Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
salah paham


__ADS_3

"Pokoknya kamu dirawat disini sampai benar-benar pulih, atau Aku telfon Pak Burhan dan Bu Sophi sekarang supaya kesini menjemputmu agar kamu dirawat di rumah ?" Ucap Hizaz tegas.


Sejak pertama memeriksakan kondisinya pada dokter tadi, Zilza terus terusan meminta kembali pulang ke kostnya meskipun Hizaz sangat ragu memenuhi permintaanya. Hingga sore ini Hizaz memanggil dokter kembali guna memeriksa kondisinya lagi. Dan jawaban dokter tidak berubah


"Kondisinya masih lemah, sebaiknya dirawat terlebih dahulu sampai pulih. Jika memang terpaksa ingin pulang, saya menyarankan tetap rawat jalan dan jangan beraktivitas berat terlebih dahulu"


(Maafkan saya jika penjelasanya tidak pas, karna saya bukan dokter dan belum pernah sekolah kedokteran 🙏)


"Huhh,,, baiklah terserah kak Hizaz saja" Pasrahnya. Kemudian ia menengok kanan kiri seperti mencari sesuatu


"Cari apa ?" Tanyanya


"Hp aku mana ?"


"Aku tak melihatnya, mungkin kau tadi lupa membawanya ?"


"Iya, tadi hp aku sedang di charge, bagaimana ini. Aku harus minta tolong temanku untuk izin tidak masuk kuliah"


"Tunggulah disini sebentar" Ucapnya kemudian meninggalkan Zilza di ruanganya sendirian


"Kakak mau kemana ?!" Serunya, namun tak ada jawaban karena Hizaz telah keluar


Setelah beberapa menit dalam keheningan, tiba-tiba pintu terbuka menampakkan dua orang, yang satunya adalah Hizaz tentunya, tapi yang satu ini siapa ?


Siapa gadis itu ?


Apa dia teman Hizaz ?


Zilza masih bergelut dengan lamunanya, hingga suara Hizaz membuyarkan lamunan Zilza.

__ADS_1


"Za, aku akan mengambil ponselmu yang tertinggal, selama aku pergi kau akan ditemani Arumi. Dia mantan siswiku di MA. Satu angkatan denganmu" Ucapnya.


Ya, orang yang Hizaz bawa masuk ke ruangan Zilza adalah Arumi. Setelah keluar dari ruang rawat Zilza tadi, Hizaz menemui Arumi di depan ruangan tempat mereka bertemu tadi, dan ternyata gadis itu masih duduk sendirian sambil memainkan ponsel. Jadilah Hizaz meminta tolong pada Arumi untuk menjaga Zilza, dan Arumi dengan senang hati mau membantu lelaki pujaanya yang pernah menjadi gurunya tersebut.


Setelah kepergian Hizaz, dua gadis di ruang rawat inap tersebut saling berkenalan dan ngobrol ngalor ngidul. Sifat Arumi yang memang humbel dan mudah akrab dengan setiap orang serta Zilza yang memang mudah beradaptasi dan enak diajak ngobrol, menjadikan mereka seperti dua orang yang berteman lama.


"Jadi kakak ini siapanya Pak Hizaz ?" Tanya Arumi yang kini duduk di kursi samping brankar Zilza.


"Ehh,,,Aku,,,emm,,," Belum sempat Zilza menjawab, Arumi langsung menyelanya


"Adiknya pasti ya, soalnya wajah kalian mirip" Tebak Arumi, sedangkan Zilza hanya tersenyum kecil


"Wah kesempatan ini, bisa dekat dengan adiknya nanti lama-lama bisa gaet Pak Hizaz pelan-pelan". Batin Arumi


"Panggil aku Zilza saja, bukankah kita seumuran"


"Iya kak,,eh, Zilza hehe"


🍂


"Kenapa kau mengajaku kemari ?"


"Aku hanya ingin mengingatkan bahwa tempat ini menjadi tempat pertemuan kita setelah berpisah cukup lama" Pandanganya masih tertuju ke arah danau di depanya


"Lebay" Sambil tertawa kecil


Mereka adalah Fiaz dan juga Laura yang menikmati waktu sorenya di pinggiran danau, Fiaz yang tiba-tiba mengajak Laura pergi tanpa memberi tahunya akan kemana kepergianya, dan di sinilah mereka berada.


"Tadinya aku ingin seperti di film film yang mengajak pasangan ke tempat favoritnya dulu, tapi sungguh ekspetasi tak sesuai realita karena taman tempat bermain kita sekarang sudah berubah menjadi lapangan bola" jelasnya sambil tertawa ringan

__ADS_1


"Hahaha,,kamu ini nggak berubah ya dari dulu masih suka ngerayu" jawab Laura masih dengan tawanya


"Apa aku terlihat sedang merayu ?" menaikan sebelah alisnya


"Entahlah" jawabnya sambil memandang ke hamparan danau di depanya


🍂


Setelah mendapat jawaban panggilan telfon dari Zilza, Siska dan Veli langsung datang ke rumah sakit tempat temanya itu di rawat untuk mengetahui kondisinya serta meminta maaf atas kejadian malam lalu.


"Za, sebenarnya apa yang terjadi padamu, kenapa sampai kau di rawat, apa ini berhubungan dengan acara di club malam lalu ?" Tanya Veli penasaran, karna dia melihat wajah Zilza yang pucat padahal ini sudah lebih baik sebelum dia di rawat di RS.


"Apa kau waktu itu sedang sakit sebelum pergi ke acara, makanya kau meminta untuk cepat pulang. Maafkan aku dan Veli, kami nggak tau" Ucap Siska sambil menggenggam tangan Zilza yang tidak terpasang infus


Lain halnya dengan Siska dan Veli yang sedang meminta maaf pada Zilza, di tempat lain tepatnya di dalam rumah, Fatir mengajak Haliza yang sedang nonton televisi untuk menjenguk Zilza di RS.


Tanpa menunggu lama Haliza mengiyakan ajakan suaminya. Dalam perjalanan menuju Rs, Haliza sibuk dengan benda pipih yang biasa ia bawa kemana mana, dia membuka akun sosmednya, walaupun usianya tak lagi muda namun dia tak ingin menjadi orang tua gaptek yang tak mengenal dunia maya.


Di akun sosmednya, ia melihat postingan dari akun yang tak dia kenal, di postingan tersebut nampak foto seorang wanita cantik berambut pirang serta tato bergambar mawar di bagian atas dadanya, duduk di samping meja bartender, terlihat dengan banyaknya botol minuman beralkohol yang berjejer serta caption di postingan tersebut yang menyebutkan tempat nya di 'Star Club'.


Namun yang membuatnya terperanjat adalah seorang gadis di belakang kursi yang tak sengaja ikut terfoto, gadis yang ia fikir akan menjadi menantunya, sedang duduk di sebuah kursi sofa dengan mengenakan mini dress, bertatapan dengan seorang lelaki yang sedang menyentuh dagunya. Dia adalah Zilza.


Sungguh jepretan tak sengaja tersebut menimbulkan kesalah pahaman besar di fikiran Haliza, meski pada nyatanya Zilza sangat menolak perlakuan lelaki tersebut dan mengakibatkan Zilza masuk RS sekarang.


Haliza langsung berfikir jika Zilza memang bukanlah gadis baik, buktinya dia berada dalam club menggunakan pakaian yang biasa di kenakan wanita penikmat tempat tersebut, dan lebih parahnya lagi dia bersentuhan dengan seorang pria. Sungguh Haliza tak rela jika putranya akan bersanding dengan gadis semur@h@an itu. Haliza bertekad akan memisahkan Zilza dengan Hizaz putranya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


maafkan Saya yang Up nya lama banget, karna lagi kehilangan semangat buat menulis..

__ADS_1


aku selalu menanti Like, Komen, serta Vote dari kalian semua 😘


__ADS_2