kan makan mu" ucap Harry yang berusaha menenangkan ba ta ngan miliknya yang sudah mengeras dan meronta ingin keluar dari dalam celana nya.


Harry berjalan melewati tubuh Ana, sekilas dia mencium aroma tubuh Ana yang terbilang lembut. Dia ingin sekali memeluk dan menghirup aroma lembut ditubuh wanita didepannya ini. Tapi hal itu ditahan nya,mana mungkin dia langsung melakukannya begitu saja. Pasti wanita didepannya ini akan terkejut dan berteriak,dia tidak ingin membuat seisi rumah menjadi kacau.

__ADS_1


Ana masih berdiri di tempat nya,dia akan makan mie goreng buatan nya setelah pak duda itu pergi dari dapur. Begitu lah yang dipikirkan nya,makanya dia masih berdiri mematung.


"Kenapa tidak makan? " tanya Harry yang sudah duduk didepan Ana sambil mata nya terus menatap ke arah dua gundukan kenyal didepan nya yang begitu menggoda iman nya.


"Aku lapar,bisakah aku minta mie nya sedikit ?" ucap Harry saat dia belum juga mendengar jawaban dari wanita didepannya ini.


"Anda mau? Tapi saya hanya buat ini saja" tanya Ana yang kini menaikan wajah nya dan menatap mata Harry, dia melihat arah mata pria itu yang tidak menatap ke arah nya melainkan ke arah dada nya.


Seketika kedua tangannya menutupi dada nya,dia memang selalu tidur tidak menggunakan brra karena sudah terbiasa dari dia sekolah dulu.


Ana mengambil satu piring lagi,dia membagi mie godang buatan nya menjadi dua. Kemudian menyerahkannya didepan pak duda itu,dia mengangkat piring mie miliknya dan berniat pergi dari sana. Tapi tiba -tiba tangannya ditarik oleh Harry ,membaur Ana terkejut.


"Makan lah disini,temani aku" ucap Harry dengan santai dan sopan.


Ana pun kembali duduk,dia memakan mie goreng nya dengan cepat agar bisa pergi dari sana. Dia tidak perduli dengan tatapan Harry yang terus menatap ke arah nya,dua gundukan kenyal miliknya sudah dia sembunyikan dengan menutupi nya dengan satu tangannya dan tangan yang lainnya menghabiskan makanan nya .


"Wanita mana?" tanya Ana dengan bingung.


Ana mengernyitkan dahi nya,dia bingung mengenai pertanyaan Harry. Wanita siapa yang dimaksudkan oleh Harry,tapi belum lagi dia menjawab nya. Harry sudah menjelaskan siapa wanita yang dimaksud nya.


"Keponakan bik Berta " jelas Harry,dia seolah tau apa yang dipikirkan oleh Ana karena raut wajah Ana terlihat ketakutan .


"Vivi?" tanya Ana,Harry mengangguk karena mungkin memang wanita itu lah yang dia maksud.

__ADS_1


Harry memang tidak pernah mengetahui nama wanita itu,dia hanya tau kalau Vivi merupakan keponakan bik Berta dan akan pergi saat dia diterima oleh toko grosir dekat pasar dan menurutnya nama Vivi tidak lah penting untuk nya.


"Vivi pergi kerumah teman nya tuan" jawab Ana,dia masih berusaha menutupi dada nya karena mata Harry masih menatap ke arah dada nya membuat nya merasa risih.


"Kenapa kau ngak ikut?" tanya Harry,tangannya masih menyuapi mie goreng tapi mata nya tetap menatap ke dada Ana.


Semakin ditutupi oleh Ana,semakin besar pula gairah nya ingin menjamah tubuh Ana. Harry berusaha menahan hasrat nya yang tak bisa lagi dia bendung,rasa nya dia ingin sekali menerkam Ana saat ini juga.


" Saya punya anak yang ngak bisa saya tinggal,apalagi saya ngak mau mengganggu mereka " jawab Ana.


Harry terkejut,dia menatap ke arah mata Ana dengan rasa tidak percaya karena wanita muda didepannya ini mengatakan diri nya sudah punya anak. Ana membersihkan bekas makanan mereka dan langsung mencuci nya,kemudian dia mengambil air putih didalam botol air minum yang cukup besar untuk dirinya juga Andy jika nanti malam mereka haus.


Kembali mata Harry menatap tubuh Ana yang sedang mencuci piring didepannya,dia memperhatikan tubuh belakang wanita iyang terlihat berisi.


"Pantas saja tubuh nya berisi,ternyata dia janda" ucap Harry dalam hati sambil tersenyum.


"Saya permisi dulu tuan" ucap Ana dan berjalan meninggalkan Harry yang masih duduk disana


"Tunggu....Siapa nama mu?" tanya Harry yang masih melihat punggung Ana.


"Ana tuan" jawab Ana singkat,Ana langsung berjalan kembali menuju pintu keluar di dapur itu yang menuju ke tempat penyucian pakaian dan kamar nya.


Harry tersenyum entah karena apa?Tapi dia senang mendengar kalau wanita didepannya ini seorang janda,ada daya tarik tersendiri didalam diri nya untuk mengenal Ana .

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2