Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
rencana tunangan


__ADS_3

"Siapa pacar kamu, orang mana, apa dia orang Batang juga sama denganmu ?" Benar-benar teman Zilza yang satu ini kepo dengan masalah pribadinya.


"Bukan, dia asli orang Semarang, dan dia udah kerja. Aku sama dia berhubungan sudah beberapa bulan ini saat aku masih sekolah, meskipun kita tidak ada kata pacaran tapi kita memiliki komitmen untuk menjaga hati satu sama lain"


Jelasnya panjang lebar karna tak ingin ada pertanyaan ini itu lagi dari lawan bicaranya kali ini.


Veli hanya menanggapinya dengan memonyongkan bibir membentuk huruf 'O'


"Ganteng nggak ?" tanyanya sambil nyengir


Zilza mendengus kesal, temanya yang satu ini benar-benar mengorek informasi pribadinya.


Apa dia mau jadi tukang tikung ? Ah, sepertinya tidak mungkin. Karna selera cowok bagi seorang Velicia Sinaga ialah lelaki yang tidak hanya tampan dan mapan, dia juga harus mau membiayai biaya perawatan kulitnya yang mulus halus tanpa noda itu.


"Kamu kok kepo banget sih, ya jelas ganteng lah. Kalo tidak ya mana mungkin aku mau bikin komitmen panjang demi dia"


Jawabnya sambil merebahkan tubuhnya d kasur dan mensejajarkan badanya dengan Veli.


"Mana coba aku liat fotonya"


"Haistt,,Aku ngantuk mau tidur" jawabnya sebelum memejamkan mata. Zaliza tak ingin pujaan tampanya itu dilihat oleh perempuan lain yang pasti nanti akan membuat temanya itu bertanya-tanya lebih banyak lagi yang membuatnya jengah

__ADS_1


🍂


Disebuah ruangan khusus, seseorang sedang mengecek beberapa laporan pembelian dan penjualan barang di gerai miliknya, ia juga menghitung laba rugi dari penjualan selama satu bulan ini.


Setelah dirasa cukup, ia meregangkan badanya kekiri dan kanan agar tubuhnya lebih rileks.


Tok,,tok,,tok,,!


Ketukan pintu mengalihkan perhatianya


"Masuk,!" Ucapnya sebelum pintu yang tadi diketok itu terbuka dari luar


"Ada apa Dewi ?" Tanyanya pada gadis ber nametag Dewi itu


"Pak, Saya mau minta izin besok tidak bisa masuk kerja karna ada acara lamaran" Ucap gadis yang mengenakan hijab pashmina dengan warna yang berpadu dengan seragam gerai tempatnya sekarang bekerja.


"Kamu mau lamaran, wah selamat ya. Baiklah besok Saya minta yang lain untuk gantiin kamu dulu. Semoga acaranya berjalan lancar ya Dewi" Ucapnya pada gadis yang bekerja di gerai muslim miliknya sejak pertama gerai itu berdiri.


"Terimakasih Pak, kalau begitu Saya permisi" Pamitnya yang diberi anggukan sang bos sebagai jawaban.


"Ya Allah,,,Aku bahkan hanya menjalin sebuah komitmen pada Zilza tanpa adanya ikatan, bodoh sekali aku." Rutuknya pada diri sendiri.

__ADS_1


Ya, orang tersebut adalah Hizaz, sejak masih kuliah di Mesir, lelaki tersebut telah menjalankan usaha menjual baju muslim secara online. Setelah kepulanganya ke negara asal, barulah ia membuka sebuah gerai muslim yang ia beri nama "GERAI HF".


"Besok Aku akan mengajaknya bertunangan" Gumamnya sebelum bangkit dari duduknya dan menyambar konci motor diatas meja.


🍂


"Mbak, cincin tunangan yang bagus dong" Ucap Hizaz pada salah satu pegawai toko perhiasan ditempatnya sekarang berada.


"Bund, dimana ayah ?" Tanya Hizaz pada ibundanya setelah memasuki rumah.


"Ada apa kau mencariku nang ?" Ucap pria paruh baya yang baru menuruni anak tangga, kemudian duduk di sofa dekat sang istri.


"Ayah, bunda, Hizaz minta restu kalian untuk bertunangan dengan Zilza"


Senyuman terbit di bibir Haliza karna mendengar penuturan putra sulungnya itu


"Apa kau sudah bicara langsung dengan Zilza, Apakah sudah pasti dia akan menerima tunanganmu ?" sejenak Fatir menghembuskan nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Ayah tau kau ingin menjalin hubungan dengan Zilza dan perasaanmu juga tulus padanya, Ayah juga sangat mendukung jika kau ingin menjalin ke arah serius karna itu tandanya kau tidak main-main pada hubungan kalian. Tapi ingatkah kau perkataan Pak Burhan tempo hari, beliau akan menikahkan Zilza jika dia sudah lulus kuliah" Bagaimanapun Fatir tidak ingin putranya terburu-buru yang nantinya malah akan mengecewakan perasaannya jika ia ditolak.


"Hizaz hanya akan mengikatnya dengan bertunangan dulu ayah, untuk ke pernikahannya Hizaz akan menunggu sampai dia siap dan diijinkan orang tuanya" Ucapnya mantap.

__ADS_1


__ADS_2