Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
bab 6


__ADS_3

Hari-hari setelah ujian sekolah adalah menjadi moment yang pas untuk menikmati waktu liburan dan rekreasi bagi kebanyakan orang, tapi itu tidak untuk Zilza. Mungkin moment liburan setelah ujian tahun-tahun lalu Zilza menikmatinya dengan berwisata seperti yang lainya, tapi tidak untuk sekarang.


Sekarang Zilza mengisi waktu luangnya dengan belajar, bahkan dia lebih sering mendatangi perpustakaan daerah untuk mencari buku yang ingin dipelajari. Bukan belajar untuk ujian sekolah, apalagi ujian susulan. Karna Zilza sudah memantapkan hatinya bahwa dia pasti lulus dengan nilai yang baik. Saat ini Zilza sedang fokus mempelajari tentang ilmu kedokteran. Karna sesuai dengan keinginanya yang ingin kuliah kedokteran di Universitas impianya.


Dua minggu sudah Zilza menghabiskan waktu liburanya untuk belajar. Dan hari ini adalah moment menegangkan yang dialami seluruh siswa SMA tingkat ahir diseluruh tanah air. Karna pengumuman kelulusan akan diumumkan hari ini secara serentak.


Pagi ini hampir seluruh siswa menunggu detik pengumuman kelulusan dengan berkumpul didepan sekolah dengan mengenakan seragam putih abu-abu nya, tidak sedikit pula dari mereka yang sudah menyiapkan beberapa pewarna semprot untuk pakaian mereka yang akan digunakan untuk konvoi.


Lain halnya dengan Zilza, gadis manis itu memilih membaca buku di perpustakaan daerah setelah semalaman ia berdo'a Kepada Sang Pencipta, agar di luluskan dan mendapat nilai yang baik. Zilza sudah memutuskan urusan kelulusan pada Tuhan. Sekarang giliranya berihtiar agar bisa diterima di perguruan tinggi yang dia inginkan.


Drrrttt ! Drrrttt ! Drrrttt !


Handphone didalam tas Zilza bergetar, menandakan ada panggilan masuk, segera Zilza langsung mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum Pak, gimana apa Zilza lulus ?" Tanya Zilza setelah mengetahui identitas pemanggil, yang tidak lain ialah Bapaknya

__ADS_1


"Iya Nok, alhamdulillah kamu lulus, sekarang kamu dimana, kamu tidak ikut konvoi kan ?" Tanya Burhan setelah barusan melihat banyak siswa siswi yang naik motor iring-iringan ke jalan sampai membuat kemacetan.


"Enggak Pak, aku lagi di perpus daerah buat belajar sebelum masuk kuliah" jawab Zilza kemudian, dan terdengar suara helaan nafas lega dari seberang telfon.


"Syukurlah kalau kamu tidak konvoi, nanti kalau udah selesai membaca langsung pulang saja ya, dan hati-hati di jalan karna hari ini macet sekali banyak siswa yang konvoi"


"Iya Pak, nanti aku langsung pulang, taudah aku tutup ya Pak, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsallam, hati-hati" Ucap Burhan sebelum menutup panggilan


Di tempat lain di waktu yang sama, seseorang sedang duduk menatap layar laptop didepanya tapi pikiranya entah jauh dimana. Setelah selesai membagikan Surat Keterangan Lulus kepada para Wali Murid, Hizaz masuk ke ruang guru untuk istirahat, tapi pikiranya seketika tertuju pada sosok gadis yang ahir-ahir ini mengisi ruang hatinya


Tuutttt...tuuttt...


Bunyi handphone menandakan panggilan terhubung, dan tidak lama terdengar suara Zilza disebrang telfon

__ADS_1


[...]


"(wa'alaikumsallam Zilza, bagaimana dengan hasil pengumuman kelulusanmu, Saya udah yakin sih kalo kamu lulus)" Ucap Hizaz setelah mendapat jawaban telfon dari Zilza


[...]


"Syukurlah, emm,,kamu tidak ikut iring-iringan ke jalan seperti siswa lain kan ?" terdengar nada khawatir dari Hizaz ketika mengucapkan pertanyaan tersebut


[...]


"Baiklah, aku senang mendengarnya. Kamu tidak usah ikut-ikutan siswa lain yang konvoi dijalanan, karna itu tidak ada manfaatnya dan malah membahaykan diri sendiri juga pengendara lain" Ada perasaan lega dari hati Hizaz setelah tau jika sang gadis lebih memilih belajar daripada konvoi, senyumpun terbit dibibirnya meski tak ada yang melihat.


"Ohya Zilza, aku belum bisa menepati janji buat jalan-jalannya dalam waktu dekat ini karna masih banyak kerjaan. Mungkin dalam waktu 10 sampai 14 hari baru bisa. Tidak apa apa kan ?" Tanya Hizaz ragu-ragu karna bagaimanapun dia juga takut jika Zilza merasa dibohongi atau kecewa olehnya.


[...]

__ADS_1


"Baiklah, kalo begitu semangat belajarnya, semoga bisa diterima di fakultas yang kamu inginkan, Wassalamu'alaikum" Ucap Hizaz setelah mendapatkan jawaban 'tidak apa apa' dari Zilza. Setelah itu panggilan pun diakhiri


Tanpa Hizaz sadari, setelah menelfon Zilza, bibir Hizaz selalu menyunggingkan senyum, jika ada orang yang melihat, mungkin mereka akan mengira bahwa 'pak guru tampan' nya sudah tidak waras. Tapi memang itulah cinta, tanpa ada yang tau bentuk dan wujudnya tapi setiap insan yang memiliki cinta dihatinya akan merasa bahwa hidup memang berwarna, hidup memang indah meskipun kadang terkesan membosankan, tapi jika dihati sudah ada cinta, kita bisa menemukan satu jalan sederhana menuju bahagia.


__ADS_2