
Suara gemerisik dedaunan pohon mangrove yang bergoyang karna hembusan angin pagi, serta telaga yang menggerakan permukaanya yang asalnya tenang, Langit biru dan mentari yang cerah hersinar terasa tak begitu terik karna sejuknya udara disekitar. Zilza memejamkan matanya menikmati semilirnya angin yang berhembus, merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam otaknya sambil berdiri di pagar pembatas yang terdapat di 'Angkringan Ngambang' sambil sesekali menghirup udara dalam-dalam lalu mengeluarkanya.
Setelah apa yang Hizaz janjikan pada Zilza jika Zilza lulus dengan nilai memuaskan, kini lelaki tersebut memenuhi janjinya untuk mengajak Zilza berkeliling tempat wisata kota Semarang. Pagi ini tepat pukul 08.00, dua insan tersebut telah menginjakan kakinya di Taman Mini Jawa Tengah atau biasa dikenal Grand Maerokoco yang terletak di Jl. Puri Anjasmoro, Tawangsari Semarang Barat, dan masih berada di kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP).
Grand Maerokoco dikenal dengan berbagai rumah adat yang terdiri dari 35 daerah di Provinsi Jawa Tengah yang disebut 'Anjungan', didalam rumah anjungan juga terdapat hasil industri khas daerah masing-masing. Selain itu terdapat juga spot yang paling menarik dan instagramable, yakni kawasan pohon mangrove yang mengelilingi telaga berasal dari perairan pesisir utara Semarang.
Disana kita juga bisa menyewa perahu sampan maupun mesin untuk berkeliling menikmati indahnya hutan mangrove juga merasakan sejuknya hembusan angin serta pemandangan indah yang memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Jangan lupakan juga dengan adanya cafe di atas telaga yang biasa disebut dengan 'Angkringan Ngambang', disana kita bisa memesan aneka hidangan dan minuman segar yang dapat memanjakan lidah.
Grand Maerokoco Semarang, Jawa Tengah.
Poto Saya ambil di mbah google dari postingan "nativeIndonesia.com"
Puas berkeliling di Maerokoco selama lebih 2 jam, Hizaz mengajak Zilza ke bagian barat kota Semarang, yakni Ngaliyan. Tempat tujuanya yakni Masjid Kapal, yang terletak di Jl. Kyai Padak, Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Masjid yang memiliki luas bangunan 2.500m tersebut memiliki nama Masjid Safinatun Najah yang berarti Kapal Penyelamat. Masjid yang memiliki bentuk menyerupai kapal tersebut dibangun pada tahun 2015 di area persawahan yang tempatnya masih lumayan jauh dari hiruk pikuk polusi udara kota. Selain masjid, nantinya juga akan di bangun pondok yang menerapkan berbahasa wajib Inggris dan Arab. Nanti setelah pondok tersebut sudah dibangun, memungkinkan jika tempat tersebut selain menjadi tujuan wisata religi juga menjadi tujuan wisata bahasa. Meskipun menjadi tempat wisata, Masjid Kapal ini juga tidak kehilangan fungsi utamanya yakni tempat beribadah.
__ADS_1
Gambar Masjid Safinatun Najah (Masjid Kapal)
Poto Saya ambil di google postingan dari "inibaru.id"
Setelah puas melihat ornamen-ornamen bangunan dalam masjid, suara adzan terdengar merdu berasal dari dalam masjid yang Zilza dan Hizaz pijaki. Mereka memutuskan sholat dzuhur berjama'ah di masjid tersebut bersama jamaah lainya. Hizaz pun mengajak Zilza untuk makan siang di rumah makan yang berjarak sekitar 3km dari area masjid.
"Mau kemana lagi setelah ini ?" tanya Hizaz disela makan nya.
"Ohhh,,maksudmu Brown Canyon, bisa dong. Tapi habisin dulu makananmu karna jaraknya lumayan jauh dari sini" Jawab Hizaz sambil menyruput es teh yang didepanya.
"Kalo lagi minum gitu kok jadi keliatan banget aura ketampananya" batin Zilza dalam hati
45 menit perjalanan menggunakan mobil yang dilalui Hizaz dan Zilza dari Ngaliyan menuju Brown Canyon yang terletak di Rowosari, Meteseh, Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Brown Canyon sebenarnya perbukitan biasa yang merupakan proyek galian berumur lebih dari 10 tahun.
__ADS_1
Karna adanya penambangan material yang dilakukan hampir setiap hari, jadilah bukit tersebut mirip dengan bukit yang ada di benua Amerika, Grand Canyon.
Meski begitu, kaindahan Brown Canyon juga tidak kalah jauh dengan Grand Canyon yang berada di luar benua, banyak yang menjadi tempat teraebut sebagai spot foto menarik karna tempatnya yang instagramable, tidak sedikit juga pasangan yang melakukan pemotretan pranikah atau preweding di area Brown Canyon.
Gambar Brown Canyon
Saya ambil di google postingan dari "semarang wingkorolls"
"Hati-hati jalanya, ini licin" ucap Hizaz karna Zilza jalanya terburu-buru
"iya,,aku tau kok" ucap Zilza, tapi tak disangka kakinya malah terpeleset dan hampir terjebur
"Aawww,," serunya
__ADS_1
Dan secara reflek, Hizaz langsung menarik lengan Zilza lalu memeluknya, menciptakan debaran jantung yang seakan sedang menabuh dadanya seperti takbiran di idul fitri.