
Di dalam ruangan tempat menambah ilmu bagi sebagian orang, dan sebagian lainya menjadikanya sebagai tempat favorit untuk mendengarkan lantunan musik melalui headset dari hp sambil memejamkan mata, seperti yang dilakukan Fiaz saat ini.
Cowok bertubuh atletis yang memiliki hobi fotografi meskipun kuliah di fakultas teknik industri itu bukanlah termasuk kategori mahasiswa teladan meski tidak pernah ada alfa maupun izin di absensi kelasnya.
Setelah sang dosen dipastikan keluar kelas, Fiaz langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran motor, baru saja dia akan mengeluarkan konci motornya dari saku celana, aktivitasnya seketika terhenti
"Fiaz,,,tunggu !!" panggil salah seorang mahasiswi dengan penampilan rambut curly dengan memakai dres selutut juga jas putih yang menutup tubuh bagian atasnya
"Ehh, Hana ada apa ?" tanya Fiaz pada gadis bernama Hana tersebut.
"Kamu ada lowongan buat jadi model tidak, kalo boleh, aku mau jadi model foto kamu produk apa aja deh ?" Tanya Hana sambil mengatupkan kedua telapak tanganya didepan dada untuk memohon.
Ya, selain kuliah Fiaz juga menyibukan dirinya sebagai fotografer, menjadikan hobi sebagai penghasilan dan bonusnya selalu bertemu wanita-wanita cantik yang menjadi modelnya.
"Aku belum ada tawaran pemotretan, lain kali jika ada aku kasih tau kamu " Jawab Fiaz sambil tersenyum
"Oh baiklah kalo begitu, makasih ya" Ucap Hana sebelum Fiaz menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
🍂
__ADS_1
Setelah keluar dari area kampus, disinilah Fiaz berada, danau dengan kejernihan airnya dan pepohonan sekitar jalanan yang mengelilingi pinggiran danau. Di waktu pagi dan sore hari banyak orang yang melakukan jalan santai atau joging.
Tujuan Fiaz ke danau tersebut tidak lain tidak bukan ialah ingin mengambil objek yang menarik untuk ia foto dan nantinya akan diikutsertakan dalam lomba fotografi yang akan diselenggarakan pekan depan.
Fiaz mengeluarkan kamera andalanya dari dalam tas. Setelah mengatur kecerahan gambar dan lainya, Pria berwajah oriental tersebut langsung mengamati objek yang menurutnya menarik dan
Cekrek !
Cekrek !
Cekrek !
Fiaz terbelalak beberapa detik sebelum menoleh ke arah yang ditunjuk seorang gadis tersebut melalui tanganya.
Fiaz langsung lari ke arah seorang kakek yang terduduk lemas dibawah pohon cemara, Fiaz langsung membantunya berdiri dan mendudukanya di bangku yang tidak jauh dari situ.
"Bisakah tolong bantu bawa kakek Saya ke mobil, disana mobilnya ?" Ucap gadis itu yang tidak lain ialah cucu dari kakek yang ditolongnya
"Biar aku saja yang menyetir, aku khawatir nanti kamu tidak bisa membantu beliau turun" Ucap Fiaz setelah membantu sang kakek masuk ke mobil
__ADS_1
"Kemana tujuan kita sekarang ?" tanya Fiaz sambil menghidupkan mesin mobil
"Kerumah saja, nanti biar saya panggilkan dokter yang biasa menangani kakek saya ke rumah" Ucap gadis yang duduk di jok belakang mendampingi kakeknya
"Dimana rumahmu ?" tanya Fiaz
"Perum Hijau Damai no 23, dari gerbang komplek lurus saja rumahnya paling ujung kiri"
"Ternyata dia satu komplek denganku" Batin Fiaz sambil tersenyum simpul.
"Hmm baiklah,,,,ohya, siapa namamu ?" Tanya Fiaz kemudian.
"Namaku Laura, ohya, terimakasih banyak sudah mau menolongku. Maaf juga karna sudah mengganggu waktunya" Ucap gadis bernama Laura itu sambil tersenyum
"Ohhhh Tuhan, manis sekali" batin Fiaz meronta
"Apa kamu sudah lama tinggal di komplek itu, sepertinya aku tidak pernah melihatmu, padahal aku juga tinggal di komplek itu dan sering lari pagi keliling komplek ?"
"baru 2 bulan ini aku dan kakek ku pindah dari Jakarta, karna kakek ingin menikmati masa tuanya di kota kelahiran, sekalian aku juga akan kuliah di kota ini" jelasnya panjang lebar dan Fiaz hanya manggut-manggut.
__ADS_1