Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
bab 5


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan kini sudah dua bulan sejak perjodohan Hizaz dan Zilza, dan selama itu pula mereka sering berkomunikasi melalui sosial media meskipun hanya sekedar basa basi menanyakan kabar dan memberi semangat satu sama lain, terutama untuk Zilza yang akan menjalankan Ujian Nasional tingkat SMA beberapa hari lagi.


Hizaz berjanji pada Zilza bahwa dia akan mengajaknya jalan-jalan mengelilingi kota Semarang, jika bisa memperoleh nilai ujian di atas KKM. Tentu hal tersebut sangat membantu Zilza untuk belajar lebih giat agar yang dijanjikan Hizaz menjadi nyata.


Zilza memang jarang pergi ke Semarang untuk jalan-jalan. Selain sibuk sekolah, jarak dari rumahnya ke Semarang cukup memakan waktu lama sekitar 2 jam, dan lagi Zilza belum memiliki SIM, jadi dilarang orang tuanya untuk bepergian jauh.


Zilza lahir dan besar di Kabupaten Batang, salah satu kabupaten yang terletak di Jawa Tengah dan di sebut-sebut sebagai wilayah yang luasnya melebihi negara Singapura. Meski wilayahnya sangat luas, Kabupaten Batang memang kurang dikenal masyarakat luas, tidak seperti tetangganya yakni Pekalongan, karna Batang masih menjadi kota berkembang. Selain luas wilayahnya, Batang juga sangat dikenal masyarakat dengan hutan jati yang mengelilingi sebagian besar wilayahnya yakni 'Alas Roban'. Salah satu hutan terluas dan di kenal angker oleh sebagian masyarakat Indonesia.


🌞


Teeettt,,! Teeettt,,! Bel berbunyi dua kali, menandakan jika waktu mengerjakan ujian telah usai. Zilza langsung menghentikan kegiatanya untuk mengecek hasil kerjaanya pada soal-soal ujian yang selesai dia kerjakan beberapa menit lalu. Zilza keluar ruang ujian dengan perasaan lega.

__ADS_1


"Semoga nilai ujianku sesuai target dan tidak ada yg dibawah KKm, aamiin" gumam Zilza pelan dengan menangkupkan kedua tanganya ke wajah, sambil berjalan melewati lorong-lorong kelas menuju parkiran.


Zilza mengendarai motornya dengan kecepatan sedang sekitar 15 menit sampai tiba ke rumah. Sang Ibu menyambut kedatanganya dengan senyuman dan langsung menyuruh Zilza untuk makan di dengan nasi serta lauk juga sayuran yang telah disiapkan. Zilza memakan makananya di piring dengan lahap sampai habis tak tersisa karna tadi pagi dia hanya sarapan sepotong roti dan segelas susu.


"Simak,,!" Panggil Zilza pada ibunya yang sedang menonton televisi di ruang tengah. Ya, Zilza menggunakan panggilan 'Simak' untuk ibunya karena memang itu yang umum digunakan oleh masyarakat daerah Zilza berada. 'Simak/Ma'e' yang berarti 'Ibu', sedangkan 'Bapak/Pa'e' yang bermakna Ayah. Dan Zilza memanggil kedua orang tuanya denga sebutan 'Bapak &Simak'.


"Iya Nok, ada apa ?" Jawab Sophi (ibu Zilza) sambil menoleh ke arah sang putri. 'Nok/Sinok, dan Nduk/Sinduk' merupakan panggilan untuk anak perempuan, sedangkan untuk anak laki-laki biasa di panggil dengan sebutan 'Nang/Sinang, dan Lop/Kolop'.


Pagi hari yang cerah secerah hati Zilza yang akan pergi ke pantai untuk acara perayaan setelah ujian. Butuh waktu perjalanan 20 menit untuk Zilza sampai di pantai yang dituju, disana sudah ada beberapa teman yang sudah datang sedang menyiapkan keperluan untuk membakar ikan.


"Apa nih yang mesti aku bantuin ?" tanya Zilza pada temanya yang sedang memotong tomat, bernama Ira.

__ADS_1


"kamu bikin salmbel kacang aja nih, bahanya udah siap semua tinggal ulek aja" jawab Ira sambil menunjuk bahan yang akan dibuat sambel kacang


"oke bosss" jawab Zilza antusias. Kemudian Zilza dengan telaten mengulek kacang sampai halus, kemudian cabai yang sudah di goreng dan garam, lalu gula jawa juga bawang yang sudah di goreng.


Kemudian datanglah beberapa teman laki-laki yang baru memancing ikan di laut 'Celong' yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pantai 'Kuripan' tempat acara bakar-bakar diadakan.


Pantai 'Kuripan' dan 'Celong' sama-sama terletak di bagian utara kabupaten Batang, tepatnya di kecamatan Subah, jaraknya pun tidak terlalu jauh karna jalurnya masih satu arah dari jalan 'Pantura' Kecamatan Subah, hanya beda arah setelah melewati persimpangan Desa Kemiri.


Pantai Kuripan dikenal dengan suasananya yang sangat asri, dan banyak pohon cemara yang berdiri disekitar pantai yang bisa dijadikanya sebagai tempat duduk gratis karna tidak terlalu tinggi, dibawah pohon kita dapat menjadikanya tempat untuk melepas penat menikmati suara deburan ombak dan hembusan semilir angin dibawah pohon cemara seperti yang dulakukan Zilza dan teman-teman sekolahnya.


Sedangkan Pantai Celong atau Laut Celong, lebih dikenal sebagai surganya pecinta mancing karna memang jumlah ikan yang sangat banyak meskipun hanya disekitar tepi nya saja. Bukan hanya ikan saja yang banyak, tapi juga ada udang, cumi, sotong bahkan kepiting juga sangat melimpah. Tidak seperti pantai Kuripan, pemandangan pantai Celong dikenal dengan bebatuan luas yang tersusun rapi di bibir pantai, hal itu memudahkan bagi orang yang ingin memancing sambil duduk menikmati deburan ombak tanpa takut jatuh.

__ADS_1


Setelah semua hasil tangkapan mancing dibersihkan, para anak laki-laki langsung menyiapkan bakaranya, sedangkan para gadis melanjutkan bikin bumbu pelengkap serta sambalnya. Acara berlangsung ceria, banyak canda tawa yang tercipta. Menciptakan kenangan indah bersama teman SMA yang sebentar lagi mereka akan terpisah melanjutkan cita-cita.


__ADS_2