Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
bab 3


__ADS_3

Setelah rencana perjodohanya dengan Zilza, Hizaz merasa hari-harinya lebih menyenangkan, tak jarang dia pun senyum sendiri jika mengingat pertemuanya dengan sang gadis yang sekarang mengisi ruang di hatinya tersebut. Bahkan sering juga para anak didiknya yang terheran-heran melihat tingkaj guru mudanya itu.


Meskipun Hizaz dikenal sebagai guru idola yang murah senyum, tapi bukan berarti suka senyum-senyum sendiri seperti yang dilakukan akhir-akhir ini. Banyak siswa siswi yang menduga jika sang guru idola sedang kasmaran, namun tidak ada yang berani mengatakanya pada Hizaz karna tidak ingin membuat guru tampan itu merasa malu.


Setelah terdengar bunyi bel dua kali yang menandakan bahwa jam mengajar sudah dua jam, Hizaz mengahiri pelajaranya hari ini di kelas XI IPA 1 dan akan mengajar lagi di kelas XII IPS 2.


Tap ! Tap ! Tap !...


Suara sepatu Hizaz ketika keluar dari kelas setelah mengajar, Hizaz berjalan dengan senyuman kecil yang bahkan tak terlihat, namun mimik wajahnya jelas menggambarkan bahwa dia sedang bahagia. Dia melewati lorong kelas yang terlihat sepi karna masih jam pelajaran, dia berjalan menuju ruang guru untuk mengambil buku materi, ketika melewati lorong dekat toilet siswi, terdengar suara yang mengalihkan pandanganya


"Pak Hizaz,,,Pak,!" panggil Arumi, salah satu siswi kelas XII IPS 1


"Iya, ada apa Arumi.?" jawab Pak Hizaz sambil menatap Arumi. Sedangkan yang ditatap jadi salah tingkah.


"Emm,,,anu,,itu pak, anu,,eemm," Arumi merasa tidak karuan di depan guru idolanya apalagi di tatap langsung. Membuat keberanian untuk bicaranya seperti hilang entah kemana

__ADS_1


"Anu apa Arumi, jika tidak ada yang mau dibicarakan Saya permisi dulu karna masih ada kelas" Ucap Hizaz dan hendak membalikan badan, namun belum sempat Ia melangkah, Arumi langsung mengatakan maksudnya


"Pak, kenapa Bapak tidak membalas surat dari Saya, bahkan untuk meresponya saja tidak pernah.?" Ucap Arumi setelah mengumpulkan keberanianya. Iya, Arumi adalah siswi yang mengirim surat untuk Hizaz tempo hari dan di titipkan kepada guru Bahasa Indonesia, Bu Nita.


Arumi mengatakan pada Bu Nita jika surat tersebut dari sahabtnya yang tidak ingin disebutkan namanya, tapi Bu Nita sudah bisa membaca ekspresi wajah Arumi jika surat itu sebenarnya memang darinya.


"Surat ?,, Surat apa ?" Ucap Hizaz bingung, dengan mengkerutkan keningnya


"Iya Pak, surat yang Saya titipkan pada Bu Nita tempo hari, apakah Bu Nita tidak memberikanya pada Bapak, makanya Bapak malah bingung" Ucap Arumi sedikit kecewa karna Hizaz terlihat bingung masalah surat itu


"Iya Pak, kenapa Bapak tidak membalasnya, atau minimal meresponya" Ucap Arumi dengan mata berbinar.


"Oh maaf Arumi, Saya belum sempat membacanya, memang apa isi surat itu ?" Tanya Hizaz kepo mengenai isi surat didalam amplop pink tempo hari.


"Ohhh Bapak belum membukanya ya, emmm bukan apa-apa kok Pak, tidak penting juga. Buang aja gak apa toh Saya tidak memaksa Bapak buat membacanya" Jawab Arumi dengan sedikit kecewa

__ADS_1


"Baiklah kalo begitu, Saya permisi dulu" Ucap Hizaz


"Pak, Saya mau tanya "


"Iya, mau tanya apa ?"


"Banyak yang bilang Bapak akhir-akhir ini sering tersenyum sendiri seperti lagi jatuh cinta, apa Bapak sudah memiliki kekasih ?" Tanya Arumi ragu-ragu dengan sedikit menahan rasa sesak dihatinya


"Saya harus mengajar ke kelas dulu, permisi Rum " Bukan menjawab, Hizaz malah berbalik hendak meninggalkan Arumi. Namun Hizaz langsung menghentikan langkahnya


"Pak Hizaz,,! Saya mencintai Bapak, Saya ingin jadi kekasih dan calon Istri Bapak. Saya ingin jadi Ibu dari anak-anak Bapak, Saya mencintai Bapak " Seru Arumi dengan menatap punggung Hizaz yang berjarak 2 meter didepanya.


Tanpa menjawab ungkapan perasaan Arumi, Hizaz langsung berjalan menjauh tanpa menoleh ke arah Arumi sedikitpun. Sedangkan Arumi yang ditinggal begitu saja merasa hancur dan air mata nya pun langsung jatuh membasahi pipi mulusnya.


Untunglah dilorong tersebut suasana cukup sepi, jika tidak, tentu bukan hanya sakit hati yang Arumi rasakan namun juga rasa malu yang bisa saja terjadi dari cibiran orang lain.

__ADS_1


__ADS_2