
*********
" Abang ngajak jalan-jalan gak modal banget si. " ucap Nadia tiba-tiba
" lah ga modal gimana? " bingung Rizki.
" abang ngjak jlan tapi Nadia ga di kasih minum, haus"
" oh haus toh, disini gak ada warung lagi" jawab Rizki sambil melihat sekeliling.
Hanya terdapat sawah yang membentang luas dan disisi lain terdapat beberapa rumah warga.
" abang punya ide, kan ini lebaran gimana kita mampir aja di salah satu rumah itu" jawab Rizki sambil menunjuk rumah yang berjejer di pinggir jalan.
" malu-maluin lu bang, emang lu kenal sama yang punya rumah?" tanya Nadia.
" enggak hhe" cengir Rizki.
" Ya udah pulang aja yuk,udah sore juga nih" ucap Nadia.
Rizki pun mengantar Nadia pulang ke rumah.
***********
Malam itu Nadia sedang berbaring di kasur empuk nya dia pokus ponsel nya. Tak lama datang Aulia.
" kakak tadi dari mana sama bang Rizki? " tanya Aulia membuka pembicaraan.
" jalan-jalan" jawab Nadia tanpa menoleh ke arah Aulia.
" kemana aja kk" tanya Aulia lagi.
" kepo banget si kmu jadi orang" jawab Nadia mulai kesal.
Aulia hanya diam, lalu ikut berbaring di samping sang kakak.
Tak lama ponsel Nadia berbunyi, Nadia langsung mengangkat telpon tersebut.
< Nad besok jumpa di tempat biasa ya.> ucap Raihan di telpon.
Ya yang menelpon nya adalah Raihan orang yang di sukai nya.
"jam?" tanya Nadia singkat.
" besok gue telpon klo gue udah di tempat" jawab Raihan.
"hmmm " jawab Nadia singkat, lalu mematikan telpon sepihak.
Nadia memang suka dengan Raihan tapi dia tetap cuek ketika bersama Raihan, padahal jantung nya udah disco kesenangan.
********
Keesokan hari sesuai janji yang sudah dibuat Raihan menghubungi Nadia mengatakan kalau dia sudah di tempat, Nadia pun segera menyusul.
Di sebuah saung dipertengahan sawah yang membentang luas ada seorang pria yang sedang menunggu seseorang.
" Dah lama?" tanya Nadia tiba-tiba.
__ADS_1
" Astagfirullah, lu ngagetin aja" jawab Raihan.
" ya elah gitu aja kaget, dah lama? " tanya Nadia lagi.
" lumayan si, tapi masih lamaan nungguin kamu minta di halalin" jawab Raihan sambil tertawa.
Nadia tak menyahut tapi hati nya begitu senang mendengar gombalan Raihan dia langsung duduk di samping Raihan sambil melihat pemandangan sawah yang begitu menyejukkan mata.
" ngapain lu ngajak gue ketemu?" tanya Nadia tiba-tiba setelah hening beberapa saat.
" aku mau ngomong sesuatu."
"ngomong apa?" tanya Nadia penasaran, sambil memandang wajah Raihan yang putih, ganteng lah pokok nya di mata Nadia, ga tau dimata yg lain.
" Sebenarnya aku suka sma kmu Nad." ucao Raihan.
" hah apa?" kaget Nadia, " ga salah dengar kan gue?"
" enggak Nad yang kmu dengar bener kok" jawab Raihan tersenyum.
" lu lagi gak bercanda kan" Nadia memastikan.
" enggak Nad, emg muka² aku ada muka² bercanda? "
" ga ada si, ya lu pasti tau lah gue kan udah lama suka sma lu dari gosip² yang menyebar dari teman² sekelas tapi lu juga tau kan gue ga mau pacaran untuk sekarang ini" ucap Nadia menjelaskan.
" yang ngajak lu pacaran siapa ogeb? " ucap Raihan sambil menoyor kepala Nadia.
" is apaan lu pake noyor pala gue segala, ya trus klo ga ngjk pacarn apa? "
" ya serah lu deh"
" gimana klo lu tau Raihan klo gue bakal pindah ke Pekanbaru" batin Nadia Sedih.
" eh pulang yuk udh siang ntar keluarga lu cariin" ajak Raihan.
Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
**********
Seminggu berlalu hari ini Nadia harus kembali masuk sekolah.
"Nadiaaaaa"
"Nadiaaaaaa"
Terdengar teriakan dari teman Nadia.
"iya bentarr" jwab Nadia.
Tak lama Nadia keluar menghampiri teman-teman nya untuk berangkat sekolah bareng, mereka pergi kesekolah jalan kaki karna memang jarak sekolah mereka yang tidak terlalu jauh.
************
3 minggu berlalu, Nadia sudah selesai melaksanakan Ujian sekolah dan hanya tinggal menunggu hasil nya.
Sesuai janji Nadia setelah ujian ia akan ikut dengan Rizki ke Pekanbaru untuk membantu Rizki mengelola perusahaan.
__ADS_1
Rizki sudah menjelaskan dengan Ayah Nadia untuk meminta izin membawa Nadia, surat pindah Nadia pun sudah di urus tinggal menunggu keberangkatan Nadia saja lagi.
*********
Ditelpon
< Nadia kapan kmu ke Pekanbaru, semua udah abang urus > Rizki.
" Lusa deh bang, besok aku mau nemuin Raihan dulu mau pamitan, soal nya Nadia ga ada cerita sma dia soal kepindahan ini" Nadia.
Rizki.
" iya bang, jujur aku berat ninggalin kampung, aku udah terlanjur nyaman tinggal disini" Nadia.
< kek lirik lagu aja terlanjur nyaman, udah pamitan belum sama teman² sekelas kamu Nad?> Rizki.
" klo sama teman-teman sekelas belum si, lagian mereka gak peduli juga klo Nadia pindah toh malah mereka senang ga ada lagi kan saingan mereka, secara kan Nadia pintar, tapi klo sma bestie² Nadia udah kok, mereka sedih karna ga ada lagi contekan mereka." Nadia.
< sok pintar pulak lu Nad, ya udah lah klo gitu, keluarga lu udan pada tau? > Rizki.
" Ntar biar ayah yang kasih tau," Nadia.
< kenapa ga Nadia aja yg langsung bilang> Rizki
" Males ntar mereka tau sendiri pas Nadia berangkat" Nadia.
Rizki.
" iya " jwab Nadia lalu mematikan telpon nya.
*************
Keesokan hari nya Nadia meminta Raihan bertemu di tempat biasa.
Nadia datang lebih dulu karna dia yang membuat janji, ia duduk termenung memandang persawahan yang luas membentang.
" hari ini terakhir kali gue ke sini, ga tau kapan lagi gue bakal liat pemandangan indah kayak gini lagi, gue gak tau lu bisa nerima keputusan gue Raihan, gue berharap lu mau setia walau harus berpisah jauh sama gue han" ucap Nadia pada dirinya sendiri.
" ini Raihan kemana si lama banget, gue udah ga sabar pengen bilang, biar hati gue lega, klo gini kan gue masih ga tenang, Raihan kemana si lu" gumam Nadia lagi sambil melihat ke arah jalan besar berharap Raihan segera datang.
Setengah jam sudah Nadia berada di tempat itu tapi Raihan belum juga datang, Nadia memutuskan untuk menelpon Raihan.
telpon berdering,
tuuuuuut....... tuuuuuttt.... ( anggap aja suara dering telpon yah 😂).
tak lama telpon diangkat.
< Halo Nad, maaf gue telat gue masih di jalan bentar lagi sampe tadi ibu gue minta antarin ke rumah saudara nya> ucap Raihan
" ya udah gue tunggu gak pake lama, udah mau lumutan gue nunggu disini" jawab Nadia.
< iya iya sabar yah, bentar lagi sampe udah deket nih> balas Raihan lagi
telpon pun dimatikan sepihak oleh Raihan.
kasih kritik dan dukungan nya ya bestie biar author rajin up nya.
__ADS_1