Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
foto


__ADS_3

Dua hari Zilza di rawat di rumah sakit, dan sekarang gadis manis itu sudah pulang dan beraktivitas seperti biasa. Zilza sudah memaafkan Siska dan Veli atas kejadian malam itu karna memang hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Siska dan Veli.


Tapi jangan berfikir jika Zilza tidak akan lagi memasuki club malam lagi, karna Siska juga Veli menjanjikan bahwa mereka akan menjaga Zilza setiap di club agar tak ada lelaki yang berani menyentuhnya, bukan hanya itu, mereka juga menghargai Zilza yang tak mau minuman beralkohol.


Pada awalnya Zilza sudah mengatakan jika ia tak ingin memasuki gedung kerlap kerlip itu lagi, namun karena perkataan kedua temanya jika tempat tersebut adalah satu satunya yang dijadikan acara berkumpulnya para model yang tergabung dalam satu produser. Jika Zilza tak mau ikut maka ia akan mendapat cap sebagai seorang anti sosial.


Malam minggu seperti yang telah di janjikan, Zilza di jemput oleh Veli menggunakan mobilnya lalu pergi menuju club yang biasa para model itu kunjungi. Dan seperti janjinya pula Veli dan Siska akan menjaga temanya itu dari para lelaki penggoda juga menjauhkan Zilza dari yang berbau alkohol. Zilza merasa senang karena meski berada di tempat itu namun dia tak melakukan hal terlarang. Mereka selalu menghabiskan waktu malam minggunya di tempat tersebut hingga larut malam bahkan menjelang pagi baru pulang.


Selama beberapa minggu Zilza menghabiskan malam minggunya di club tersebut dan tanpa ia sadari ada seseorang yang selalu mengawasinya setiap kali ia pergi dan pulang pun di tunggunya, orang tersebut adalah suruhan dari Haliza ibunda Hizaz dan Fiaz.


"Ini sudah tak bisa di tolerir lagi, akan sangat memalukan jika Hizaz sebagai guru yang harusnya bisa menjadi contoh baik malah bersanding dengan seorang model yang sering keluar masuk club" Monolog Haliza setelah melihat beberapa lembar foto yang dikirim orang suruhanya guna memata matai Zilza


"Sedang apa bund ?" Tiba-tiba suara Hizaz mengagetkanya, membuat Haliza terjengkit beberapa saat.


"Eh, sayang,,, Bunda kira siapa, sini duduk ada yang ingin Bunda bicarakan"


"Ada apa Bund ?" Tanyanya penasaran


Haliza langsung menyodorkan beberapa lembar foto yang baru saja di lihatnya membuat Hizaz semakin bingung dan penasaran, namun tak ayal Ia pun melihat foto siapa itu.


"Bunda mendapatkan ini darimana ?"


Kaget, iya Hizaz kaget setelah mengetahui objek di foto tersebut, namun Hizaz meredam kegugupanya agar ia mengetahui terlebih dahulu pada sang Ibunda, karna siapa tau itu hanyalah editan atau orang lain yang wajahnya mirip dengan Zilza


"Dari orang suruhan Bunda" Sambil menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap manik sang putra dengan intens

__ADS_1


"Beberapa saat lalu ketika Zilza masih di rawat di RS Bunda tak sengaja melihat fotonya di sosial media saat dia berada di dalam sebuah club, Bunda mulai merasa bahwa dia sudah berubah bukan menjadi perempuan baik lagi. Setelah beberapa hari Zilza keluar dari RS, barulah bunda meminta seseorang untuk memata matai kemanapun Zilza pergi, dan Kau bisa lihat kan hasilnya ini ?" Jelas Haliza.


Hizaz hanya diam tanpa berniat menanggapi penjelasan Ibundanya, hingga terjadi keheningan beberapa detik.


"Hizaz pergi dulu ya Bund, Assalamualaikum" Setelah mengucapkan itu Hizaz langsung pergi dengan motor sportnya, membelah jalanan Kota Semarang yang sedikit macet, tujuan utamanya adalah kediama Abah Rahman.


"Sudah lama ya Kau tak main kesini, bagaimana kabarmu Nang ?" Ucap Abah Rahman setelah Hizaz masuk dan mendudukan bokongnya di salah satu sofa


"Iya, maaf Hizaz jarang kesini karena ahir ahir ini begitu sibuk. Kabar Saya Alhamdulillah baik Bah, bagaimana kabar Abah dan Umi ?"


"Alhamdulillah Kami semua sehat, mari di minum Nang" Tanganya menunjuk minuman yang sudah tersaji di depanya


"Sepertinya ada hal penting yang ingin Kau bicarakan, ada apa Nang ?" Tanyanya, setelah melihat dari raut wajah Hizaz


Hizaz pun menceritakan masalahnya pada Kyai Rahman, mengenai dirinya yang merasa kecewa atas perubahan Zilza namun juga enggan untuk melepaskanya karna dia yang sudah terlanjur menyayanginya.


Hizaz mencerna nasehat Abah Rahman dengan baik, sampai Abah Rahman melanjutkan kembali ucapanya


"Jika jodohmu adalah orang baik maka kau termasuk orang beruntung karna bisa mendapatkan jodoh yang baik, namun jika sebaliknya, bukan berarti kau bernasib sial karna berjodoh bukan dengan orang baik. Akan tetapi bimbinglah ia agar menjadi orang baik, dan Kau tidak hanya akan menjadi orang beruntung tetapi juga menjadi hamba yang di cintai oleh Allah SWT."


Setelah pertemuanya dengan Kyai Rahman, Hizaz memutuskan pergi ke danau yang menjadi tempat favoritnya kala hatinya gundah. Berkali kali ia menarik nafas lalu mengeluarkanya seolah olah yang menjadi kegundahan hatinya tersebut bisa keluar bersama karbon dioksida yang ia keluarkan lalu ikut terbang bersama angin yang berhembus. Pikiranya terasa fresh setelah duduk beberapa menit di bangku yang terletak di pinggir danau.


"Kak Hizaz lagi apa di sini ?" Seketika Hizaz menoleh kala ada suara wanita yang memanggil namanya.


"Laura ?!, kau sama siapa ?" Bukan menjawab malah balik tanya. Seseorang yang tidak lain adalah Laura hanya tersenyum melihat wajah kaget yang di tampilkan Hizaz.

__ADS_1


"Aku sendirian saja Kak, Kak Hizaz ngapain di sini, sendirian juga kah ?" Masih penasaran dengan keberadaan Hizaz yang tak biasa ia lihat di danau ini.


"Aku hanya cari angin segar saja disini, dirumah terus bosan. Ini juga tempat favoritku Kalau lagi boring"


Laura hanya mengangguk menanggapi penjelasan Hizaz, hingga terdengar dering ponsel di tas slempang miliknya.


[...]


"Baiklah nanti Laura kesana" ucapnya pada orang di seberang telfon


[...]


"Kak, aku pergi dulu ya. Apa Kak Hizaz mau ikut sekalian saja soalnya yang barusan telfon ini bunda Haliza, beliau memintaku datang ke rumah"


"Bunda ?" Tanya Hizaz bingung, tapi ia juga ikut menemani Laura ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motornya masing masing


"Hai Laura, kau sudah datang. Oh ya ampun,,, kau bersama Hizaz" Sambut Haliza ketika Laura memasuki rumahnya bersama Hizaz.


"Bagus deh kalau kalian udah bareng nanti jadi gampang ngobrolnya" Lanjutnya


Mereka bertiga duduk di ruang tamu sambil bicara basa basi antara Haliza dengan Laura yang saling menanyakan kabar juga mempersilahkan Laura agar menikmati makanan dan minuman yang telah di sajikan oleh mbak Indah -art di rumah Haliza.


"Jadi gini, bunda ingin kalian bersatu. Bukankah kalian sudah kenal sejak dulu jadi tak sulit untuk kalian mengenal satu sama lain bukan ?" Ucap Haliza setelah terjadi keheningan beberapa saat.


"Bersatu, maksudnya ?!" Tanya Hizaz yang masih belum paham, sedangkan Laura hanya menoleh kearah Hizaz kemudian menatap Haliza menunggu jawaban

__ADS_1


"Bunda ingin Kau menikahi Laura" Ucap Haliza tanpa basa basi membuat Hizaz dan Laura terkesiap mendengarnya.


__ADS_2