
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah sarapan,orang suruhan james pun mulai membantu Vivi bersiap. Di aula hotel sudah banyak keluarga besar james juga rekan bisnisnya berdatangan dan menunggu mereka,james menggandeng tangan vivi menuju mobil .
Mereka sudah siap dan berangkat menuju hotel,dengan wajah senang dan saling bergandengan tangan. James terus menatap ke arah Vivi,sesekali dia melabuhkan ciumannya disana.
Vivi Hanya memejamkan mata nya,saat bibir james berlabuh Di kening nya. James tidak ingin membuat bibir vivi berantakan,walaupun dia sangat ingin mellumat bibir vivi yang menggoda nya.
Sesampainya di hotel,semua keluarga menyambut nya. Disana juga ada Harry dan Ana,mereka melewatkan malam pertama nya karena saat pernikahan mereka harus pisah ranjang. Harry diseret oleh teman-temannya,sedang kan ana juga berkumpul besama keluarga besar Harry membuat Harry merasa kesal.
Pagi ini juga begitu,saat mereka masih berciuman dan ingin melepaskan hasrat yang terpendam. Tiba-tiba ponsel mereka berdering,telpon dari james yang mengatakan akan menikah siang ini. Mendadak sekali,saat ingin melanjutkan lagi. Mereka diganggu oleh ibu Marsya yang mengajak ana untuk membeli gaun pesta,karena siang ini James akan menikah membuat kedua ibu itu ingin mendandani menantu baru nya itu.
Acara pernikahan james dan vivi berjalan lancar,mereka saling berciuman di depan para tamu undangan dan keluarga setelah dinyatakan resmi menjadi pasangan suami isteri. James sudah tak sabar ingin bercinta dengan Vivi,tapi tidak mungkin juga dia menggeret vivi kedalam kamar pengantin mereka. Dia akan menunggu hingga pesta pernikahan itu berakhir.
James sudah bersama dengan Harry,dia ingin mendengar bagaimana malam pertama Harry dan Ana karena menurut nya bercerita mengenai percintaan maka akan membangkitkan hasrat nya lagi.
"bagaimana malam pertama mu?" tanya james dengan meneguk minuman dingin ditangan nya
"buruk " jawab Harry membuat james mengernyitkan dahi nya,dia bingung dengan jawaban dari harry yang terdengar konyol
"hah....kalian semua pengganggu,aku belum menyentuh nya sama sekali. Bagaimana rasa nya,nikmat bercinta . Semua itu belum pernah aku lakukan dengan Ana,tubuh nya belum pernah aku cicipi sejengkal pun" jelas Harry dengan rasa kesal didada nya,dia sudah membayangkan akan menjebol gawang milik Ana saat Ana resmi menjadi istri nya
"ha....ha....ha.....berarti Aku lebih beruntung dari mu,walaupun saat itu aku sedikit mabuk. Tapi aku masih ingat setiap jengkal tubuh istri ku " tawa james menggema diruangan itu,untung saja suara nya bersahutan dengan bunyi musik yang menemani para tamu undangan.
__ADS_1
Sebagian tamu undangan yang dekat dengan mereka melihat ke arah mereka,membuat harry semakin kesal dan menepuk pundak james.
plaaak
"kau....berisik sekali,ngak malu diliatin orang " bentak Harry
Harry dan james tidak begitu dekat,mereka hanya berbicara seperti biasa saja jika perlu tapi saat ini mereka terlihat sangat akrab.
Pesta pernikahan berjalan lancar,james melihat tinggal sedikit tamu undangan yang masih berada disana. Dia kemudian mendekati Vivi ,dia duduk dan mengelus pinggang vivi dengan lembut. Vivi Hanya tersenyum menatap sang suami,dia tidak tau kalau suami nya ini sudah sangat bernafsu melihat nya.
James menarik tangan Vivi dan mengarahkan ke ba ta ngan miliknya yang sudah berdiri tegak,seketika mata vivi melotot. Dia terkejut ,tapi dia berusaha untuk menahan malu nya.
"Aku ingin....bisakah kita bercinta sekarang ?" bisik James dengan nada memohon.
Vivo sudah bergairah juga,dia ingin dimasuki oleh James karena memang miliknya sudah gatal dan berdenyut. Tapi dia malu untuk mengakuinya, mungkin karena bawaan si bayi yang ingin di jenguk oleh papa nya.
"Aku hanya ingin istirahat lebih dulu ma,karena tubuh ku sedikit lelah" bisik vivi
"Apa perlu mama panggul dokter sayang ?" tanya mama james dengan khawatir
"Aku hanya perlu istirahat saja ma,besok pagi pasti baikan ma..." jawab Vivi,dia tidak ingin di ganggu oleh siapa pun .
Sebenarnya nafsu nya sudah dari kemarin, tapi dia merasa malu meminta lebih dulu oleh james. Makanya saat James mengambil tangannya dan meletakan nya ke bagian inti nya ,membuat daerah sensitif nya berdenyut dan gatal. Dia sudah tak sabar ingin di masuki oleh ba ta ngan james yang terasa besar,makanya dia langsung menemui sang mertua dan mengatakan dirinya ingin lebih dulu istirahat.
__ADS_1
"baiklah,sebaiknya kalian istirahat saja. James pasti merasa lelah juga,mama dan papa yang akan menyambut tamu undangan lainnya " jawab mama james dengan lembut.
"mama akan suruh orang untuk mengantarkan makanan dan susu untuk mu,baru kamu langsung tidur ya" ucap mama james lagi
"Hhmm....sebaiknya james tidak usah ikut masuk ke kamar dengan mu,karena mama takut kau akan diganggu nya " ucap mama James yang sedikit khawatir dengan keadaan Vivi,walaupun dokter bilang kandungan nya kuat tapi dia tidak ingin mengambil resiko . Apalagi jika james memaksa vivi untuk berhubungan,mama james takut jika Vivi dipaksa.
"hah?eh....aku ingin memeluk papa nya ma,ingin tidur di elusin papa nya " jawab Vivi dengan wajah yang sudah memerah .
"oh....Ya sudah,pergi lah. Sebentar lagi akan ada orang yang mengantarkan makanan dan susu untuk mu,mama juga akan membawakan cemilan dan jus buah . Siapa tau malam nanti saat bangun kamu lapar lagi " ucap mama James dengan lembut sambil mengelus kepala vivi.
Vivi menganggukan kepala nya,dia berjalan mendekati James dengan wajah nya yang senang. Kemudian dia menarik tangan james agar ikut berdiri ,james mengikuti langkah kaki vivi menuju kamar pengantin mereka.
Ceklek
Vivi membuka pintu kamar nya kemudian menutup nya kembali,wajahnya sudah kembali normal. James masih bingung dengan apa yang dilakukan vivi,tapi dia senang karena mereka sudah berada dikamar nya.
"Aku atau kamu yang mandi duluan ?" tanya vivi dengan lembut
"kamu bicara apa sama mama?nanti kita dicariin mama " tanya James,dia masih penasaran dengan Vivi yang mendekati mama nya
"Aku hanya bilang kalau kita sudah lelah dan ingin istirahat,sekarang lebih baik kau mandi duluan saja " jelas Vivi yang berjalan menuju meja rias.
Vivi membuka gaun pengantinnya dengan lembut,dia membelakangi james yang masih berdiri didepan pintu. Mata james membulat sempurna saat melihat punggung vivi yang halus dan menggoda,vivi tidak memakai brra. Mungkin karena ada cup didepan gaun nya untuk menampung dua bongkahan kenyal miliknya,cup yang disediakan yang bersatu dengan gaun.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘