
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara kedua ibu itu sudah bersorak dalam hati,rencana mereka ternyata lebih cepat. Calon menantu yang diidam-idamkan akhirnya datang juga,mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"kalian sedang apa? berduaan didalam kamar?ini ngak benar" bentak ibu Karina dengan ketus,dia melakukannya karena ingin memperdalam rencana nya .
"hhmmm....itu bu,anu..." jawab Ana dengan gugup,dia menatap ke arah Harry. Dia berharap harry mau menjawab apa yang ditanyakan kedua ibu didepan nya ini,ana yakin jika kedua ibu ini berpikiran yang tidak-tidak pada nya.
"Kenapa gugup?apa kalian habis melakukan sesuatu ?" tanya ibu Marsya
"Ngak bu,kami ngak ngapa-ngapain kok. Saya...saya...ah,saya membantu tuan muda beresin kamar nya. " jawab Ana dengan gugup tapi kemudian dia mendapatkan ide yang bagus,apalagi saat ini dia sedang memegang selimut.
"saya ngak percaya,sebaiknya kalian segera dinikahkan . Agar kalian tidak melakukan hal yang di larang agama" jelas ibu Karina dengan tegas
Bola mata Ana hampir keluar,dia tidak percaya dengan apa yang didengar nya. Bukannya dia tidak mau,tapi bagaimana mungkin keluarga kaya seperti mereka akan menerima nya. Tapi,kembali ana mulai berpikir. Yang meminta kan mereka bukan dirinya,dia akan mengatakan yang sebenar nya pada kedua ibu itu.
"bu....kalian yakin akan menikahkan saya dengan tuan muda?saya hanya seorang wanita miskin,punya anak lagi" ucap Ana,dia akan mengatakan sebenar nya nanti setelah dia yakin kalau kedua ibu ini benar-benar menerima nya dengan andy
"memang nya kenapa?apa kau punya masalah dengan pernikahan mu sebelumnya?" tanya ibu Marsya dengan menatap tajam ke arah ana
Ana menggelengkan kepala nya,dia merasa takut . Baru kali ini ibu Marsya juga ibu Karina menatap nya setajam ini,selama ini kedua nya sangat baik pada nya juga andy
"saya belum menikah dan ngak punya hubungan dengan siapa pun, tapi saya pernah hamil anak pria lain. Apa ngak akan membuat kalian malu nanti nya ?" jelas Ana dengan pelan
"Tidak masalah,tapi" jawab ibu Karina dengan tenang
__ADS_1
deg
Seketika jantung Ana berdebar semakin keras,tapi yang dimaksud ibu Karina pasti ingin memasukan andy ke panti asuhan atau sejenis nya yang jelas memisahkan andy dari Ana. Hal itu lah yang dikatakan semua keluarga pria yang ingin melamar nya dulu,mereka rata-rata dari keluarga berada. Saat ini pikiran ana seperti itu,dia menggenggam erat kedua tangannya karena dia takut hal itu terjadi.
Ana memilih untuk tidak menikah sama sekali,jika memang harus berpisah dengan andy. Andy sudah seperti anak nya,dia melihat bagaimana penderitaan kakak nya selama ini karena pria yang tidak bertanggung jawab.
"tapi kalian harus menikah secepat nya " jelas ibu Karina
"Andy....saya punya andy bu,saya ngak mau andy di paksa ke panti asuhan " ucap Ana yang ngak kalah tegas nya.
"siapa yang ingin memasukan andy ke panti asuhan ? andy akan bersama skalian,tapi saat kalian bulan madu. Andy akan tinggal bersama kami,dia ngak boleh menganggu kalian dan kalian harus buat adik untuk andy" jelas ibu Karina dengan santai.
Mendengar ucapan ibu Karina,membuat Ana merasa malu . Bisa-bisa nya bu karina mengatakan kalau mereka harus buat adik untuk andy, wajah Ana memerah karena malu dan harry tersenyum senang mendengar nya.
"Kalau kalian sudah setuju,maka aku ikut saja " jawab Harry dengan santai membuat kedua wanita itu tersenyum senang.
Ana membulatkan mata nya,bagaimana bisa mereka menyetujui nya begitu saja. Dia pasti akan ketahuan,dia harus berkata jujur pada kedua ibu itu tapi tidak dengan harry. Dia tidak ingin siapa pun tau status andy kecuali kedua nya,dia akan memberitahu harry setelah malam pertama nanti .
"oh ya ampun,apa yang aku pikirkan " batin ana, entah kenapa dia jadi berpikiran mengenai malam pertama nya.
"hhmmm....bu,bisa kah kita bicara?aku...aku masih belum menerima pernikahan ini" ucap Ana sambil menundukan kepalanya, dia merasa sangat kurang ajar jadi nya. Padahal dia hanya lah seorang wanita miskin tapi berani menolak pernikahan ,tapi ana harus mengatakan hal yang sebenar nya
"Apa lagi yang mau dibicarakan ?" tanya Harry dengan ketus
"kau menolak ku hah? atau apa perlu aku membuat mu hamil lebih dulu seperti Vivi?" tanya Harry dengan keras membuat kedua ibu disana terkejut.
__ADS_1
"Vivi ?ada apa dengan nya? kau membuat nya hamil?" tanya ibu Marsya dengan tatapan tajam nya,mereka memang ngak masalah jika Vivi menikah dengan harry karena wanita itu juga terlihat baik tapi saat ini mereka ingin Ana yang menjadi menantu nya.
Ana juga menatap ke arah Harry,dia tidak menyangka kalau Vivi hamil anak nya harry. Padahal selama ini vivi selalu menjodohkan nya dengan pak duda ini,tapi kenapa vivi tiba-tiba hamil anak nya ?
"oh ya ampun....Apa yang kalian pikirkan hah? bukan aku yang menghamili vivi" bentak Harry dengan ketus
Seketika hati ana merasa lega,begitu juga dengan kedua ibu Harry . Tapi mereka masih menatap ke arah Harry,meminta penjelasan dengan apa yang dia ucapkan.
"James....pria itu yang menghamili Vivi,tapi belum pasti juga vivi hamil atau ngak. James hanya ingin bertanggung jawab pada Vivi,jadi saat ini Vivi dan Bik Berta sedang memeriksa keadaan vivi dirumah sakit " jelas Harry dengan menghela nafas
"pantas saja rumah terasa sepi,ibu tidak melihat Vivi juga bik Berta didapur " ucap ibu Karina
"James ? bukan kah istri nya seorang model terkenal? Rasty ?"tanya ibu Marsya yang sangat mengenal model papan atas yang terbilang sangat sombong
Ibu Karina mengernyitkan dahi nya,dia seolah mengingat sesuatu. Kemudian mata nya membulat sempurna,dia sangat tau bagaimana prilaku Rasty pada james.
"Rasty ngak pernah menganggap james sebagai suami,dia hanya memanfaat kan pria malang itu. Selama ini ibu pikir hanya pria yang bisa membuat wanita menderita ,tapi dalam pernikahan Rasty dan james. James lah yang menderita, kasihan pria itu " ucap ibu Karina,dia mengetahui semua nya karena kepala pelayan dirumah james pernah meminta pada ibu Karina pekerjaan .
Kepala pelayan itu mengatakan, dia tidak tahan bekerja dirumah James karena Rasty. Walaupun Rasty jarang pulang ,tapi dia tidak tega melihat James yang diperalat oleh Rasty. Dia merasa kasihan pada tuan muda nya itu,ibu karina sangat ingat akan hal itu tapi memang dia tidak ingin menerima wanita paruh baya itu karena tidak ingin berurusan dengan keluarga James yang sama seperti mereka.
"benarkah?kasihan sekali pria itu,tapi jika memang vivi hamil anak nya . Maka ibu yakin,keluarga nya ngak akan tinggal diam" jelas ibu Marsya.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1