
Sebulan sudah pertunangan Hizaz dan Zilza, mereka menjalani aktivitasnya seperti biasa. Zilza sibuk kuliah dan Hizaz yang sibuk bekerja sebagai guru juga mengurus gerai yang dimilikinya.
Tidak seperti pasangan pada umumnya yang saling bertemu sapa dan komunikasi melalui video call maupun telfon, mereka lebih memilih menjaga hati masing-masing dan berkomitmen untuk setia. Tidak ada yang menuntut waktu untuk selalu bertemu, karna mereka percaya jika sebuah hubungan yang kuat harus didasari dengan kepercayaan juga kejujuran satu sama lain.
Selama kita yakin bahwa pasangan kita orang baik dan diri kita sendiri tidak menghianati dibelakangnya, maka bukanlah hal mustahil jika pasangan kita akan melakukan hal yang sama meskipun jarak dan waktu kita tidak bersama.
"Zil, ntar anterin aku ke studio bentar ya, ada urusan bentar sama temen kerja aku" Ucap Siska yang sedang berjalan dilorong kampus bersama Zilza.
"Lama nggak, kalo lama mending aku duluan aja ?" jawabnya sambil menoleh kearah temanya itu.
"Bentar doang, palingan sepuluh menit" Tanganya mengeluarkan konci mobil dari tas slempang miliknya dan memencet tombol bergambar gembok terbuka mengarahkanya pada mobil yang tidak jauh dari depanya sehingga menimbulkan suara dari arah mobil yang dituju, dan terlihat lampu bagian mobil itu menyala.
🍂
__ADS_1
"Hay beb Rani,,,sorry aku baru dateng, soalnya tadi ada kelas. Ohya, kenalin ini Zilza temen kuliah ku,,,bla bla bla" Ucap Siska pada wanita yang dipanggil Beb Rani itu setelah sampai di studio foto tujuanya.
Setelah urusan dengan rekan kerjanya sebagai model tersebut selesai, Siska mengajak Zilza pergi ke tempat tujuanya bersama Zilza tadi, yakni makan siang di cafe milik orang tuanya yang baru dibuka beberapa minggu ini dan masih ada promo menarik disana.
"Sis,,Siska !" Panggil seseorang ketika Siska hendak memencet tombol gembok terbuka di konci mobilnya. Reflek, Siska dan Zilza menoleh kearah sumber suara.
"Kak Fiaz,, ada apa kak ?" Iya, seseorang yang memanggil Siska adalah Fiaz, adik kandung Hizaz. Dia berada di studio itu tentu melakasanakan pekerjaan yang sekaligus menjadi hobinya itu sebagai fotografer.
"Ehhh, Zilza disini juga" Sapanya pada gadis yang diduga akan menjadi kakak iparnya itu
"Kenapa harus gitu sih, padahal kan aku juga mau" ucap Siska sambil memanyunkan bibirnya lucu
"Aku boleh nggak ikutan ?" Ucap Zilza tiba-tiba yang membuat kedua orang didepanya seketika menoleh tak percaya
__ADS_1
"Tapi ini produk kosmetik, model yang berperan tidak boleh berhijab. Kamu sekarang berhijab bukan ?" Ucap Fiaz menjelaskan
"Nggak apa kan bisa kulepas juga. Aku pengin kerja biar berpenghasilan dan nggak minta orang tua terus kalo pengin ini itu" jawabnya meyakinkan
"Kamu serius,,,? mau lepas hijab,,,? buat jadi model ?" Tanya Fiaz lagi.
"Serius bangetttt,,,kapan pemotretanya ?" Ucapnya meyakinkan dua orang yang sejak tadi meragukan niatanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Butuh banget kritik dan saran dari kalian biar ceritaku ini lebih menarik dan nggak membosankan. maaf banget kalo masih banyak typo bertebaran🙏
Klik tombol FAVORITE biar tidak ketinggalan bab-bab berikutnya
__ADS_1
Jangan lupa buat LIKE, KOMENT, dan juga VOTEnya ya,,,biar aku semangat nulisnya.
Salam manis dariku😘😘😘