Jodoh Untuk Pak Guru Tampan

Jodoh Untuk Pak Guru Tampan
Bohong


__ADS_3

Maaf ya readers, jika banyak typo bertebaran dimana-mana😁.


selamat membaca😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Baru saja Zilza menginjakan kakinya didalam sebuah ruangan khusus, dia langsung dikagetkan dengan pemandangan yang tidak selayaknya untuk dipertontonkan pada banyak orang.


Seorang lelaki yang entah siapa Zilza tak mengenalnya sedang bercumbu dengan seorang wanita yang mengenakan dres minim bahan, yang siang tadi mengundangnya ke perayaan pertambahan usianya.


Nampak wanita yang diketahui bernama Anggun tersebut duduk disebuah meja yang terdapat beberapa minuman beralkohol serta gelas bekas minuman yang telah tandas isinya, sedang lelaki tersebut berdiri didepanya dengan tangan yang satu memegang erat pinggang Anggun sedang tangan yang satunya sibuk dengan dada besar milik sang wanita. Jangan lupakan pula bibir mereka yang saling mencium, melum@t dan meng***m.


Sungguh mereka nampak tak malu dengan keadaan ruangan itu yang terbilang cukup ramai karna teman-teman Anggun juga banyak yang disana, bahkan Anggun sendiri ikut membalas permainan sang lelaki dengan menekan tengkuk lelaki tersebut menggunakan sebelah tanganya sedang tangan yang satu menari-nari dibagian tubuh sang lelaki seperti memberikan rangsangan.


"Aku mau pulang" Cicit Zilza setelah tak tahan dengan apa yang ia lihat, bahkan ia malu sendiri melihatnya


"Kenapa sih Zil, ini udah didalem dan kak Anggun belum liat kamu, nanti malah dikiranya kamu nggal datang ke acaranya dan mengira jika aku yang tak mengajakmu" Protes Veli, karna dia sangat menghargai Anggun sebagai seniornya dan selalu mendapat dukungan serta motivasi darinya disetiap Veli hendak melakukan sesuatu yang besar.


Bagaimana dia akan melihatku, dia aja masih enak-enakan main cip*k sama pasanganya, gerutunya


"Kita senang-senang aja disini sampai kak Anggun datangin kita" Timpal Siska sambil menggiring kedua temanya itu


"Kenapa nggak kita panggil aja kak Anggunya, setelah itu kita kasih ucapan selamat dan aku bisa pulang" Ide yang sangat masuk akal menurutnya, daripada menunggu pasangan tak tahu malu yang entah sampai kapan akan berbuat mes*m seperti itu.


"Bukankah kamu lihat sendiri dia lagi sibuk, jangan ganggu dia biarkan saja" Jawab Veli sambil menuang wine kedalam gelas didepanya


"Palingan sebentar lagi mereka 'ngamar', tunggu saja sampai nanti mereka keluar. Dan kita happy-happy aja dulu disini, yeayy !" Sorak Siska sambil iku menuangkan minuman yang berasal dari botol berbeda yang dituang Veli, dengan kadar alkohol lebih tinggi.


"Ngamar ? Maksudnya ?" Sungguh pertanyaan yang ia sendiri juga tau jawabanya. Tapi ini pertama kali untuk Zilza, seumur hidupnya baru pertama memasuki club dan langsung disuguhkan kejadian seperti itu, dan naasnya mereka adalah temannya sendiri.

__ADS_1


Belum selesai dengan keterkejutanya, Zilza sudah dikagetkan kembali dengan lengan kokoh yang tiba-tiba melingkar dilehernya, seketika ia menoleh kearah sang pemilik lengan kokoh tersebut


"Hey cantik, siapa namamu ?" Tanyanya sambil menoel dagu Zilza, membuatnya seketika syok dan wajahnya pucat serta tubuhnya yang kaku, membuat lelaki yang hendak berkenalan tersebut kebingungan dengan gadis yang dirangkulnya tersebut.


"Zil, kamu kenapa,,,Zil,,,halo,,," Ucap Veli dan Siska bersamaan. Mereka khawatir dengan keadaan temanya yang tiba-tiba terlihat seperti orang ketakutan. Dengan terburu-buru mereka membawa Zilza keluar dari club tersebut menuju apartemen Veli yang jaraknya tidak terlalu jauh dari club.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok,,,! Tok,,,! Tok,,,!


Ketukan pintu membuyarkan lamunan Zilza tentang kejadian malam itu, kejadian yang membuatnya benar-benar mengakibatkan dirinya mengurung didalam kamar selama tiga hari ini, bahkan ia tidak masuk kuliah dengan alasan sakit.


Dengan langkah gontai ia berjalan hendak membuka pintu, dan betapa terkejutnya setelah tau siapa gerangan yang mengetok pintunya di hari yang masih terbilang pagi meskipun matahari sudah bersinar terang.


"Kak Hizaz,," Ucapnya pada pria dihadapanya


"Aku dengar dari Fiaz katanya kamu tak masuk kuliah karna sakit. Bagaimana keadaanmu sekarang apakah sudah lebih baik ?" Berjalan masuk mengikuti langlah Zilza dan membiarkan pintu kamar tetap terbuka agar tidak terjadi fitnah.


"Tak perlu, aku hanya ingin memastikan keadaanmu. Apa kamu sudah periksa ke dokter ?" tanyanya terlihat khawatir


"Aku tidak ke dokter, tapi keadaanku sudah mendingan kok" Meski wajahnya masih terlihat pucat, ia berusaha menampilkan senyum manisnya agar terlihat ceria


"Ayo ikut aku" Ucapnya sambil berdiri


"Kemana ?" bingung, tentu saja. Karna tiba-tiba Hizaz mengajaknya pergi tanpa memberi tahunya terlebih dahulu


"Ikut saja" pintanya lagi seakan tak ingin dibantah


🍂

__ADS_1


"Dari hasil pemeriksaan saya, pasien mengalami syok dan stres yang mengakibatkan aliran darahnya menjadi kurang normal serta asupan nutrisinya yang kurang. Sepertinya pasien tidak makan secara teratur" Jelas sang dokter setelah memeriksa keadaan Zilza.


Iya, rupanya Hizaz memaksa untuk pergi denganya adalah hendak ke rumah sakit guna memeriksakan keadaan Zilza yang terlihat pucat dan lemas meski bibirnya selalu menampilkan senyum, ia tau bahwa senyum tersebut hanya untuk menutupi perasaan lemah yang dialaminya.


"Lalu bagaimana keadaan dia sekarang ?" Tanya Hizaz memastikan


"Saya sarankan agar sebaiknya ia dirawat dulu disini sampai kondisinya benar-benar pulih"


"Baiklah, terima kasih dokter" Ucapnya kemudian masuk kedalam dimana sang gadis terbaring lemah.


"Ayo pulang" Ucap Zilza setelah Hizaz berdiri disamping brankar tempat ia duduk dengan infus yang menempel di salah satu tanganya


"Kamu harus dirawat dulu sampai benar-benar sembuh. Sebenarnya apa yang terjadi hingga membuatmu syok dan stres menyebabkan kamu sakit seperti ini ?" Rasa penasaran serta khawatir melingkupi hati Hizaz secara bersamaan. Dia takut sang gadis kenapa-napa dan tidak ada tempat untuknya berbagi cerita


Apa aku harus mengatakanya pada kak Hizaz, bagaimana jika nanti malah dia menghindariku setelah dia tau jika aku pernah ke club malam. Batinya bertanya-tanya


"Kenapa diam saja, ada apa sebenarnya. Berbagilah padaku siapa tau aku bisa membantumu. Tenanglah ada aku disini yang akan berusaha untuk selalu ada untukmu" Ucapnya menenangkan Zilza yang masih diselimuti perasaan bingung namun juga takut. Bingung bagaimana memulai bercerita dan takut jika Hizaz nanti akan menjauhinya


"Aku kemarin melihat penampakan hantu di kamar kost ku" Bohong, itu jalan yang Zilza pilih. Karna dia takut Hkzaz akan menghindarinya


"penampakan hantu ?" dahi Hizaz berkerut mencerna apa yang Zilza sampaikan


"Kamu melihat hantu,,sungguh ?" Tanyanya lagi memastikan


"I,,,,iya, apa kau tak percaya ?" gugup Zilza karna takut jika Hizaz mengetahuinya bahwa ia tengah berbohong


"Kalau kamu takut, banyakin berdo'a dan rutin dibacain Al-Qur'an agar kamar kamu dijauhi dari mahluk-mahluk seperti itu. Dan jika kamu masih trauma, kamu cari kost lain saja yang lebih aman dan dekat dengan tempat ibadah baik masjid maupun mushola. Nanti aku temani jika kau ingin mencari kost baru" Jelasnya panjang lebar tanpa ada rasa curiga sedikitpun


"Aku sudah nyaman kost disana, biar nanti aku sering-sering baca Al-Qur'an saja seperti saran kak Hizaz agar mahluk-mahliluk itu pergi. Ohya kak, tolong jangan beritahu siapapun jika aku dirawat ya kak, termasuk orang tuaku" memasang wajah memohon agar Hizaz mau menurutinya

__ADS_1


"Baiklah jika itu maumu, tapi aku akan tetap menjagamu sampai kamu diizinkan pulang oleh dokter. Istirahatlah" Ucapnya kemudian membantu Zilza berbaring karna sebelumnya ia hanya duduk di brankar dengan bersandarkan bantal.


__ADS_2