
Siang hari yang begitu cerah, menampilkan langit biru bersih dan matahari yang sebagian tertutup awan membuat udara lebih hangat setelah kemarin air hujan turun membasahi sebagian titik dimuka bumi. Suara canda tawa dan obrolan dari banyak siswa siswi terdengar di beberapa area sekolah pada jam istirahat ini, tidak berbeda dari itu, di salah satu ruangan terlihat beberapa guru yang sedang mengobrol diselingi canda tawa disela sela acara makan siangnya.
"Pak Hizaz, dapat surat nih dari fansnya kelas XII Ips" Ucap Bu Nita guru Bahasa Indonesia, sambil menyerahkan amplop kecil warna merah muda bergambar hati.
Cie,,ciiiieee,,pak guru ganteng
Sorak sorai dari para makhluk Tuhan yang berada di ruangan membuat wajah Hizaz seketika menjadi merah karna malu.
Jam 2 siang para siswa sudah berhambur pulang, ada sebagian yang masih di sekolah untuk kegiatan ekstrakurikuler. Hizaz keluar dari area sekolah dengan mengendarai motor sportnya menuju ndalem/rumah kyai yang masih berada di area sekolah dan pondok pesantren tempatnya dulu dia menimba ilmu.
"Assalamu'alaikum abah, ummi" ucap Hizaz setelah melihat abah kyai dan umi nyai sedang duduk di teras, dan tidak lupa dia menyalami abah dan umi dengan takzim.
"wa'alaikumsallam nang, ayo masuk" ucap ummi mempersilahkan Hizaz masuk
"enggih ummi,," Hizaz berjalan dibelakang abah dan ummi.
"Nang, udah dapat undangan dari Farhan belum.? Teman sekelasmu dulu, minggu depan dia nikah," ucap abah memulai obrolan.
__ADS_1
"Belum bah, mungkin undanganya belum sampai. Mau nikah sama siapa dia bah, teman kuliahnya atau siapa.?" tanya Hizaz penasaran.
"Sama ndok Citra, anak satu angkatan sama kalian yang dulu sering berantem sama Farhan,,hihihi" jawab Ummi yang datang dari arah dapur sambil membawa nampan berisi es teh dan kue, Ummi terlihat tersenyum geli mengingat dulu Citra dan Farhan adalah teman satu angkatan Hizaz yang sering bertengkar namun tidak disangka malah berjodoh.
"Ohhh,,, Citra, iya aku ingat,,,ternyata emang benar kata orang, kalo berantem terus lama lama bisa jadi suka, hahaha" Hizaz tertawa sopan menanggapi hal tersebut.
Kan didepan kyai dan nyai, gak mungkin dong mau ketawa ngakak.
"Trus, kamu kapan nikah.?" Tanya Abah kemudian.
Serasa mau copot jantung Hizaz kala itu, karna pertanyaan singkat itu mengandung berjuta makna.
"Nanti kalo sudah ketemu jodoh bah" Hizaz tersenyum getir menjawab pertanyaan itu.
"Memangnya kamu belum ketemu calon jodohmu itu.?" Abah sedikit terkejut karna mengira jika lelaki setampan dan secerdas Hizaz pasti sudah memiliki kekasih, apalagi banyak perempuan yang naksir padanya.
"emmm,,belum bah, mungkin belum waktunya dan saya juga belum ketemu yang cocok" jawab Hizaz kikuk.
__ADS_1
"Memang yang kamu mau yang bagaimana, kan banyak perempuan yang naksir kamu, apa tidak ada satupun yang sesuai kriteriamu.?"tanya abah memastikan.
"Saya hanya takut jika salah pilih bah, saya tidak mau jika yang saya pilih malah akan membawa saya dalam kemaksiatan, karna tidak semua orang yang kelihatanya baik aslinya juga baik" jelas Hizaz panjang lebar tanpa melupakan kesopananya dalam bertutur kata.
"Terus kamu maunya bagaimana, apa mau di carikan jodoh saja apa bagaimana.?" Tanya Abah to the point.
"Jika Abah berkenan, Saya maunya dicarikan saja, karna saya yakin pilihan abah pasti perempuan yang baik." Hizaz tersenyum melontarkan kalimat tersebut.
"Assalamu'alaikum,,," Ucap dua orang yang sedang masuk kedalam rumah kyai
"Waalaikumsallam,," jawab Abah, Ummi, dan Hizaz bersama sambil menoleh ke asal suara.
"Ayah,,Bunda,," kaget Hizaz karna yang datang ternyata kedua orang tuanya. Setelah bersalaman satu sama lain, kedua orang tua Hizaz dipersilahkan duduk lalu diambilkan minuman.
"Mas Fatir sama Mbak Haliza sengaja datang kesini atau mampir ini.?" tanya abah dengan kedua orang yang seumuran denganya itu.
"Mampir ini Kang, tadi habis dari rumah teman trus lewat sini, jadi sekalian aja kesini siapa tau Hizaz juga lagi kemari, eh beneran ada disini anaknya, hehehe" jawab Fatir ayahnya Hizaz yang tidak lain adalah sahabat Kyai/Abah Rahman ketika nyantri di Jawa Timur dulu.
__ADS_1