Jodoh Pak Duda

Jodoh Pak Duda
menjauhlah


__ADS_3

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲


cup


"Sehat ya sayang....papa akan jaga kamu dan mama mulai saat ini,jadi biarkan papa dekat dengan kalian " ucap James sambil mengelus perut Vivi dengan sayang.


Ueekk....uuuek...


Tiba-tiba perut Vivi kembali mual,dia tidak suka dengan aroma parfum yang dipakai oleh James membuat kedua orang tua James dan dokter itu tertawa terbahak-bahak.


"Ha...ha....dia benar-benar anak mu,kau juga saat didalam kandungan ngak suka dekat dengan papa mu" jelas dokter itu dengan tertawa lepas,dia sangat tau bagaimana perjuangan mama James saat mengandung pria tampan itu.


Kedua orang tua James ikut tertawa sambil menangis,Vivi merasa senang karena kedua orang tua James menerima nya . Saat ini Vivi tidak merasa kalau dirinya mencuri suami orang,mungkin dia mengambil suami yang ditelantarkan oleh istri nya. Jadi dia rasa,dua tidak bersalah sama sekali.


"Baiklah,saya akan memberikan vitamin dan obat mual agar nona muda tidak merasa terlalu mual" jelas dokter wanita itu dengan lembut.


Dokter wanita itu mulai memberikan resep pada mama James,sedangkan bik Berta membantu Vivi untuk turun dari ranjang tempat tidur. Kemudian James memperhatikan wajah Vivi yang masih terlihat pucat,dengan perlahan dia memegang tangan Vivi hingga akhirnya dia merasa kesal karena James malah mendekati nya dan berusaha menarik tangannya agar masuk dalam pelukannya tapi Vivi menatap nya dengan tajam dan berteriak.


"menjauh lah " bentak Vivi dengan kesal,dia tidak ingin james mendekati nya. Perut nya semakin bergejolak jika berdekatan dengan James, dia tidak tahan dengan aroma parfum yang keluar dari tubuh James.


Papa James menarik tangan Vivi dan memeluknya dari samping,dia mencoba menuntun tubuh vivi bersama dengan bik Berta untuk duduk di dekat mama James.


"kau pergi lah,urus perceraian mu dengan Rasty. Papa dan mama yang akan menemani vivi " ucap papa James dengan tegas


Sebenarnya papa nya James kasihan pada putra nya,karena dia juga dulu seperti ini saat istri nya hamil James tapi dia lebih kasihan pada Vivi karena dulu dia melihat bagaimanan perjuangan istri nya saat hamil dan merasakan mual yang berlebihan.

__ADS_1


"pa....aku masih ingin bersama dengan Vivi " rengek james dengan nada manja,membuat semua yang ada disana melongok karena James tidak pernah bersikap seperti ini .


"urus dulu masalah mu dengan Rasty, setelah itu kalian bisa menikah dan kau bisa berlama-lama dengan Vivi. Kau ngak boleh menyentuh nya selama kau belum menceraikan Rasty dan menikahi vivi" jelas papa James


Setelah melakukan pemeriksaan ,semua keluar dari ruangan dokter itu. Bik Berta dan papa James menemani vivi sedangkan mama James menebus resep obat untuk vivi dan membelikan susu ibu hamil .


James duduk tepat didepan vivi,jarak nya lumayan jauh jadi aroma tubuh James tidak begitu tercium oleh Vivi. Dia ingin memeluk vivi dan memanjakan wanita itu,tapi kenapa anak nya malah tidak menyukai nya. Membuat nya merasa kesal,dia yakin anak nya seorang putra yang cemburuan juga makanya dia ngak mau mama nya diambil pria lain.


Tak lama pengacara keluarga James datang,dia mendekati papa James dan membicarakan sesuatu. James hanya memperhatikan dari jauh saja ,dia tidak ingin memperdulikan dua pria paruh baya itu . Mata nya masih menatap Vivi yang sedang mengunyah buah yang dibawa mama nya,ternyata saat ke rumah sakit sang mama memilih membeli buah lebih dulu .


"james....kau ikut dengan pak Willy,dia akan mengurus perceraian mu dengan Rasty. Semua nya sudah disiapkan ,kau hanya mengikuti ucapan nya saja " jelas papa James dengan tegas


"tapi pa" jawab James sambil menatap ke arah Vivi


"Vivi....Biar papa dan mama yang urus ,kamu siapkan semua nya saja. Nanti papa kabari di telpon" jelas papa James


cup


James mengecup kening Vivi dan langsung berjalan pergi meninggalkan mereka,membuat vivi terkejut dan malu. Pak willy yang merupakan pengacara keluarga James mengikuti dari belakang,dia akan mengurus masalah perceraian james dan Rasty.


Pak willy dan papa nya James sudah mencari bukti-bukti untuk menjatuhkan Rasty,jika rasty menolak untuk tidak bercerai. Papa nya James tidak ingin berurusan dengan Rasty lagi,makanya dia mengumpulkan bukti untuk membuat Rasty mau tak mau bercerai dengan James.


Sementara itu di rumah ,Harry sudah berjalan masuk kedalam kamar nya. Dia ingin melihat Ana yang masih tidur dengan nyenyak nya,dia ingin memeluk wanita itu lagi.


Ceklek

__ADS_1


Harry membuka pintu dengan perlahan kemudian masuk kedalam kamar nya,dia melihat tubuh Ana yang tidur dengan nyenyak nya. Dnegan perlahan juga dia naik ke atas tempat tidur,Kemudian memeluk tubuh Ana tapi tidak berapa lama karena ana langsung membuka mata nya dan melihat sekeliling nya.


"eh....tuan" ucap Ana dengan terkejut dia langsung duduk dan menjauh dari harry membuat Harry merasa kesal


"Kenapa sudah bangun?ayo tidur lagi" ucap Harry dengan ketus membuat Ana mengernyitkan dahi nya,dia bingung kenapa dia berada didalam kamar nya harry.


Mata Ana menelisik seluruh ruangan,dia tidak salah karena benar dia berada didalam kamar Harry. Kemudian dia menatap ke arah Harry,meminta penjelasan pada Harry kenapa dia ada disana .


"kau tertidur diruangan pencucian, jadi aku bawa kesini" ucap Harry dengan santai,tapi tidak dengan Ana. Dia ngak mau ditangkap basah oleh ibu Karina dan ibu Marsya dan akhirnya dia akan di pecat, dia ngak mau hidup dijalanan lagi .


Apalagi Ana ngak tau harus kemana lagi jika dia dipecat dari sini,dia segera bangkit dan berdiri. Dia ingin kembali ke kamar nya dan melihat Andy,dia takut jika andy akan terbangun.


ceklek


Tiba-Tiba pintu terbuka,ana melihat kedua ibu sudah berdiri didepan pintu dengan tatapan terkejut. Untung nya ana sudah berdiri disamping tempat tidur,hanya saja masih memeluk selimut harry.


deg...


Jantung ana berdebar dengan keras,rasa takut nya sudah menjalar diseluruh tubuh nya hingga membuat tubuh nya bergetar .


Sementara kedua ibu itu sudah bersorak dalam hati,rencana mereka ternyata lebih cepat. Calon menantu yang diidam-idamkan akhirnya datang juga,mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


"kalian sedang apa? berduaan didalam kamar?ini ngak benar" bentak ibu Karina dengan ketus,dia melakukannya karena ingin memperdalam rencana nya .


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2