
Malam hari nya Nadia, Rizki dan juga Abel berkumpul di ruang keluarga, mereka mengobrol sambil sesekali bersenda gurau hingga menimbulkan tawa.
" bang wanita yang bernama Rita menjabat sebagai apa di perusahaan Nadia?" tanya Nadia di sela pembicaraan mereka yang sedang asik.
" Rita yang mana Nad, soal nya di perusahaan kamu ada 3 yang nama nya Rita"
" itu yang umur nya sekitar 25 tahunan, badan nya langsing, rambut nya panjang sebahu, begitu lah kira-kira bang"
" mungkin yang kamu maksut Rita usgianti, dia menjabat sebagai manajer keuangan, ada apa emg? " tanya Rizki pura-pura tidak tahu.
Abel hanya menyimak pembicaraan Nadia dan Rizki sambil memainkan ponsel nya.
Nadia pun menceritakan kejadian yang di alami nya tadi saat dikantor kepada Rizki, sedangkan Rizki hanya manggut-manggut pura-pura tidak tahu akan kejadian itu.
" lalu apa tindakan kamu selanjut nya?"
" ya abang liat aja nanti, Nadia curiga jika dia terlibat dalam penggelapan uang perusahaan "
" kenapa kamj bisa simpul kan begitu? "
" soal nya sebelum kejadian tadi di kantor Nadia sempat dengar pembicaraan Bu Rita sama pak budi dari manajer produksi, mereka kayak bahas sesuatu, pas Nadia masuk keruangan, mereka kayak kaget gitu trus mereka ngancam Nadia jika Nadia sampai mengadukan kepada orang lain apa yang Nadia dengar maka mereka akan Pecat Nadia, padahal Nadia ga dengar mereka ngomongin apa, dari situ Nadia simpul kan bahwa bu Rita dan pak Budi ada di balik penggelapan uang perusahaan." jelas Nadia panjang lebar.
" lalu apa rencana mu selanjutnya?" tanya Rizki.
" aku akan cari bukti jika memang mereka orang nya maka tidak segan Nadia bakal laporin polisi, tapi Nadia ga tau gimana cara nya Nadia cari bukti tersebut" ucap Nadia.
Abel yang dari tadi hanya diam langsung angkat bicara " kakak puny cara" ucap nya.
" gimana kak?" tanya Nadia semangat.
" jadi kamu coba pasang penyadap suara di ruangan pa Budi atau di ruangan bu Rita" ucap Abel memberi saran.
" boleh juga tu Nad, tumben lu pintar Bel" sahut Rizki.
" ye emang dari lahir nya pintar "
Nadia nampak berpikir lalu dia pun memberikan jawaban "iya bakal Nadia coba, tugas bang Rizki rekam omongan mereka jika ada yang mencurigakan, Nadia bakal pasang penyadap suara tersebut di ruangan mereka berdua. " jawab nya memberi keputusan.
" oke aman klo itu, tapi kamu yakin bisa masang penyadap itu"
" yakin dong bang, Nadia udah hapal seluk beluk ruangan itu"
" lalu kapan kamu akan pasang "
"hmm sebaik nya malam ini lebih baik"
" ya udh abang anterin ya"
" ga usah bang aku naik ojek aja, jika abang yang ngantar bakal membuat curiga"
"ini udah hampir jam 9,abang anterin kamu ya abang pake motor aja biar ga ada yang curiga"
__ADS_1
" oke klo gitu, ya udh berangkat sekarang aja"
" Abel tinggal aja ya, males ngikut" ucap Abel.
" yang ngajak lu siapa? " ledek Rizki.
Abel pun kesal dan berlalu masuk ke kamar.
Nadia dan Rizki bersiap- siap untuk ke kantor.
***********
Di kantor nampak sepi hanya ada 2 satpam yang berjaga di pos penjagaan.
Nadia dan Rizki menghentikan motor nya agak jauh dari perusahaan agar tidak terdengar para satpam yang berjaga.
Nadia dan Rizki berbagi tugas, Rizki di tugaskan oleh Nadia untuk mengalih kan perhatian para satpam tersebut, sedang Nadia sendiri yang akan masuk ke perusahaan.
Rizki mendatangi para satpam yang sedang berjaga, Rizki mulai berbasa-basi kemudian ia memberikan 2 botol kopi kemasan, dan beberapa gorengan, satpan tersebut tidak merasa curiga karna ia tau jika Rizki adalah pemilik perusahaan yang sedang ia jaga.
Setelah meminum kopi yang sudah di beri obat tidur satpam tersebut tertidur.
Kemudian Nadia segera keluar dari persembunyian, mereka masuk kedalam perusahaan, Ruangan Rita berada di lantai 5 di perusahaan itu sedangkan pa budi di lantai 6.
Nadia awal nya nampak takut memasuki perusahaan itu karna hawa yang dingin dan beberapa lampu yang sengaja di padamkan membuat kesan misterius di kantor itu, tapi Nadia meyakinkan kepada diri nya jika tidak ada yang nama nya hantu.
Setelah mereka selesai meletakkan apa yang mereka inginkan, mereka juga mengambil beberapa berkas penting lalu Nadia buru-buru mengajak Rizki pulang.
************
Hari ini Rizki akan ke perusahaan Nadia, ia akan menuntaskan masalah tersebut hari ini juga dan tidak ingin menunda-nunda lagi.
Nadia dan Rizki sudah mendapat bukti, berkas yang mereka ambil tadi malam di ruangan Rita ternyata berkas daftar pengeluaran dana, disitu dilihat jika Rita dan Budi bekerja sama untuk menggelapkan uang perusahaan.
Rita yang sedang di ruangan nya tiba-tiba terlihat gusar ia seperti mencari sesuatu, ia memanggil beberapa OB untuk membantu nya mencari berkas tersebut, dan Nadia pun turut serta ikut mencari nya, namun tak kunjung ditemukan.
Rita memilih untuk memberhentikan pencarian, ia menyuruh para OB untuk bekerja kembali.
Rita berjalan menuju lift, Nadia sudah bisa menebak jika bu Rita akan menemui klien nya pa budi, Nadia pun memasuki lift yang masih terbuka, ia akan keruangan Rizki yang berada di lanatai 10, ia ingin mendengar langsung pembicaraan Rita dan budi.
Saat ingin memasuki ruangan Rizki Nadia berpura-pura membawa kan sang atasan kopi, terdapat cibiran dari karyawan-karyawan wanita di sana,
" OB baru belagak banget ngantarin bos kopi"
" iya sok kecantikan banget, ya memang cantik si, tapi ga sesuai sama sifat nya gatel" ucap wanita yang satu menimpali.
Nadia tak menggubris cibiran mereka, ia tetap melangkah masuk keruangan Rizki.
Rizki yang sudah tau tujuan Nadia pun menyuruh Nadia untuk duduk, ia memberitahu kepada asisten nya untuk tidak mengizinkan orang lain masuk tanpa seizin nya.
************
__ADS_1
Di ruangan pak Budi, Rita yang baru masuk segera duduk di sofa yang ada di ruangan itu, Budi yang paham langsung ikut duduk di sana.
" berkas daftar pengeluaran bulanan yang asli hilang" ucap Rita the to poin.
Budi nampak kaget " kenapa bisa Rita, jika berkas itu berada ditangan yang salah bisa bahaya kita, apa kau sudah mencari nya"
" aku semalam lupa membawa nya pulang, aku sudah mencari diseluruh ruangan ku, tapi tidak ada" ucap Rita dengan ekspresi yang khawatir.
Budi nampak stress " kenapa kau bisa seceroboh ini Rita, jika berkas itu sampai ke bos kita bisa ketahuan sudah menggelapkan uang perusahaan, bisa-bisa kita membekap di penjara, aku tidak mau aku masih ingin hidup bebas."
" kau kira aku mau masuk penjara, ini semua salah mu sudah mengajak ku berbuat jauh, aku tak mau jika sampai masuk penjara "
" sudah lah Rita jangan menyalah kan ku, kenapa waktu ku ajak kau juga mau, "
" itu karna kau yang memaksa"
" ah sudah lah Rita, persiap kan saja diri mu jika hal-hal yang tidak diingin kan akan terjadi, sekarang keluar lah dari ruangan ku agar tidak ada yang curiga dengan hubungan kita"
Rita pun keluar dengan perasaan marah dan khawatir.
Nadia yang saat itu sudah keluar dari ruangan Rizki sengaja ingin mengantar kan kopi keruangan pak Budi dan tak sengaja bertemu dengan bu Rita.
" selamat siang bu Rita" sapa Nadia sambil tersenyum ramah.
" cihh OB rendahan sok-sok an nyapa saya" ucap Rita dengan gaya arogan nya.
" maaf bu ga ada salah nya kan saya bersikap sopan sama ibu"
" saya ga sudi di sapa sama OB rendahan kayak kamu" ucap nya sinis sambil ingin berlalu pergi.
Nadia yang sudah tersulut emosi lalu berkata " lihat saja sampai dimana kesombongan mu bu Rita" setelah mengatakan itu Rita masuk sambil membawa kan Kopi pesanan pak Budi.
Rita yang mendengar perkataan Nadia merasa jika Nadia lah yang mengambil berkas tersebut di ruangan nya, Rita yakin jika Nadia atau yang ia kenal salsa masih mempunyai dendam atas kejadian beberapa hari yang lalu, ia memutuskan untuk masuk kembali ke ruangan Budi.
" hei salsa pasti kau yang mencuri berkas yang ada di ruangan ku kan" ucap Rita sambil berdiri di samping Budi.
" klo memang iya kenapa" ucap Nadia melawan, kali ini dia sudah tidak bisa ber akting lagi, ia akan membongkar identitas nya sekarang juga, lagian rencana nya akan berhasil.
" oh kamu sudah berani ya macam-macam dengan saya, kembali kan berkas itu atau....? "
Ucapan Rita terhenti karna Nadia memotong nya " atau apa bu,?"
" atau kamu akan saya pecat" ucap nya marah.
" oh silahkan lagian jika berkas itu sudah ada di tangan pemilik perusahaan tidak akan ada satu pun yang bisa mengambil nya lagi" ucap Nadia dengan berani nya, jujur ini pertama kali Nadia berhadapan dengan masalah seperti ini, namun ia berusaha untuk tidak grogi.
" jadi kamu mau main-main dengan kami, kami bisa saja membuat jika berkas itu palsu dan kamulah yang akan di penjara " ucap Budi seketika.
" kita lihat saja nanti, " ucap Nadia lalu keluar.
Tinggal lah Rita dan Budi di ruangan itu.
__ADS_1
" bagaimana jika OB itu benaran akan memberikan berkas itu kepada pak Rizki." ucap Rita penuh rasa takut.
" sudah lah aku bisa memutar balik kan pakta, OB seperti dia tidak akan mudah di percaya oleh atasan kita" jawab Budi menenangkan.