
💙💙💙💙💙💙💙
Ana sudah mendengar sendiri kalau vera menikah karena terpaksa karena permintaan ibu nya,dia tidak bisa menolaknya begitu saja karena memang dia juga kasihan pada anak nya yang sudah menanggap carlos ayah nya
"benarkah?apakah jauh?" tanya vivi,dia khawatir dengan dirinya karena dia tidak bisa lama-lama berada didalam mobil.
"ngak jauh kok,hanya dipinggiran kota saja kampung nya" jawab ana.
"hhmm....baiklah,kalau begitu ayo kita cari kado untuk vera. Menurut bibik ,bagus nya dikasih apa ya ?" tanya vivi dengan nada manja nya
Entah kenapa selama kehamilan, vivi selalu manja dan suka sekali menangis jika apa yang diinginkan nya tidak dipenuhi. Apalagi jika dekat dengan james,dia selalu ingin diperhatikan dengan baik.
Mereka kembali berjalan meninggalkan toko perlengkapan bayi,mulai berjalan mengelilingi mall untuk mencari kado istimewa buat vera. Mereka merasa sama seperti vera,memiliki takdir cinta dengan pengusaha. Hanya saja berbeda tempat dan kondisi,ana yang menikah dengan anak majikannya sedangkan vivi yang malah terjebak dengan majikan teman satu kampung nya .
Namun untuk vera,dia malah terjebak dengan sahabat dari majikan nya saat ingin menggoda nya. Mereka memiliki alur masing-masing tapi tetap dengan kehidupan yang lebih baik ke depan nya,ana dan vivi akan menganggap vera sebagai teman mereka juga .
Sementara ana dan vivi sibuk dengan memilih kado yang tepat untuk vera,vera justru terlihat kesal. Ingin sekali dia membatalkan pernikahan dadakan nya ini,hanya karena permintaan sang ibu juga anak nya lah makanya dia masih memilih untuk menikah dengan carlos.
Seminggu sebelum vera menyatakan bersedia menikah dengan carlos,mereka masih diruang rawat inap ibu nya. Vera memang sengaja menyuruh ibu nya untuk dirawat saja lebih dulu,walaupun keadaan Ibu nya terbilang sangat baik. Tapi dia yakin jika ibu nya masih merasa lelah,apalagi melihat sang putra yang ikut tidur disana.
Ruangan yang terbilang cukup nyaman, karena carlos memindahkan ibu vera ke ruangan vip yang harga nya tidak lah murah untuk vera. Bahkan carlos menyuruh para pegawai rumah sakit membelikan sofa bed,agar dia bisa tidur disana.
__ADS_1
Ruangan itu sudah seperti ruangan keluarga, ada sofa bed yang cukup untuk dua orang . Juga sebuah ranjang pasien lainnya yang sudah dipindahkan ke dalam sana ,vera merasa semua nya sangat berlebihan tapi semua ini bukan lah uang nya jadi dia membiarkan nya saja.
Vera ikut tidur diranjang pasien sebelah ranjang ibu nya,sedangkan bayu dan carlos tidur berdua di sofa bed yang terbilang luas. Semua warga kampung berpikir kalau mereka adalah satu keluarga yang menjaga ibu Mereka,makanya mereka kembali berbisik-bisik menggosipkan vera.
"kalian tau,vera akan menikah dengan pria kaya . Aku yakin dia pasti sudah hamil,makanya ingin segera menikah. Apalagi ibu nya sedang sakit dan pastinya butuh uang yang banyak"
"Aku juga mau menikah dengan pria kaya itu,tapi apa kalian yakin kalau pria itu yang mau menikahi nya . Bukan karena vera yang sudah memaksa nya ? mungkin dia menggunakan alasan mengenai kehamilan ,makanya pria itu menerima nya begitu saja "
"ya....aku rasa seperti itu,vera menggoda nya lebih dulu Kemudian dia hamil dan minta si pria tampan itu untuk menikahi nya "
Berbagai macam pembicaraan yang ngak baik terdengar di telinga vera,vera merasa kesal tapi ngak mungkin juga dia menutup mulut para penggosip itu. Dia memilih membiarkan nya saja,dia memang ngak berniat menikah dengan carlos. Apalagi dia tidak begitu kenal dengan carlos,jadi dia ingin menghindari gosip itu.
Vera keluar dengan tersenyum tipis,tanpa perduli tatapan mereka. Vera berjalan melewati mereka menuju depan klinik itu,biasanya kalau pagi begini. Banyak warga kampung berjualan disana,ada yang jual bubur ayam,jagung rebus,lontong sate bahkan nasi uduk dan nasi goreng juga ada.
Vera membeli bubur ayam dan nasi goreng,dia berniat untuk memberikan bubur ayam untuk bayu dan carlos. Dengan coklat hangat tiga ,untuk mereka.
Setelah itu vera kembali ke dalam ruangan ibu nya,dia melihat beberapa orang sudah berada disana. Membuat nya terkejut,karena guru bayu ada disana dengan dua orang wanita seusia nya dan anak nya masing-masing.
"pagi bu....maaf baru bisa jenguk sekarang " ucap guru bayu yang menampilkan senyuman ramah nya,guru bayu memang wanita yang baik.
"pagi bu,maaf kalau saya belum ijin untuk bayu . Saya baru sampai disini tadi malam " jelas vera yang merasa ngak enak pada pihak sekolah bayu karena selama ibu nya sakit,bayu tidak ke sekolah
__ADS_1
"ngak apa-apa bu,mbak sherly sudah mengatakan semua nya dan semoga nenek bayu cepat sembuh. Saya hanya ingin menjenguk dan memberikan buah ini " jelas guru bayu
"trima kasih doa dan buah nya " jawab vera dengan sopan juga.
"hhmm....ver,itu suami mu ya?" tanya salah satu wanita yang ikut datang kesana
Vera melirik ke arah yang ditunjuk oleh wanita itu,wanita itu merupakan teman satu kampung nya. Dia juga satu sekolah dengan vera saat sma dulu ,vera hanya bisa mengernyitkan dahi dan terkejut saat mendengar jawaban ibu nya
"calon suami vera,minggu depan mereka akan menikah" jawab ibu vera dengan tegas
Semua orang mendengar suara ibu vera,mereka tersenyum senang karena untuk teman nya vera. Mereka ngak perlu takut suami mereka akan menatap ke arah vera lagi,janda gatal didepannya ini bisa membuat mereka berantam karena membela vera.
Ya.....mereka memanggil janda gatal pada vera,karena tatapan suami mereka selalu pada vera jika vera berada dikampung ini. Padahal vera ngak bisa dibilang memakai pakaian yang menonjol atau seksi,tapi selalu saja tatapan suami mereka membuat mereka marah dan berakhir dengan rumah tangga yang recok.
"minggu depan?ibu bicara apa sih?" batin vera yang sedang menatap ibu nya sambil melotot rapi ibu nya hanya tersenyum tipis saja
"bagus lah bu,apalagi tadi bayu bilang kalau pria itu adalah papa nya dan mereka akan kembali ke kota dimana rumah papa nya itu berada " jelas wanita lainnya ,membuat vera kembali mengernyitkan dahi nya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1