Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
Buah Melon


__ADS_3

Pagi ini suasana di swalayan begtu ramai, seorang wanita paruh baya sedang memilih berbagai produk sehari-harinya seperti perlengkapan dapur juga perlengkapan kamar mandi sambil mendorong troli belanjaanya. Ketika langkahnya berhenti di depan rak berisi perlengkapan mandi, seorang wanita cantik dengan penampilan feminim datang menyapanya.


"Permisi Nyonya,,,Perkenalkan Saya dari 'Pretty Cosmetic' menawarkan produk terbaru yang baru kami luncurkan. Disini ada Facial Wash, Body Scrub, bla bla bla bla,,"


Ucap seorang wanita yang tidak lain adalah SPG kosmetik untuk menawarkan produknya, sambil membawa beberapa sampel barang yang ditawarkan tersebut.


Namun perhatian wanita paruh baya tersebut bukanlah pada kosmetiknya, dia lebih fokus memandang foto yang terpampang didepan produk yang ditawarkan tersebut


"Zilza,,,kau benar melepas hijabmu" gumamnya pelan


Iya, wanita paruh baya tersebut adalah Haliza bunda dari Hizaz juga Fiaz, yang sedang belanja bulanan di swalayan terdekat.


"Terimakasih, lain kali Saya pasti beli" Ucapnya disertai senyuman sebelum pergi meninggalkan SPG cantik itu.


Setelah menyelesaikan belanjanya, Haliza hendak ke kasir guna membayar barang yang dibelinya, karna terburu-buru, troli yang didorongnya malah oleng dan tak sengaja menabrak seorang gadis yang sedang memilih buah melon.


Karena kaget, gadis tersebut reflek melemparkan buah melon yang dipegangnya, dan naasnya melon tersebut malah mengenai wajah Haliza tepat di hidungnya hingga mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Ya Allah. Maafkan Saya tante, maafkan Saya" Ucap gadis tersebut menyesali perbuatanya yang tak disengaja itu, dan segera mengeluarkan tisu dari tas nya untuk membersihlan darah yang keluar dari hidung Haliza.


"Tak apa, ini salah Saya. Malah Saya yang harusnya meminta maaf karna telah menabrakmu" sambil mengelap hidungnya yang masih terasa pedas dan perih.


"Mari tante, Saya ambilkan obat" sambil mengulurkan tangan hendak mengajak Haliza ke rak berisi obat-obatan


"Tak usah, kau tak perlu repot-repot ini semua memang salah saya. Kau lanjutkan saja belanjamu, Saya permisi" Mengambil troli belanjanya dan tersenyum pada gadis itu.


Haliza keluar menuju halte bus yang ada didepan swalayan tersebut dan ketika hendak duduk, seseorang menyapanya


"Haliza, kau kah itu ?" Ucap seorang pria dari arah dia datang tadi


"Benar sekali, rupanya kau kasih ingat dengan Saya. Bagaimana kabar ayahmu, aku rindu denganya ?" Ucap pria yang dipanggil paman Surip itu sambil duduk dibangku yang tidak jauh dari Haliza duduk, diikuti pula oleh gadis yang sedari tadi berdiri disampingnya.


"Alhamdulillah kabar ayah baik, sejak kapan paman kembali ke kota ini, kenapa tidak main kerumah. Lalu siapa gadis cantik ini ?" Tanya Haliza beruntun yang membuat sang paman jadi terkekeh melihat betapa cerewetnya wanita didepanya itu. Sedangkan gadis disampingnya hanya tersenyum melihat obrolan kedua orang beda generasi tersebut


"Apa kau lupa dengan cucuku yang paling cantik ini ? Dia adalah Laura yang dulu sering bermain bersama kedua putramu. Kami dikota ini sudah beberapa bulan setelah kelulusan Laura"

__ADS_1


"Ja,,jadi,,i-ini Laura,,"Bicaranya mendadak gagap dan mulutnya menganga entah apa yang terjadi, namun tiba-tiba dia langsung mendekat dan memeluk gadis bernama Laura itu


"Kamu cantik sekali sayang,,,maafkan kesalahan tante tadi ya. Ohya, kamu masih ingat tante kan ?" Perasaan bahagia bertemu orang yang sudah ia anggap seperti keluarga, membuatnya lupa akan nyeri dihidungnya akibat kejadian tadi


"Maafkan Laura juga tante. Ohya, apa tante ini bundanya Adal dan Adil ?"


Nama yang disebut 'Adal dan Adil' oleh Laura ialah Hizaz Afdal dan Fiaz Fadil.


Mereka dulunya teman dekat saat masih balita karna Laura juga asli orang Semarang.


Namun saat Laura memasuki taman kanak-kanak, ayah Laura yang berprofesi sebagai anggota Brimob dipindah tugaskan ke kota Jakarta sehingga istri dan anak serta ayahnya juga ikut diboyong ke kota asal kerak telor itu.


"Iya, ternyata kamu ingat tante juga. Ohya, apa kalian tinggal dirumah lama kalian ?" Tanya Haliza


"Rumah yang lama sudah kujual, sekarang kami tinggal di Perumahan Hijau Damai" Jelas Surip.


"Wahh,,,,Saya juga tinggal disana, karna lokasinya yang dekat dengan tempat kerja suami Saya akhirnya Kami memutuskan pindah, sedang rumah lama kami jadikan tempat kost"

__ADS_1


Belum sempat Surip menjawab, Bus Transemarang yang akan ditumpanginya sudah datang. Dan mereka langsung bergegas sebelum bus itu kembali pergi.


"Rumahku no.23, dari gerbang komplek lurus terus paling ujung kiri. Mainlah kesitu ajak juga keluargamu" Ucap Surip sebelum memasuki bus tersebut, dan duduk dibagian depan khusus penumpang laki-laki, sedangkan Haliza berada di jok belakang yang khusus penumpang perempuan, Laura sendiri memilih berdiri tak jauh dari pintu masuk, karna kursi penumpang diperuntukan bagi orang yang lebih berhak.


__ADS_2