
Setelah pertemuanya dengan Abah Rahman, ibunda Hizaz selalu mencarikan perempuan yang menurutnya cocok untuk dijadikan sebagai menantu pertamanya, namun Bu Haliza tidak tau kriteria wanita yang diidamkan putranya seperti apa.
Hizaz Fadil, putra sulungnya itu sedikit tertutup terutama dalam hal asmara, tidak seperti adiknya, Fiaz Afdhal yang selalu terbuka dalam hal apapun, bahkan mengenai kisah persahabatan kelinci peliharaanya pun tak lupa dia bagikan pada kedua orang tuanya. Tapi Haliza juga bersyukur karna meskipun Hizaz memiliki sifat tertutup tapi dia tetaplah putranya yang baik dan tidak pernah berbuat sesuatu yang mengecewakan keluarganya termasuk orang tuanya.
"Bund, lagi ngapain sih.?" Teguran dari suaminya seketika membuyarkan lamunan Haliza yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga sambil memegang benda pipih yang selalu dibawanya.
"ahh, Ayah ngagetin aja, ini Bunda lagi mau nyariin perempuan buat Hizaz, tapi bingung mau yang gimana soalnya bunda juga belum tau kriteria Hizaz seperti apa, tidak mungkin hanya cantik kan."
"Tidak usah sebegitunya mencarikan calon buat Hizaz Bund, toh kalo udah waktunya juga pasti Hizaz akan bertemu dengan jodohnya, kita bantu carikan semampu kita saja tidak usah buru-buru, udah ada Allah SWT. Yang mengatur semuanya"
Mipan,,zuzuzu,,zuzuzu,,
Dering handphone dari saku celana pak Fatir seketika mengalihkan perhatian sepasang suami istri tersebut.
"Assalamu'alaikum,,hallo pak" Pak Fatir terlihat sedang mendengarkan obrolan orang disebrang sana sambil menunjukan raut wajah bahagianya
__ADS_1
"iya pak, Saya tunggu kedatanganya ya"
[...]
"iya,,waalaikumsallam" Pak Fatir mematikan panggilan telpon setelah menjawab salam.
"Siapa yang telpon Yah.?" Tanya Haliza penasaran
"Pak Burhan, teman nyantri Ayah dulu waktu di Jatim nanti sore mau mampir kesini, dia dan keluarganya baru jalan-jalan dari Jepara"
"Assalamualaikum,," Terlihat dua pemuda tampan idaman kaum cabe-cabean, eh, kaum hawa maksudnya, yang sedang masuk rumah.
"para pangeran bunda darimana aja,kok mukanya pada kusut gitu" Haliza menghampiri kedua putranya dan mempersilahkan keduanya menyalimi tanganya
"Bund, tadi kita joging di alun-alun kota trus liat cewek cantik banget deh bun, kalo aja aku bawa kamera udah aku foto trus tunjukin ke bunda" Fiaz bercerita dengan begitu semangat seperti anak SD yang baru pulang piknik.
__ADS_1
"Kenapa gak kamu foto pake hp aja," sang Ayah yang menimpali
"Lah iya, kenapa gak kepikiran yakkk, elahh" Fatir menyesali perbuatanya sambil tepok jidat, sedangkan kedua orang tuanya hanya geleng-geleng kepala
"Lagian kamu ini gak usah cewek mulu, belajar yang bener biar kuliahnya cepet selesai" kalimat itu terlontar dari mulut sang kakak, siapa jika bukan Hizaz.
"Lah baru juga semester dua, selesai masih nungguin dua taunan lebih lah. Sambil kuliah ya sambil nyari cewek biar gak kelamaan jomblo kayak Mas,,hahaha" Fiaz tertawa sambil mempertontonkan kedua jarinya membentuk huruf V dihadapan Hizaz, sedangkan yang ditertawakan hanya memutar bola matanya jengah.
Jam menunjukan pukul 4 sore ketika bel rumah keluarga pak Fatir berbunyi,, terlihat asisten rumah tangga yang langsung berjalan membuka pintu dan menyambut tamu yang datang.
"Assalamualaikum,,Pak Fatirnya ada.?" Salam salah seorang yang ada diluar pintu tersebut
"Waalaikumsallam,,iya Pak Fatir dan Bu Haliza sudah menunggu di ruang tamu, silahkan masuk" Jawab Mbok Indah yang memang sudah diberi tahu oleh majikanya perihal kedatangan tamunya itu.
Tidak menunggu lama, Pak Burhan beserta anak istrinya masuk kedalam rumah dan disambut ceria oleh sang tuan rumah. Setelah basa basi dan berbincang ngalor ngidul, Haliza meminta Mbok Indah untuk memanggil kedua putranya, karna mereka belum tau jika ada tamu.
__ADS_1
Tidak perlu menunggu waktu lama untuk Hizaz dan Fiaz turun kebawah menemui orang tua dan tamunya. Haliza dan Fatir mengenalkam kedua putra mereka pada Pak burhan dan Bu Sophi serta anak gadisnya. Hizaz dan Fatir langsung bersalaman dengan tamu tersebut, dan ketika Hizaz hendak mengulurkan tanganya kepada putri Pak Burhan, tubuh Hizaz membatu ketika tatapanya bertemu langsung dengan gadis yang mengenakan hijab biru dongker yang duduk didepanya
"Dia kannn......" gumam Hizaz dalam hati.