
Pagi itu seorang gadis cantik berhijab keluar dari salah satu taxi yg berhenti didepan sebuah pesantren yg lumayan bagus di kota Indrapura.
Dia bernama Nadia Salsabila gadis cantik berusia 16 tahun. Tujuan nya ke pesantren itu ialah menjemput adik nya yang sudah lulus dipondok tersebut dan akan membawa nya pulang ke kampung. Adik nya bernama Aulia Saputri berumur 15 tahun.
Nadia berjalan memasuki Pesantren tersebut, pakaian nya lebih dilihat agak tomboy meski pun ia menggunakan hijab menjadi perhatian santri dan santriwati di pesantren tersebut. Nadia kebingungan mencari adik nya. Ada seorang santriwati yang melihat Nadia pun langsung menghampiri dan bertanya.
"Maaf kk, sepertinya kk bukan santri di sini ya?" tanya santriwati tersebut dengan sopan
"iya. Saya ke sini mau jemput adik saya, apakah kmu bisa menolong saya?" jawab Nadia dengan tersenyum paksa.
"oh baik lah, siapa nama adik kk? " tanya santriwati itu lgi
"Aulia Saputri" jawab nadia singkat
"iya saya tau, dia teman sengakatan saya dan dia sudah menyelesaikan hapalan nya dan akan pulang lebih dulu dari saya, Ayo kk ikut saya biar saya antar kan!"
Nadia pun mengikuti santriwati tersebut dan sampai lah mereka di sebuah kamar asrama putri, santriwati tersebut mengetuk pintu dan tak lama pintu terbuka.
"Kak Nadia?" ucap aulia senang sambil memeluk Kk nya tersebut.
Nadia hanya diam tanpa ada niat membalas pelukan adik nya tersebut.
"klo begitu saya permisi dulu" ucap santriwati yg mengatar Nadia tadi
Nadia dan Aulia yang mengangguk.
"Ayo masuk dulu kk aku mau ganti baju dulu" ucap Aulia sambil menarik kk nya masuk ke kmar tersebut
"Cepat lah kau siap² ini sdh siang kita harus pulang ke kampung sekarang! Kk pinjam mukenah mu kk ingin sholat zuhur dulu" kata Nadia sambil mengambil mukenah Aulia dan keluar pergi kemejid yang ada di pesantren itu.
Setelah selesai menjalankan kewajiban nya, Nadia kembali ke Kamar Aulia dan membantu Aulia membereskan semua barang² nya, setelah selesai mereka pun keluar dari pesantren itu, tidak lama ada taxi yg berhenti di depan mereka dan mereka pum masuk ke dalam taxi tersebut.
15 menit taxi tersebut sampai di salah satu terminal di kota itu, Nadia dan Aulia langsung menuju travel yang menuju ke kampung nya,tidak lama travel tersebut berangkat.
Selama di travel Nadia yang memang mabuk perjalanan hanya diam sambil memejam kam mata nya.
__ADS_1
Sedangkan Aulia ia dari tadi tetap pokus kepada hp nya, ntah apa yg di lakukan nya dgn hp tersebut, tidak lama terdengar dering telepon Aulia berbunyi dan Aulia pun mengangkat nya.
"Hallo" sapa Aulia lebih dulu
< > jwab org di sebrang tlpon
" Aku lgi di travel menuju kampung, klo mau tlpon entar aja klo udh sampai" jwab Aulia memberi tahu.
< >
"Waalaikumus'salam" telpon pun mati
Nadia yang mendengar pun penasaran dan bertanya" Siapa?"
"Pacar aku kk! "jwab Aulia sambil tersenyum
Setelah tahu Aulia sudah punya pacar Nadia kembali memejam kan mata nya sambil memasang muka datar nya.
Sekitar 3 jam perjalanan akhir nya terlihat sudah gerbang perkampungan tersebut
Mobil berhenti di depan rumah sesuai arahan Nadia. Mereka pun turun di depan rumah sudah di sambut oleh keluaraganya. Para tetangga bertanya-tanya siapa kh yang sedang bersama Nadia karna para tetaangga tidak ada yang tau jika Nadia mempunyai Adik.
FLASBACK ON
Setahun yang Lalu Nadia dan ayah nya Pindah Ke kampung yang bernama sencalang dikarenakan beberapa bulan yg lalu ibu dari Nadia meninggal karna sakit, Aulia yang saat itu masih di pesantren tidak ikut pindah, tapi ayah nya tetap mengirim uang sebulan sekali untuk memenuhi kebutuhan Aulia selama di pesantren tersebut.
Nadia dan ayah nya pindah ke kampung sencalang ada alasan tertentu karna ayah nya merasa Nadia harus ada yang memberikam perhatian, dan merawat nya, meski Nadia sudah menginjak remaja dia tetap membutuh kam bimbingan seoramg wanita. Maka dari itu ayah nya mengajak Nadia pindah ke rumah Nenek nya di kampung lebih tepat nya orang tua dari ayah nya Nadia.
FLASBACK OF
Seluruh keluarga menyambut kedatangan Aulia dengan sangat bahagia, dikarenakan Aulia sudan sekitar 3 Tahun tidak pernah ikut pulang ke kampumg, bahkan pulang kerumah sangat jarang atau bisa dibilang hanya 1 kali dalam setahun. dia lebih banyak menghabiskan waktu di pesantren.
Keluarga nya Sangat menyukai Aulia karna sifat nya yang sopan, lemah lembut dan cepat akrab membuat keluarga nya menyukai Aulia.
Berbeda dengan Nadia sifat Nadia berbanding balik dengan Aulia, sifat nya pendiam, Cuek, Ga banyak bicara, tapi jika dia berbicara bisa membuat org terdiam. hanya terbuka sma orang-orang tertentu. Sifat nya ini muncul setelah Meninggal ibu nya, padahal sebelum ibu nya meninggal sifat nya sma Seperti Aulia.
__ADS_1
" Aulia Nadia Kalian masih puasa? " Tanya Tante Riska kakak pertama dari Ayah mereka
" Alhamdulillah masih tante" jawab Aulia
"Nadia?" panggil Tante Riska lagi
Tapi lagi-lagi Nadia hanya diam sambil memegang kepala nya yamg terasa berat
" Ngapain Si Nanya-nanya ga penting juga kan" bathin Nadia.
" kk udh buka tadi, soal nya dia mabuk perjalanan, ya aku suruh dia minum" jawab Aulia mewakili sang kakak
"Istirahat aja Dulu dikamar, pasti kalian capek, Nadia tunjukkan kamar nya kepada Aulia" ucap Nenek nya.
Nadia pun pergi begitu saja ke kamar dan Aulia pun mengikuti, Nadia memberi tahu lemari Untuk Aulia menyimpan pakaian nya. Nadia membiarkan Aulia membereskan pakaian nya, Sedangkan Nadia dia langsung ke kasur dan tiduran di sana karna kepala nya sangat sakit.
Nadia tidur terlalu nyenyak, tanpa sadar dia tertidur sampai maghrib, ia terbangun karna mendengar azan maghrib di mesjid, ia buru-buru mandi. Setelah mandi dia melaksanakan sholat maghrib.
" Nek tumben zavina ga kesini?"
Tanya Nadia saat mereka berkumpul diruang keluarga.
" Zavina tadi sore pulang dijemput ayah nya" Jawab nenek.
"siapa Zavina nek?" Tanya Aulia yg memang belum tau tentang keluarganya.
"Zavina cucu tante riska." jwab nenek
"anak tante Riska kan dua, bang Nando dan kak Nadin, trus zavina anak siapa?" tanya Aulia lagi penasaran
"Anak Kk Nadin" jwab Nadia
Percakapan pun terus berlanjut dengan banyak pertanyaan yang di berikan Aulia, hingga Nadia merasa bosan dan beranjak ke kamar, tidak lama Aulia menyusul, Namun mereka pokus dengan ponsel masing². Nadia yang pokus membaca novel, Aulia yang sibuk chattingan dengan pacar nya. Hingga hanya keheningan yang ada di kamar tersebut.
Tiba-tiba suasana hening terpecahkan dengan berdering nya ponsel Aulia.
__ADS_1
kasih dukungan dan kritik nya ya soal nya author masih belajar buat novel, dan ini novel pertama yang author buat.