
"Aku deg-degan,,,!" Cicit Zilza sebelum membuka gerbang rumahnya.
Setelah perbincangan Hizaz dengan kedua orang tuanya kemarin, Hizaz langsung menghubungi Zilza guna membicarakan maksud dan tujuanya, juga mengajaknya untuk menemui orang tua Zilza di kampung yang berada di kabupaten Batang. Dan tibalah dua sejoli itu dikediaman orang tua Zilza di saat matahari baru menampakan sinarnya.
"Tenanglah, ada aku disini" Ucap Hizaz mencoba menenangkanya meskipun dirinya juga merasakan hal yang sama, entah siapa tuan rumah disini mengapa Zilza yang merasa gerogi dan enggan untuk membuka pintu duluan.
"Zilza,,,kamu pulang nok ?" Ucap wanita paruh baya yang baru menjemur baju di samping rumahnya.
"Oohh,,Kamu sama Hizaz kesininya !, ayo masuk, ngapain masih matung disitu" lanjutnya setelah melihat lelaki yang disamping putrinya itu.
"Hizaz silahkan duduk sini, Zilza sana ambilkan minuman hangat dan gorengan yang tadi Simak bikin kasih ke Hizaz" Ucap Sophi setelah mereka sampai diruang tamu, dan Zilza langsung menuruti perintah Simaknya dengan langsung melenggang ke arah dapur.
"Bapaknya Zilza di rum-,," ucapan Hizaz terhenti ketika ada suara lain yang terdengar berat dari arah dapur.
"Hizaz,,,sudah lama datang nang ?" Sapaan dari seorang pria paruhbaya yang hendak Hizaz tanyakan keberadaanya ternyata muncul dari arah dapur bersama Zilza yang datang membawa nampan berisi tiga gelas teh hangat dan segelas kopi hitam panas, tidak ketinggalan juga dua piring yang terdapat gorengan bakwan juga tahu sumpel/tahu isi sayuran, serta cabai sebagai pelengkap gorengan.
"Bagaimana kabar Pak Burhan ?" Ucap Hizaz sambil mengulurkan tangan pada pria yang diharap akan menjadi mertuanya itu
__ADS_1
"Alhamdulillah selalu sehat dan dalam lindungan Allah. Monggo ini minumnya, maaf tidak ada makanan apa-apa disini, opo onone" Ucap Burhan setelah menyeruput kopi panasnya sambil sedikit terkekeh di akhir kalimatnya.
"Emmm,,,begini Pak, Bu, maksud kedatangan Saya kesini, Saya ingin melamar putri kalian" Ucapnya setelah mengumpulkan segala keberanian dan melawan ketakutan dihatinya.
Hening, itu yang terjadi beberapa detik setelah Hizaz mengucapkan satu kalimat yang menjadi tujuanya saat ini.
"Kamu serius ?" satu kata yang lolos dari mulut Burhan, sedangkan Sophi masih diam, bukan berarti ia tak setuju. Hanya saja dia tau bahwa sang suami akan mengijinkan putrinya menikah setelah dia lulus S1.
"Saya serius Pak, meskipun Saya tau jika Bapak belum mengijinkan Zilz Menikah diusia dini, tapi Saya berniat akan bertunangan dahulu untuk memperjelas hubungan kami" Ucap Hizaz panjang lebar kali tinggi dan bervolume, meski volume suaranya dibuat rendah.
"Baiklah, Saya mengijinkan. Kapan kamu akan membawa orang tuamu kesini untuk pertunangan tersebut ?" tanyanya lagi
"Untuk kedua orang tua Saya, maaf mereka tidak ikut kesini. Tapi Saya sudah membawa restu dari mereka. Kedua orang tua Saya sangat mendukung Saya" Lanjut Hizaz setelah meletakan kotak merah tadi diatas meja
"Tunggulah sebentar" Ucap Burhan sebelum meninggalkan ruang tamu. Dan tidak lama beliau datang bersama seorang laki-laki berkumis tebal serta rambutnya yang terlihat bagian belakang kepalanya saja, mungkin usianya tidak jauh berbeda dengan Burhan.
"Ini dia Pak yang akan melamar anak wadon ku" Ucap Burhan pada lelaki yang diajak masuk tersebut
__ADS_1
"Oh,,gagah nemen ya. Saya Pak Bujang, kepala dusun kampung ini, rumah Saya rumah nomor tiga sebelah kiri rumah ini" Ucap lelaki yang memiliki nama tidak sesuai statusnya yang sudah beranak 3 itu.
"Meskipun ini hanya acara tunangan, bukan pernikahan, tetap saja harus ada saksi, untuk menghindari hal-hal yang mungkin bisa saja terjadi kemudian hari" Ucap Burhan menjelaskan.
"Betul iku, Zilza ini kan cantik, bisa saja ada yang suka dan tiba-tiba saja datang hendak melamar, nanti Pak Burhan sebagai wali bisa menjelaskan, dan Saya sebagai saksi untuk meyakinkan penjelasan dari Pak Burhan tadi" Ucap Pak Bujang panjang lebar tanpa tinggi sesuai bentuk tubuhnya.
Dan acara pertunangan itupun terlaksana dengan Hizaz memakaikan cincin dijari Zilza, sedangkan kalungnya dipasangkan oleh Sophi. Setelah acara pemakaian kalung dan cincin. Mereka menikmati makan mereka diruang makan dengan hidangan khas daerah Batang yakni Nasi Megono, tongseng kulit melinjo, ada juga soto tauco, tidak lupa juga krupuk emping, serta hidangan tradisional yang biasa dijadikan sarapan yakni pisang gebyar kukus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
arti kata Bahasa Jawa
*Monggo \= silahkan
*opo onone \= apa adanya
*anak wadon \= anak perempuan
__ADS_1
*gagah nemen \= tampan sekali