Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
Club malam


__ADS_3

"Assalamau'alaikum" Ucap seorang wanita paruh baya beserta pria muda nan tampan didepan pintu rumah.


"Waalaikumsallam, maaf siapa ya ?" seorang wanita nampak bingung setelah membukakan pintu


"Apa benar ini rumah paman Surip, Saya Haliza saudara beliau ?" Iya, dia adalah Haliza yang sedang mengunjungi rumah Surip bersama Hizaz.


"Haliza ya, ayo masuk" Ucap lelaki tua dari dalam rumah setelah melihat orang yang berdiri didepan pintu rumahnya


"Siapa ini Za, Fadil atau Afdal. Aku udah pangling dengan kalian setelah belasan tahun tak bertemu" Ucap Surip menatap lelaki muda disamping Haliza.


"Saya Fadil kek, Hizaz Fadil. Kakek bagaimana kabarnya ?" menyalami dan mencium punggung tangan Surip kemudian duduk di sofa setelah dipersilahkan oleh tuan rumah


Tak lama, bi Ina datang membawa nampan berisi minuman dingin beserta kue.


"Dimana Lia ?" Tanya Haliza setelah meminum es jeruk yang di suguhkan


"Lia sedang keluar, sebentar lagi pasti pulang" jawabnya


"Assalamu'alaikum,,," Seru Laura yang baru pulang

__ADS_1


"Waalaikumsallam" jawabnya serempak


"Lia, kamu dari mana ?" Tanya Haliza


"Eh tante, sudah dari tadi kah ?, LAURA baru kerumah teman" jawabnya sambil menekankan sebutan namanya. Karena sebutan 'Lia' adalah panggilanya pada saat masih kecil, dan sekarang orang-orang memanggilnya 'Laura'


"Ohh iya maafkan tante karna masih memanggilmu Lia, nanti tante ubah deh panggilanya Laura" semua terkekeh menanggapi ucapan Haliza barusan


"Oh iya, kamu masih ingat temanmu dulu kan. Anak tante ini, yang dulu kamu sering panggil 'Kak Adil' ini anaknya udah besar dan panggilanya bukan 'Adil' lagi tapi Hizaz" Seraya mengenalkan sang putra pada gadis didepanya itu


"Hai Laura, sudah besar saja kamu sekarang. Masih ingat aku kan ?" Ucap Hizaz disertai kekehan kecil. Baginya Laura sudah dianggap sebagai adik sewaktu masih kecil, dan sekarang setelah bertemu lagi pun rasanya masih sama


"Ingat dong, walaupun wajahnya udah agak berbeda tapi tetap saja masih ada mirip-miripnya" Senyumpun mengembang dibibir cerry nya.


"Aku kuliah di Universitas Pemuda, ambil jurusan Tehnik Industri"


"Wah, satu kampus dengan Fiaz dong berarti. Dia udah semester tiga sekarang, Tehnik Industri juga" Ucap Haliza antusias.


"Fiaz siapa tante ?" Gugup Laura, karna dia akan memastikan apakah yang dimaksud adalah Fiaz cowok yang dikenalnya beberapa hari lalu

__ADS_1


"Fiaz Afdal, 'Kak Adal' nya kamu dulu. Adiknya Hizaz kamu tidak lupa kan" Jawab Haliza, sedangkan Laura hanya manggut-manggut sambil mulutnya ber 'Oh' ria


🍂


Di sebuah kamar sederhana, seorang gadis sedang cemberut dan marah entah pada siapa, menyesali kebodohanya yang mau saja diajak temanya untuk pergi kesuatu pesta tanpa tau tempat apa yang dijadikanya untuk pesta itu. Iya, dia adalah Zilza.


Berawal dari seorang model bernama Anggun yang merayakan ulang tahun dan mengundang beberapa temannya sesama model tidak terkecuali Zilza .


Gadis yang berprofesi sebagai model pendatang baru itu berangkat ke acara dengan kedua temanya yakni Siska dan Veli, mereka hanya bilang bahwa 'Acara dirayakan ditempat biasa mereka nongkrong' yang Zilza kira itu adalah Cafe atau basecampnya mereka.


Tapi diluar dugaanya, ternyata tempat yang dimaksud adalah sebuah club malam dengan lampu kerlap-kerlip serta musik dengan volume tinggi yang memekakan telinga, juga berbagai minuman terlarang yang tersaji diatas meja, jangan lupakan juga para lelaki hidung belang juga wanita berpakaian kurang bahan yang berjoget dibawah sinaran lampu yang menyilaukan mata itu.


Meskipun seumur hidupnya baru pertama kali memasuki tempat tersebut, tapi Zilza langsung paham tempat apa itu.


"Aku mau pulang" Bisik Zilza di telinga Veli


"kenapa ?" Tanyanya heran, karena mereka baru saja masuk


"Aku nggak nyaman ditempat ini, aku tidak terbiasa. Kalian kalau masih mau disini tak apa aku pulang sendiri saja" Ucapnya hendak meninggalkan tempat terlarang tersebut

__ADS_1


"Jangan keburu pulang dong Zil, kalau kamu nggak nyaman setidaknya duduk saja buat menghargai kak Anggun, bukankah dia sudah mengundangmu, jangan kecewakan dia oke ?!" Ucap Siska sambil menarik lengan Zilza agar mau masuk kedalam lagi


Baru saja Zilza menginjakan kakinya, dia langsung dikagetkan dengan pemandangan yang tidak selayaknya untuk dipertontonkan pada banyak orang.


__ADS_2