
Maafkan saya yang UP nya lama, karna masih ada kesibukan di dunia nyataπ aku harap kalian tidak bosan membaca karya dariku ini.
maaf banyak typo bertebaran
selamat membaca
π
"Kalau kau masih merasa kurang baik, nggak usah keluar dulu" Ucap Hizaz sambil mengemasi barang yang akan dibawa pulang dari RS
"Aku nggak apa, lagian ini bukan sakit parah" Jawab Zilza
"Baiklah,,aku keluar sebentar untuk beli minum, kau diaini saja sampai aku kembali" Pamitnya, sedangkan Zilza hanya mengangguk tanda mengerti
Setelah berada diluar ruangan rawat Zilza, Hizaz berjalan ke arah kantin dengan langkah sedikit cepat untuk mempersingkat waktu, hingga suara mengalihkan perhatianya
"Pak Hizaz ngapain disini ?" ucapnya setelah berada didekat Hizaz.. Seseorang tersebut oalah Arumi, mantan siswi Hizaz yang juga permah mengungkapkan perasaanya terhadapnya.
"Aku menemani saudaraku yang sedang sakit, maaf Saya harus buru-buru karna aku meninggalkanya di ruangan sendirian" Berjalan meninggalkan Arumi yang masih berdiri mematung.
Kenapa Aku merasa Pak Hizaz menghindariku. Batinya sambil menatap kepergian Hizaz
Setelah menyelesaikan pembelianya di kantin, ia langsung bergegas ke ruangan dimana Zilza dirawat. Hingga saku celananya bergetar menandakan ada panggilan di handphone nya.
π²"Assalamu'alaikum ayah" ucapnya setelah mengetahui jika penelfon adalah sang ayah.
__ADS_1
π²"waalaikumsallam, kamu dimana ?"tanya sang ayah
π²"Hizaz sedang di RS menemani Zilza" Sambil membuka pintu ruang rawat Zilza lalu memberikan air mineral yang baru saja ia beli dan berkata 'Minumlah' melalui pergerakan bibirnya tanpa suara, sedang Zilza hanya mengangguk sambil menerima minuman tersebut.
π²"Kenapa denganya, apa dia sakit ?" tanyanya khawatir
π²"Hanya kelelahan dan kurang nutrisi kata dokter. Tapi ayah jangan bilang ke orang tuanya ya, Zilza tak ingin mereka khawatir" Ucap Hizaz yang kemudian mendapat tatapan tanda tanya dari gadis yang duduk didepanya
π²"Baiklah, nanti sore ayah dan bunda akan kesana. Jagalah dia dengan baik"
π²"Iya ayah". Dan kemudian panggilan diakhiri dengan mengucapkan salam.
Hizaz menceritakan mengenaj ayah dan bundanya yang akan menjenguk Zilza sore nanti, dan Zilza merasa sangat senang karena dalam kondisinya yang sedang sakit serta jauh dari keluarga tetapi masih ada yang peduli dan perhatian terhadapnya.
π
"Sis, kita harus jengukin Zilza. Sejak kejadian di club malam itu Zilza sampai sekarang nggak ada kabar bahkan nggak masuk kuliah. Aku takut dia kenapa-napa" Ucap Veli yang kini sedang menikmati santapanya bersama Siska.
"Jengukin, apa kau berfikir jika Zilza sakit ?. Aku malah merasa kalau dia memang sedang menghindari kita ?" Ucap siska sambil terus menatap kearah luar, entah apa yang ia lihat. Karna dari jendela kaca itu hanya bisa melihat kendaraan yang berlalu-lalang dibawah sana dengan bentuknya yang lebih kecil terlihat tentunya.
"Menghindari kita ?,maksdunya ?" Bingung Veli
"Zilza tiba-tiba meminta pulang ketika baru sampai di club, lalu wajahnya pucat dan seperti orang ketakutan ketika dia digodain oleh jimmy, kemudian pagi harinya dia langsung pergi pulang tanpa mengucap sepatah kata sama kita. Bukankah berarti ia marah dengan kita ?" Jelasnya namun tetap saja pandanganya tak beralih dari pemandangan kota Semarang dari tempatnya duduk.
"Itu artinya kita harus minta maaf. Iya, kita harus menjenguknya siapa tau dia benar-benar sakit dan kita juga meminta maaf padanya" Ucap Veli semangat.
__ADS_1
Bagaimanapun Zilza adalah teman mereka, meski kenal hanya baru beberapa bulan namun pertemanan mereka sangatlah baik hingga tidak mungkin pertemanan yang baru dimulai itu akan kandas dengan adanya kesalahan yang tak disengaja.
Tibalah dua gadis yang beranjak memasuki usia dewasa itu di depan rumah bercat putih dengan halaman depan terdapat beberapa tanaman yang telah layu, mungkin penghuni rumah tersebut tidak memiliki waktu untuk merawat dan menyiram tanaman tersebut atau memang mereka malas melakukanya, entahlah.
Siska membuka pintu utama rumah tersebut yang terdapat selebaran bertuliskan 'Kost Putri' dengan mengucapkan salam, lalu menuju ke sebuah pintu kamar yang bertuliskan 'Zilza' lalu mengetoknya.
Tok,,,!Tok,,,!Tok,,,!
Kemudian munculah seorang gadis dari balik pintu, tepat sebelah kamar Zilza tersebut.
"Cari siapa ya mbk ?" tanya gadis tersebut
"Kami mau menemui Zilza teman kami" jawab Veli
"Oh,,,tadi pagi aku lihat Zilza keluar sama seorang cowok, sampai sekarang belum kembali" Ucap si gadis tadi
"Cowok ?" Tanya Veli dan Siska bersamaan
"Iya, dari kemarin dia nggak keluar kamar sepertinya sedang sakit. Lalu tadi pagi pas aku pulang kerja ada cowok yang datang lalu mereka pergi bersama" jelasnya. Sedangkan Veli dan Siska mengangguk anggukan kepalanya, nmaun masih bingung siapa cowok yang dimaksud
"Apa dia pacarnya ?" Tanya Veli kemudian, karena yang ia dengar dari Zilza tempo hari bahwa ia memang telah memiliki pacar.
"Tau nggak mereka perginya kemana ?" belum juga si mbak mbak itu menjawab pertanyaan Veli tadi, Siska langsung menyelanya
"Aku nggak tau siapa cowok itu, dan perginya mereka kemana juga aku nggak tau. Karena Aku tadi hanya melihatnya tidak sempat bertanya" Ucapnya menjawab dua pertanyaan sekaligus.
__ADS_1
Setelahnya, Veli dan Siska berpamitan pada mbak mbak tadi. Kemudian menghubungi nomor Zilza untuk menanyakan keberadaanya. Namun sayang seribu sayang, berkali kali mereka menghubungi tak ada jawaban dari panggilan telfonnya. Apa dia benar-benar marah?. Ah, mereka menyesal karena tak menyadari kesalahanya dari kemarin.